Minggu, 16 September 2012, 20:37 –
SE-RC-KAMAD SIAP DIIMPLEMENTASIKAN

MAPENDAIS, PADANG, Dengan keluarnya Surat Edaran Nomor : Kw.03.4/2/PP.00/1484/2012 tanggal 14 Agustus 2012, tentang Rekrutmen Calon Kepala Madrasah dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat, maka kepemimpinan kepala madrasah saat ini semankin ditantang untuk mampu menjamin peningngkatan kualitas pendidikan di madrasah.

Sehubungan dengan SE tersebut bahwa dalam pembinaan karir kepala madrasah yang diperlukan adanya petunjuk pengangkatan yang akan digunakan sebagai panduan dalam mengimplementasikan sistem rekrutmen kepala madrasah dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat. Dengan sistem tersebut, terseleksinya kepala madrasah yang memiliki kompetensi tidak saja di bidang tugas-tugas administratif semata, melainkan juga harus memiliki kompetensi memimpin, mampu memberikan motivasi dan dorongan kepada para guru dan tenaga-tenaga kependidikan, serta para siswa untuk belajar lebih giat sehingga keberhasilan madrasah dapat meningkat kepada yang lebih baik.

Kakanwil berharap bahwa, dalam pengangkatan kepala madrasah harus dilakukan melalui cara yang demokratis dengan melibatkan seluruh komponen madrasah dan masyarakat, sehingga kepala madrasah terpilih merupakan figur yang didukung langsung oleh sivitas akademika madrasah dan masyarakat. Karena itu madrasah harus melakukan dan didorong untuk membentuk Majelis Madrasah, yakni lembaga permusyawarah madrasah yang akan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan madrasah termasuk memilih kepala madrasah, sehingga masyarakat benar-benar merasa memiliki madrasah dan diharapkan kualitas pendidikan madrasah bisa lebih ditingkatkan.

Kepemimpinan kepala madrasah merupakan hal yang vital dalam sebuah organisasi. Kepala madrasah sebagai pemegang kepemimpinan tertinggi di sebuah lembaga pendidikan adalah figur sentral dalam keberhasilan tujuan pendidikan. Ketika kepala madrasah diberikan wewenang yang lebih luas seiring bergulirnya refomasi yang kemudian memunculkan desentralisasi atau otonomi daerah yang berimplikasi pada desentralisasi pendidikan memungkinkan kebijakan pendidikan tidak lagi menunggu instruksi dari atas. Apalagi dengan terbitnya UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 51 yang menyatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip manajemen berbasis kualitas dan prinsip otonomi, maka akan memberi wewenang yang lebih pada kepala madrasah. Disini akan dikaji bagaimana gaya kepemimpinan kepala madrasah dalam Penerapan Manajemen Berbasis Kualitas di Madrasah dilingkungan Kanwil Kemenag Propinsi Sumatera Barat, dan apa saja peran-peran kepala madrasah dalam penerapan manajemen berbasis kualitas.

Kepala madrasah yang menerapkan manajemen berbasis kualitas terindikasi sebagai pemimpin yang bertipe demokratis dengan variasi mendekati prosedur demokratis dan gaya transfomatif dengan ciri, diantaranya telah mendistribusikan kewenangan dan membuat bagian tugas masing-masing personel madrasah walaupun memang masih banyak kendala yang dihadapi seperti sumber daya manusia dan dalam pengambilan keputusan adalah berdasarkan musyawarah. Peran kepala madrasah adalah sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator telah dilaksanakan walaupun belum sepenuhnya berjalan dengan maksimal. Demikian pula dengan penerapan manajemen berbasis kualitas masih butuh proses dalam penerapannya.(yurdinal)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.141350 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 960682
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.