Rabu, 26 September 2012 –
Rakor IV Kemenag Sukses

Humas- Istimewa. Mungkin ini kata yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan Rakor ke IV Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan rutin triwulan ini dilaksanakan di Pasaman Barat yang terkenal dengan penghasil sawit terbesar di Sumbar. Sebagian peserta Rakor ada yang menempuh perjalanan yang cukup melelahkan untuk sampai ke daerah yang berbatasan dengan Sumatera Utara ini. Bahkan mencapai sepuluh jam perjalanan. Tapi semua itu hilang oleh sambutan hangat yang disuguhi tuan rumah.

Kegiatan Rakor kali ini juga mendapat sambutan yang luar biasa dari Pemkab Pasaman Barat dan ini Rakor pertama yang di adakan di Aula Kantor Bupati. Bupati Pasaman Barat Drs. Baharuddin. R, mengadakan temu ramah sambil makan malam dengan Kakankemenag Kab/Kota di rumah dinas Bupati. Bahkan Kakanwil dan beberapa pejabat di lingkingan Kanwil Kemenag Sumbar berkesempatan menginap di rumah yang asri tersebut.

Dalam sambutannya ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) 18 September lalu, Baharuddin mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Kementerian Agama telah memilih Pasaman Barat sebagai tuan rumah. “saya bangga dengan Kementerian Agama, karena begitu banyak tugas keagamaan yang harus di emban dan dilaksanakan oleh aparaturnya. Hampir semua bidang kehidupan menjadi tanggungjawab orang Kemenetrian Agama”, ungkapnya.

Baharudin juga mengaku dekat dengan Kemenag, pernah sama-sama menjadi gharim dengan aparatur Kemenag, akunya sambil berseloroh. oleh karenanya akan mendukung setiap program yang dicanangkan oleh Kementerian Agama terutama pendidikan. Pendidikan madrasah sangat membantu meningkatkan mutu pendidikan di Pasaman Barat. Pendidikan di Madrasah dan Pondok Pesantren, kata Baharuddin tidak ketinggalan oleh sekolah umum, banyak juga prestasi yang di torehkan siswa madrasah, ungkapnya.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Sumbar Drs. H. Ismail Usman juga mngucapkan terimakasih atas sambutan dan dukungan Pemda Pasaman Barat terhadap pelaksanaan Rakor Kemenag. Kakanwil berharap Rakor ini akan melahirkan rekomendasi yang berguna untuk kemajuan Kementerian Agama ke depan. Pada setiap kesempatan Ismail selalu menghimbau aparatur Kemenag untuk meningkatkan kinerja dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas. Kakanwil di akhir kegiatan Rakor memberikan ucapan selamat kepada Kakankmenag yang berangkat sebagai petugas haji tahun 1433 H.

Di tempat terpisah, Dharmawanita Persatuan (DWP) Kemenag Sumbar juga mengadakan pertemuan bulanan di Aula Kankemenag Kab. Pasaman Barat bersama ibu-ibu DWP Pasaman Barat. Kegiatan DW diisi dengan kegiatan ceramah agama oleh salah seorang pegawai Kemenag Pasaman Barat. Ketua DWP Kanwil Sumbar Ny. Mualiarti Ismail menghimau kepada ibu-ibu DW agar tetap menjaga silaturrahmi dan selalu mendukung kegiatan suami di tempat kerja. Karena tanpa dukungan seorang isteri, kegiatan suami di kantor tentu akan terganggu, ungkapnya.

Kegiatan Rakor yang dihadiri Kakankemenag se Sumatera Barat menghasilkan beberapa rekomendasi, pertama pada Bidang Pendidikan Pondok Pesantren, setiap Pondok harus tafaquh fiddin, artinya harus ada pelajaran kitab. Karena cirri khas Pondok itu sendiri belajar kitab. Jika tidak demikian maka Pondok Pesantren tersebut akan di alihkan ke Madrasah. Kabid Pekapontren Drs. H. syahrul Wirda juga menginformasikan bahwa Sumbar salahsatu calon tuan rumah Mufakat (Musabaqah Fahmil Kutub Atturats) tahun 2013 nanti.

Kedua pada Bidang Urusan Agama Islam, Kepala Bidang Urais Drs. H. Marzuki, MM meminta kepada Kakankemenag agar yang memangku jabatan Kepala KUA harus mengerti hukum, fiqih dan menguasai ilmu bahasa arab, Karena KA.KUA adalah ujung tombak Kemenag di Kecamatan. Apalagi sekarang banyak yang memalsukan buku nikah. Kemudian isu yang paling hangat saat ini, kata Marzuki tentang Alqur’an yang salah cetak, agar dikumpulkan dan akan dimusnahkan , katanya. Masalah biaya nikah yang selalu menjadi permasalahan di masyarakat, Kabid yang akan memasuki masa pensiun ini mengusulkan agar di tompangkan ke Badan Pembinaan, Penasehatan dan Pelestarian Perkawinan (BP4).

Ketiga, pada Bidang Penamas, Kepala Bidang Penamas Drs. H. Maswar, MA mengusulkan agar seleksi terhadap Penyuluh Agama Teladan agar dilaksanakan di Kanwil dan yang ditinjau ke daerah hanya tiga besar. Kemudian Maswar juga mengusulkan agar SK Penyuluh honorer di serahkan ke KaKUA dan membuatkan surat tugas untuk penyuluh tersebut. Walaupun penyuluh bertanggungjawab langsung ke Kasi Penamas tetapi penyuluh berada di wilayah KUA Kecamatan.

Keempat, Optimalisasi pemanfaatan web http//sumbar.kemenag.go.id. untuk mengimbangi kemajuan teknologi dan informasi, Kementerian Agama juga harus mampu memanfaatkan media online tersebut. Subbag Hukmas dan KUb telah mensosialisikan ke Kankemenag Kab/Kota ketika melakukan monitoring Kehumasan. Bahkan masing-masing telah dibuat user untuk me-upload berita ke web tersebut. (Rina_Risna)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.013673 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 837734
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.