Logo
PENGURUS PUSTAKA MASJID DI BINA & DILATIH - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

PENGURUS PUSTAKA MASJID DI BINA & DILATIH

Admin Sumbar Senin 11, Oktober 2010 | 11:00:00 wib

Tanjung Pati, Oktober 2010 Memakmurkan masjid adalah kewajiban dan hal utama bagi umat Islam, karena masjid adalah rumah Allah SWT. Siapa yang ingin dekat dengan Allah maka seringlah mengunjungi rumah Nya. Membuat orang supaya tertarik untukmengunjungi masjid adalah hal utama pula untuk diperhatikan oleh yang terkait. Apalagi pada kondisi sekarang menunjukkan bahwa masjid tidak lagi menjadi hal yang utama diperhatikan oleh umaty Islam untuk dihadiri, terbukti banyak masjid yang lengang dari jama’ah. Hal lain adalah adanya ketidak seimbangan dalam perhatian kepada masjid.Pada bahagian pembangunan fisik sebahagian masjid justru mendapat perhatian lebih, namun tidak berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah jama’ah. Memakmurkan masjid adalah tanda dari keimanan, maka segala upaya untuk memakmurkannya harus di tingkatkan. Di Lima Puluh Kota perhatian itu ditunjukkan dengan pembinaan kepada pustaka masjid. Setelah sebelumnya di berikan motivasi atau dorongan agar pengurus dan jama’ah membuat atau mendirikan pustaka masjid, maka tahun ini bagi masjid yang telah mendirikan pustaka masjid di adakan pembinaan kepada pengurus, sehingga mengerti cara mengelola pustaka masjid. Salah seorang peserta dari Kecamaatan Lareh Sago Halaban menyampaikan bahwa ia sangat berterima kasih diadakan kegiatan ini karena ia sudah membeli buku-buku untuk mushalla sejak lama dan sudah didirikannya pustaka, namun belum bisa mengelola nya secara baik. Maka dengan adanya peklatihan ini ia sangat berbesar hati sebab ia mendapat ilmu dan keterampilan tentang bagaimana mengelola pustaka masjid. Dalamkegiatan yang diikuti 40 orang peserta tersebut di buka oleh Bupati Lima Puluh Kota yang di wakili Kabag Kesra, Drs. Idarussalam. Dalam sambutannya ia menyampiakan bahwa keberadaan pustaka masjid sangat penting karena dengannya masyarakat akan dicerdaskan terutama aspek spritual dan emosionalnya, kalau di sekolah tentunya lebih mengarah kepada aspek intelektualnya. Namun kalau selama ini keberadaan puataka masjid belum optimal, mungkin di antara sebabnya kurangnya layanan pemerintah, atau pengurus masjid yang belum perhatian atau jama’ah/ masyarakat itu sendiri yang tidak peduli, kurang tertarik untuk memanfaatkan pustaka yang sudah ada. Maka segala sebab kemungkinan itu dicarikan pendekatannya sehingga ke depan keberadaan pustaka masjid menjadi sesuatu jawaban alternatif terhadap segala persoalan keumatan. Hadir sebagai nara sumber; dari Kantor Pustaka dan Arsip tentang ilmu kepustakaan, praktisi pustaka masjid yang pernah menjadi juara III tingkat Sumatera Barat dan dari Kemenag Lima Puluh Kota. Pada bahagian akhir dalam pesan dan kesan, peserta mengharapkan adanya tambahan ilmu seperti ini sehingga Lima Puluh Kota yang pernah dicanangkan sebagai Kabupaten Baca dapat terwujud, bukan hanya angan-angan tetapi betul-betul menjadi cita-cita. Semoga (Sfj) Ket Foto : Kabag Kesra sedang memberi sambutan & membuka acara

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW