Logo
MQK Berakhir, Agam Juara Umum - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

MQK Berakhir, Agam Juara Umum

Admin Sumbar Jumat 24, Juni 2011 | 04:00:00 wib

MQK DITUTUP Kafilah Agam Juara Umum Padang, Humas Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional Tingkat Propinsi Sumbar ke-IV, Jumat (24/6) resmi ditutup Kakanwil Kemenag Sumbar Drs.H. Darwas, dipelataran parkir kantor setempat. Tampil sebagai juara umum kafilah Kabupaten Agam dengan 15 emas, 10 perak dan 7 perunggu. Urutan kedua dan ketiga ditempati Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang masing-masing 12 emas, 9 perak, 7 perunggu serta 7 emas, 8 perak dan 10 perunggu. Kepada juara umum Kakanwil H. Darwas kepada Kakan. Kemenag Agam diwakili Kasi Pekapontren Drs. Damniryus menerima tropi juara umum. Kepada wartawan mengaku, kalau saya hanya bisa berwakil kepada Kasi Pontren. Karena, pada hari yang sama, sebut Kakan. Kemenag Agam H. Yetrizal Khatib, sedang berlangsung MTQ antar panti asuhan se-Sumbar di Kota Bukittinggi. Turut mendampingi Kabid Pekapontren yang juga ketua panitia pelaksana H. Haryadi, Z, Kabag Tu Salman, MM dan para Kabid dan Kakan. Kemenag Kab/Kota se-Sumbar. Juara empat hingga sepuluh besar direbut kafilah asal Kabupaten Tanah Datar, 7 emas, 2 perak, 2 perunggu. Disusul Kota Padang Panjang 3 emas, 4 perak, 2 perunggu. Untuk Kabupaten Solok Selatan, 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu, Kabupaten Pasaman Barat 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Kabupaten Dharmasraya 1 perak 1 perunggu dan Kabupaten Lima Puluh Kota 3 perunggu serta Kota Payakumbuh hanya 1 perak. Kakanwil Kemenag H. Darwas ketika menutup acara MQK tersebut menyebutkan, kalau Ponpes di Ranahminang ini adalah anak kandungnya Kanwil Kemenag Sumbar. Untuk itu, anak kandung itu pasti selalu mendapat perhatian utama untuk kemajuannya di masa datang. Dalam kajian Islam sebutnya, cirikhas membaca kitab gundul adalah milik santri diponpes. Dan yang mampu menterjemahkan qur’an itu juga santri karena kitab suci qur’an itu berasal dari bahasa Arab. Orang yang mampu membaca kitab kuning itu, dikatakan akan punya nilai lebih dibanding sumber ilmu lainnya. Agar ponpes ini selalu berkembang, maka kata kuncinya kepada pimpinan pondok saya sarankan untuk mendekati dan membangun komunikasi intens dengan pemerintah serta selalu bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat. Perhatian lain yang telah diberikan pemerintah bagi santriwan/ti berprestasi diberbagai bidang studi, ada jalur yang kita pakai untuk alumninya. Salah satunya, pemerintah memberikan pendidikan gratis bagi S-1 hingga tamat. Jalurnya adalah melalu penerimaan beasiswa santri berprestasi (PBSB). Tahun sebelumnya telah dididik sebanyak 16 orang diberbagai perguruan tinggi negeri (PTN) favorit. Tahun akademik 2010/2011 sudah pula diterima santri asal Sumbar sebanyak 12 orang. Atas prestasi tersebut kita patut mengucapkan syukur. Alhamdulillah,’’kata Darwas. Menyikapi persiapan kaflah untuk MQKN ke-4 di NTB Juli mendatang, Kabid Pekapontren H. Haryadi, menyebutkan, kalau pihaknya optimis bisa bersaing dengan hasil MQK ditingkat Sumbar tahun ini. “”Kita sudah punya segudang nama dan kafilah ayang akan membela nama Sumbar dikancah nasional. Khusus diajang kali ini tentunya, bagi kafilah yang belum mampu meraih medali pada MQK ke-4 ini, kiranya tidak berkecil hati. Masih ada harapan dan peluang dimasa datang,’’katanya. (nal) Tek foto JUARA UMUM—Kakanwil Kemenag Sumbar H. Darwas didampingi Kabid Pekapontren H. Haryadi, Z, mengangkat tropi bersama Kakan. Kemenag Agam diwakili Kasi Pekapontren Damniryus yang dinobatkan sebagai juara umum, usai penutupan MQK Nasional ke-4 tingkat Sumbar, Jumat (24/6) di pelataran parkir kanwil. Oafrinal aliman

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW