Rabu, 5 September 2012 –
M. JASIN “SATKER KEMENAG HARUS BERANI APA ADANYA”

Humas, Komitmen kementerian agama untuk menjadi lembaga yang bersih dari Korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), menjadi langkah bersama yang terus diperjuangkan leh aparatur kementerian tersebut. Beberapa langkah strategis yang telah dilaksanakan ole Menag RI Drs. H. Surya Darma Ali untuk memperkuat kridibilitas kemenag adalah dengan diangkatnya mantan pimpinan KPK. DR.H.Moch,Jasin, MM sebagai ketua ITJEN kemenag. Dimasukkannya tokoh eksternal dari luar kemenag RI ini merupakan “political will” Menag untuk terus memperbaiki sistem di kemenag, menuju lembaga negara terdepan yang bisa menjadi panutan bagi lembaga lainnya dalam menjalankan birokrasi pemerintahan yang bersih dan berwibawa dan sesuai dengan aturan.

Kesederhanaan dan apa adanya, berjalan sesuai aturan yang berlaku merupakan beberapa pesan yang disampaikan oleh Irjen kemenag M. Jasin dalam acara silaturahim dengan jajaran kemenag sumbar (4/9). Acara silaturahim ini dihadiri oleh seluruh pejabat dilingkungan kemenag sumbar, Rektor IAIN Imam Bonjol Padang beserta jajarannya dan ketua BDK padang. Dalam silaturahim ini berlangsung dialog antara Irjen kemenag dengan seluruh peserta pada kesempatan tersebut muncul beberpa pertanyaan dari peserta diantaranya dari unsur kemenag kab/kota :Kemenag Kota Pariaman H. Hendri, S.Ag, kemenag Kab. Padang Pariaman Drs. H. Taslim Mukhtar, kemenag Agam, Drs. H. Asra Faber dan kemenag Kota Payakumbuh serta beberapa pertanyaan lain yang berasal dari kasi pontren kanwil kemenag Drs. Ufrizaldi dan Staf keuangan kemenag tanah datar.

Dialog yang langsung dipandu oleh kakanwil kemenag Sumbar Drs. H. Ismail Usman juga didampingi oleh Retor IAIN Ima bonjol Padang Prof. Dr. Makmur Syarief,SH,MA berlangsung dari jam 20.00 wib hingga jam 22.15. Silaturahim unsur kemenag sumbar ini berjalan dengan khitmat, seluruh peserta yang juga berasal dari kepala kemenag kab/kota dan KUA kecamatan dan kepala madrasah se sumbar ini, mendengarkan dengan cermat setiap penjelasan yang disampaikan oleh irjen.

Berbagai keresahan dimunculkan oleh peserta kepada Irjen M Jasin pada dialog tersebut diantaranya : tentang tidak samanya struktur antara kemenag pusat dan daerah, rendahnya eselonisasi kemenag dibandingkan dengan pemda, minimnya anggaran dibandingkan beban kerja, tidak tersedianya anggaran untuk beberpa kegiatan yang rutin dilaksanakan seperti biaya penyambutan tamu, hak kemenag untuk mendapatkan remunerasi, kepastian pelaksanaan pembangunan embarkasi haji, dan kendaraan dinas yang tidak tersedia maksimal dll. Irjen M. Jasin memberikan penjelasan kepada seluruh peserta bahwa untuk meciptakan kemeang yang bersih, berwibawa dan taat aturan harus dimulai dari sistem birokrasi yang dilaksanakan di kemenag mulai dari pusat hingga ke daerah. Berbagai keterbatasan yang ada di kemenag seperti rendahnya eselonisasi, kendaraan dinas yang tidak memadai akan di perjuangkan untuk bisa di realisasikan. Perubahan tersebut juga telah dimulai dari jajaran auditor internal kemenag (irjen) dengan tidak “merepotkan” satker daerah yang dikunjungi; tidak perlu diberikan fasilitas, kendaraan, makanan khusus dan oleh-oleh khusus dari satker yang dikunjungi. Satker didaerahpun harus berani tampil apa adanya, jika memang aggaran untuk satu kegiatan tidak ada tidak perlu memaksakan diri dengan membuat kebijakan yang menyimpang.Akhirnya irjen kemenag M. Jasin menghimbau kepada seluruh insan kemenag untuk dapat melakukan kesederhanaan dalam melaksanakan tugas. Perbaikan kemenag kedepan hanya dapat terwujud dengan keinginan kita bersama untuk melakukannya “ tegasnya.(ulil)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.220819 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 899788
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.