Logo
Jauhi Sikap Sombong - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Jauhi Sikap Sombong

afrinal Kamis 04, September 2014 | 09:32:09 wib

Padang, Inmas -Wakil Rektor III IAIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. H. Asasriwarni, MH, ingatkan 10 orang dosen dan pegawai IAIN yang berangkat menunaikan ibadah haji tahun 1435 H / 2014 M untuk menjauhi sikap sombong dan meremehkan persoalan ibadah haji selama berada di Tanah Suci Makkah dan Madinah.Banyak contoh dan pengalaman jemaah haji di tanah suci serta setelah pulang dari beribadah ceritanya aneh-aneh. Sebagian ada yang tidak peduli dengan jemaah yang satu kloter. Dan menganggap serba tahu areal Makkah dan sekitarnya.

Namun apa yang terjadi, kesombongan itu berbuah mudarat dan kesesatan hingga tidak tahu lagi dimana tempat menginapnya.“Itulah sekilas pengalaman bagi sebagian jemaah haji kita akibat kesombongannya tadi. Pengalaman itu wajar diambil intinya. Agar kita terhindar pula dari kejadian sejak proses masuk asrama saat akan berangkat, selama berada di tanah suci dan kembali lagi ke tanah air, untuk selalu membudayakan sikap santun dan tawaduk”, ujar asasriwarni.Ibadah haji itu adalah ibadah fisik dan perlu perjuangan. Kesehatan menjadi kunci utama untuk melaksanakan ibadah wajib, rukun dan sunnah haji. Harus pula setiap pribadi kita membarenginya dengan rasa tulus ikhlas saat kita menunaikan ibadah.  

Khusus kepada petugas yang diamanahi pemerintah sebagai petugas kloter dari IAIN seperti TPHI dan TPIHI, bangun sifat rendah hati dan suka memberikan pertolongan secara ikhlas.

“Biasakan menyapa jemaah saat istirahat di hotel dan menanyakan kesehatannya. Itu semua menjadi obat mujarab bagi jemaah. Mungkin ada yang sedang sakit ketika sudah mendapat perhatian dari petugas akan segera sembuh”, ingat Guru Besar Fakultas Syariah.Hal lainnya yang perlu juga menjadi perhatian setiap JCH,   rangkaian ibadah harus  dilaksanakan secara sempurna sesuai tuntutan yang berlaku. Perbanyaklah bertobat dan  teruslah berdo’a agar kita dalam lindunganNya sehingga kita termasuk umat pilihan dan diberikan predikat haji mabrur.

“Haji mabrur itu balasannya adalah sorga,’’terangnya.Dr. Firdaus, M.Ag, yang juga Dekan Fakultas Adab & Humaniora salah seorang perwakilan jemaah mengatakan, sesungguhnya pergi menunaikan ibadah haji yang didapatkan oleh keluarga besar berasal dari IAIN dikategorikan nikmat terbesar dari Allah swt. Karena, saat ini semua kita tahu bahwa sangat banyak CJH yang masuk waiting list hingga 10 tahun lebih.Tapi, kita harus menyadari kalau semua itu adalah kuasanya Allah kepada hambanya. Pasti ada hikmah dibalik kekuasaanNya itu. Pada sisi lain, katanya, selaku manusia biasa mewakili teman-teman yang akan berangkat tahun ini karena akan melaksanakan ibadah haji, kami ingin pergi nyaman dan terbebas dari segal dosa dan umpatan.

Khilaf adalah sifatnya seorang manusia. Akibat kekhilafan itu pula, tentunya bagi keluarga besar IAIN Imam Bonjol Padang, mohon dibukakan dan diberikan pintu maaf.

“Kami ingi pergi beribadah ke tanah suci dengan hati yang suci dan bersih sehingga suatu saat ini teman-teman lainnya bisa mengikuti langkah kami,’’sebutnya.  (afrinal aliman)|DW

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW