Logo
Musyda MUI Pasaman, Ka Kemenag Ingatkan Perannya - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Musyda MUI Pasaman, Ka Kemenag Ingatkan Perannya

pasaman Selasa 21, Februari 2017 | 14:56:07 wib

Pasaman, (Inmas) – Andil dalam mewujudkan masyarakat Pasaman yang agamis, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman menggelar musyawarah daerah (Musyda) ke III.

Disela-sela musyda yang berlangsung di gedung pertemuan STAI YDI Lubuk Sikaping Selasa (21/2), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman H. Abdel Haq mengingatkan peranan dan tujuannya sebagai organisasi para ulama di ranah ini.

Dikatakannya, MUI adalah organisasi para ulama waratsatul anbiya yang memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal perjalanan umat Islam dan bangsa Indonesia ke depan khususnya masyarakat Pasaman menuju baldatun thayyibatun warabbun ghafur.

MUI memiliki tujuan untuk terwujudnya masyarakat yang berkualitas (khaira ummah) dan daerah yang aman, damai, adil dan makmur rohaniah dan jasmaniah yang diridhai Allah SWT sebagaimana yang diinginkan pemerintah daerah Pasaman ini tertuang dalam visinya mewujudkan masyarakat yang sejahtera, agamis dan berbudaya.

Katanya kembali, MUI juga dapat melahirkan kader-kader ulama, muballigh, ustadz yang berkualitas untuk membawa ranah ini ke arah yang lebih baik. Maka itu, perlu melakukan pembinaan-pembinaan yang dapat meningkatkan sumber daya manusia dan ilmu agama para pencerah umat itu.

Abdel juga mengingatkan, MUI sebagai wadah yang berfungsi sebagai tempat musyawarah pada ulama, zuama dan cendekiawan muslim dalam mengayomi umat dan mengembangkan kehidupan yang Islami. Ia juga turut serta membantu pemerintah dalam mewujudkan program keagamaan yang dapat membawa umat di Pasaman saiyo itu taat kepada perintah Allah SWT.

"Namun MUI harus mandiri, melepas diri dari keberpihakan dalam dunia politik", tukasnya.

Sementara, Ketua MUI H. A. Effendi Sanusi mengatakan disamping melakukan musyawarah guna membahas beragam persoalan umat yang berkembang akhir-akhir ini juga melakukan pemilihan pengurus baru. Dimana kepengurusan saat ini telah berakhir masa bhaktinya tahun kemarin yakni 2010-2015.

Effendi juga menyampaikan agar pengurus MUI memiliki ilmu pengetahuan keagamaan yang mendalam yang membedakannya dengan masyarakat biasa. Dengan ilmu pengetahuannya yang mendalam disertai dengan ketakwaannya yang tinggi, ulama akan menjadi tempat bertanya masyarakat dalam berbagai macam bidang kehidupan.

"Semoga pengurus yang baru nantinya dapat lebih meningkatkan ketaqwaan dan keimanan masyarakat serta daerah Pasaman yang agamis", tekannya.

Hadir dalam Musyda MUI Pasaman Ketua MUI Provinsi Sumatera Barat H. Guslizar Gazahar, Lc, Bupati Pasaman yang diwakili staf ahlinya H. Hermanto. (abie78|Ef)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW