Selasa, 30 Oktober 2012 –
Kakanwil : Sertifikasi Guru Tumbuhkan Kreatifitas Guru

Humas-BIDANG MAPENDAIS (30/10) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. H. Ismail Usman didampingi oleh Kepala Bidang Mapendais Drs. Artis Arjun, M. M.Pd dan Plt.Kasubag Humas dan FKUB serta staf Bidang Mapendais Indra Nedi, SH meninjau MAN Model Bukittinggi Kota Bukittinggi dalam rangka pelaksanan monotoring evaluasi (monev) sertifikasi guru.

Kepala Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat Drs. H. Ismail Usman disambut sambut oleh Kepala Kankemenag Kota Bukittinggi H. Muhammad Nur, MA dan didampingi oleh Kasi Mapendais serta Kepala MAN Model Bukittinggi.

H. Ismail Usman berharap, agar tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka perlu dilakukan secara kontiniu pelaksana monotoring evaluasi oleh Kantor Wilayah dan Kemenag Kab/Kota, terutama penilaian terhadap pelaksanaan tugas dan kewajiban guru dalam melaksanakan pembelajaran-pembimbingan dan/atau tugas-tugas tambahan yang relevan dengan fungsi madrasah. Monev sertifikasi guru ini dilakukan untuk menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan sekaligus menjaga profesionalitas seorang guru.

Selanjutnya, Sertifikasi hakikatnya membuat guru yang kreatif, guru kreatif adalah guru yang selalu terbuka dengan gagasan atau kemungkinan baru. Dia aktif mencari dan mengembangkan gagasan, Guru kreatif akan selalu bertanya dan mencari terus menerus tentang yang dia lihat dan lakukan dalam pembelajaran. Dengan demikian, dia akan terus berkembang dan tidak menganggap segala sesuatu sudah semestinya dilakukan melainkan akan menghasilkan cara yang lebih baik untuk peningkatan kualitas belajar siswa. Guru kreatif akan selalu mencari banyak solusi dan alternatif. Dia akan mengembangkan kreativitas dan imajinasi yang dia punya untuk meningkatnya kualitas pembelajaran. Seorang guru yang kreatif akan selalu berpatokan pada ‘Learning is fun’. Dia akan selalu menciptakan model dan metode pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak didiknya merasa tertarik tentang apa yang dia sampaikan dan tidak merasa jenuh dalam kegiatan belajar, katanya.

Kemudian, guru kreatif adalah sosok guru yang amat patuh kepada kurikulum dan merasa berdosa bila tidak bisa menstransfer semua isi buku yang ditugaskan sesuai dengan acuan kurikulum. Sedangkan guru inspiratif memiliki orientasi jauh yang tidak hanya terpaku pada kurikulum, tetapi juga memilki orientasi yang lebih luas dalam mengembangkan potensi dalam kemampuan para siswanya, tungkasnya(yurdinal)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.468025 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.161
Jumlah pengunjung: 908427
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.