Selasa, 1 Februari 2011, 12:00 –
Sekjen Kemenag RI di Kanwil Sumbar

Padang, Humas

Sekjen Kementrian Agama RI Bahrul Hayat, Ph.D tegaskan, setiap guru di madrasah/sekolah terhadap siswanya mengucapkan kata-kata ‘’kamu bodoh’’ dan pimpinan di kantor terhadap anak buahnya dengan ungkapan yang sama. Harus diyakini kalau itu adalah ungkapan yang bisa menjadikan diri sianak itu akan betul-betul bodoh.

“”Mulai saat ini buang jauh pernyataan tersebut, kalau kita betul-betul menginginkan siswa menjadi baik dan pintar utamanya di sekolah. Begitu juga terhadap bawahan di kantor, pernyataan yang sama juga diucapkan setiap hari. Indikasinya kalau budaya itu dilestarikan maka bisa menjadikan anak buah itu bakal betul-betul akan tidak mampu.

Harus disadari kegagalan it bukan saja dialami si-sanak buah tadi, tapi yang lebih gagal lagi adalah pimpinan itu sendiri,,’’terangnya ketika berdialog dan bersilaturrahmi dengan pegawai dijajaran Kanwil Kemenag Sumbar dan Kemenag Kab/Kota se-Sumbar, Selasa (1/2).

Sekjen didampingi Kakanwil H. Darwas, Kabag TU Salman serta para Kabid dan pembimas, juga menjelaskan kalau kita ini setelah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementrian Agama yang dibutuhkan adalah pengorbanan disbanding di kementrian lainnya. “”Mengapa saya katakan penuh perngorbanan alasannya, kita di Kemenag ini punya tugas, pertama, sebagai penyampai wahyu menjadikan umat Islam berakhlak mulia dan menuju insan yang kamil sekaligus menjadi pencetak kader intelektual di tingkat dasar hingga menengah.

Kedua, tugas kita di Kementrian Agama, dalam menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing, misalnya untuk Islam harus tercipta muslim yang kaffah atau semprna, sedangkan bagi agama Kristen menjadi kristiani sejati.

“”Tidak hanya sampai di situ saja, ajaran yang dijalankan betul-betul menanamkan kepribadian yang sungguh dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena dalam agama itu banyak perberdaan maka kerangka NKRI harus menjadi pedoman utama demi keutuhan bangsa menuju kerukunan umat beragama yang harmonis. Dan yang ketiga, adalah memberikan pelayanan pendidikan bidang agama yang disejalankan dengan nilai-nilai pendidikan keagamaan. “”Dalam bidang ini, pelaku harus memiliki sikap professional dan proporsional,’’katanya. (Nal)

Tek fotoHADIRI RAKER—Sekjen Kemenag RI Bahrul Hayat, Ph.D, berjalan bersama dengan Kakanwil Kemenag Sumbar Darwas, sekaligus menghadiri raker Kemang Sumbar, Selasa (1/2) di aula kantor setempat. Oafrinal aliman

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.182809 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 951334
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.