Jumat, 16 April 2010, 11:00 –
PEMILIHAN KUA TELADAN BUKAN SISTEM “PENUNJUKAN LANGSUNG”

PEMILIHAN KUA TELADAN BUKAN SISTEMPENUNJUKAN LANGSUNG”

Penilaian KUA sebagai unit percontohan/teladan merupakan sebuah program nasional Kementerian Agama dan ajang prestasi yang mampu memicu semangat seluruh unsur yang ada dalam KUA Kecamatan. Dengan adanya penilain ini akan meningkatkan kinerja KUA sebagai pelayan masyarakat terutama pelayanan Nikah dan Rujuk. Untuk pencapaian hasil yang maksimal maka penilaiannya dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Kab/Kota, provinsi dan nasional. Oleh karenanya sangat mustahil bila KUA yang di utus ke tingkat Provinsi maupun Nasional di tunjuk secara langsung oleh Ka. Kanmenag Kab/Kota tanpa adanya penilaian dan observasi lapangan karena setiap kankemenag harus melaporkan berita acara penilaian.Untuk menjadi KUA sebagai unit percontohan/teladan, tentu ada beberapa konsekwensi dan kriteria yang harus dipenuhi, hal ini tertera dalam lampiran keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor : DJ.II/210 tahun 2010 tentang pedoman penilaian KUA. “Menjabat KA. KUA minimal 1 tahun, sehat jasmani dan rohani, belum pernah manjadi pemenang pada penilaian tahun sebelumnya”, merupakan beberapa syarat yang tertera dalam keputusan tersebut.Tentunya ini bukan syarat mutlak untuk bisa menjadi pemenang, Namun ada hal lain yang lebih dprioritaskan, “KUA Kecamatan harus bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat baik itu pelayanan tentang pernikahan, bimbingan suscatin, pembinaan keagamaan, bimbingan manasik haji, maupun konsultasi keagamaan lainnya”, hal ini diungkapkan Abrar Munanda, M. Ag, Kasi Kepenghuluan Bidang Urais Kanwil Kemenag Sumbar.Abrar yang dulunya pernah menjabat Ka. KUA menambahkan, disamping pelayanan yang baik, sebuah kantor KUA harus memiliki data yang lengkap dan menempelkanya pada papan data sehingga orang yang berkunjung ke kantor KUA bisa melihat sesuatu yang mungkin mereka sangat butuhkan, misalnya biaya nikah, data masjid dan lain sebagainya. Kelengkapan data ini dapat diketahui tim penilai dengan melakukan observasi ke Kantor KUA tersebut. Hal ini tentu bukan penentu utama untuk menjadi KUA teladan.“Setelah dilakukan penilaian lapangan, tim penilai akan melakukan penilaian performance terhadap Kepala KUA, mulai dari tes tertulis, wawancara, membaca kitab kuning, membaca Al-qur’an dan khutbah nikah. Penilain performance ini memiliki bobot yang sangat tinggi, dan bisa menjadi puncak dari penilaian” imbuhnya.Dengan Adanya penilaian KUA sebagai unit percontohan/teladan ini akan meningkatkan pelayanan Kementerian Agama di tengah-tengah masyarakat dan mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat Nasional, seperti yang telah diraih KUA Teladan tahun 2009 yang berasal dari Kec. IV Angkek Kab. Agam. Amin.

Penilaian KUA Teladan Tingkat Sumbar di mulai Awal Mei Saat ini Bidang Urais Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat sedang mempersiapkan penilaian KUA teladan tingkat Sumatera Barat, mulai dari pembentukan panitia, pembentukan tim penilai dan penyusunan jadwal. Ketika panitia melakukan penyusunan jadwal, panitia mulai kesulitan karena sampai hari ini masih banyak Kantor Kementerian Agama Kab/Kota yang belum mengirimkan profil KUA kepada panitia. Sementara profil tersebut merupakan komponen pertama yang akan dinilai oleh tim, disamping itu akan memudahkan panitia dalam penyusunan jadwal kunjungan. Risna Yanti, S.Sos.I (Pegawai Bidang Urais Kanwil Kemenag Sumbar)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.205879 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 949385
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.