Senin, 25 Januari 2010, 12:00 –
Menag : Tenaga Honorer Diangkat Secara Bertahap

Jakarta, (Pinmas). Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengangkat tenaga honorer yang memenuhi syarat menjadi CPNS (calon pegawai negeri sipil) berdasarkan PP No.48 tahun 2005 jo PP No.43 tahun 2007, sebanyak 56.273 orang tenaga honorer di lingkungan Kementerian Agama dinyatakan memenuhi syarat untuk masuk Database BKN yang telah memperoleh nomor registrasi untuk diangkat menjadi CPNS.Hal itu diungkapkan Menteri Agama Surydharma Ali saat rapat kerja gabungan dengan Komisi II, VIII dan X DPR-RI dengan Menag, Mendiknas, Menkeu, Menpan, Mendagri, Menkes dan Kepala BKN, di Senayan, Jakarta, Senin (25/1).Menurut Menag, pengangkatan CPNS tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan jumlah formasi yang disediakan oleh Kementerian Negara PAN dan Reformasi Birokrasi. Mulai tahun anggaran 2005-2009 dengan formasi berjumlah 56.273 orang.Di luar tenaga honorer tersebut, kata Menag, terdapat guru honorer sebanyak 29.963 orang yang mendesak pemerintah untuk dapat diangkat menjadi CPNS dan belum terakomodasi dalam PP No.48 Tahun 2005 terkait dengan masa kerja sebagai guru kontrak yang dibayarkan oleh APBN, sementara mereka memenuhi persyaratan minimal masa kerja berdasarkan PP No.43 tahun 2007.“Data tenaga honorer guru kontrak tersebut telah terhimpun dalam database Kementerian Agama,” ucap Menag. Data tersebut meliputi nama, tempat/tanggal lahir, tempat bertugas, jenis kelamin, pendidikan, Kabupaten/Kota dan provinsi.Menag menambahkan, dalam upaya mengakomodasi pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS, telah dilakukan rapat kerja dengan DPR-RI dan koordinasi antar instansi pemerintah di bawaah koordinasi Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi. Penyelesaian SETIAMenyangkut penyelesaian jangka panjang masalah Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA), kata Menag, sesuai kesepakatan Pimpinan SETIA, Pemda DKI Jakarta dan Kementerian Agama, akan dilakukan relokasi kampus SETIA ke komplek Harvest Cikarang, Bekasi. Pembangunan kampus akan dibiayai dengan hasil penggantian kampus lama oleh Pemda DKI Jakarta.Menag mengatakan, sesuai hasil kesepakatan rapat Pimpinan SETIA, Pemda DKI Jakarta dan Kementerian Agama yang berlangsung 3 November 2009, selama proses penyelesaian perpindahan kampus, SETIA tidak diperkenankan menerima mahasiswa baru sampai kampus baru dapat dipergunakan.Mahasiswa SETIA Program Studi S1 Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (PAK), kata Menag, dan Program Studi S2 PAK dapat menyelesaikan program studi (phasing out) sesuai peraturan akademik.Selama dalam proses menunggu memiliki kampus baru, SETIA Jakarta melaksanakan proses perkuliahan di Montega Perum Kalideres Permai. (ts)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.190245 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 952995
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.