Logo
MTsN Model Padang Raih Penghargaan Adi Wiyata - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

MTsN Model Padang Raih Penghargaan Adi Wiyata

Admin Sumbar Minggu 05, Juni 2011 | 11:00:00 wib

Padang, Humas Konsep dan terwujudnya lingkungan bersih dan indah mengantarkan Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Gunung Pangilun Kota Padang dengan luas lingkungan 10.000 M, menjadi madrasah tingkat pertama di Indonesia mendapatkan Penghargaan Adi Wiyata dari Kementrian Linngkungan Hidup RI. Sebuah penghargaan yang luar biasa bagi criteria sekolah yang peduli dan berwawasan lingkungan. Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Prof. Dr.Ir. Gusti Muhammad Hatta- pun menetapkan MTsN Model ini sebagai penerima Adi Wiyata tahun ini dari ribuan sekolah/madrasah tingkat dasar hingga menengah atas dan aliyah se-Indonesia. Program ini adalah salah satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Menurut Kakanwil Kemenag Sumbar Drs.H. Darwas kepada wartawan didampingi Kakan. Kemenag Kota Padang H. Syamsul Bahri, MM, dan Kepala MTsN Drs. Arkhi Meinhardi, MM ada beberapa proses yang harus dilalui untuk mendapatkan predikat tersebut. Pada tahun pertama baru disebut calon model Adi Wiyata kemudian tahun kedua menjadi Adi Wiyata jika sudah empat tahun disebut Adi Wiyata Mandiri atau Kencana. Tahun lalu baru model, tahun ini sudah Adi Wiyata 100 persen, ‘’ungkapnya Secara tekhnis, menurut Darwas, ada beberapa penilaian layak-tidaknya sebuah madrasah atau sekolah bisa memperoleh penghargaan, pertama, dilihat dari kondisi fisik bangunan sebesar 10 persen kemudian 40 persen dari kebijakan kepala madrasah, visi, misi, tata tertib, dan komitmen terhadap lingkungan dengan pembelajaran. Sebesar 30 persen kurikulum pembelajaran harus terintegrasi dengan lingkungan dan memelihara lingkungan, kemudian 20 persen partisipasi dan aksi lingkungan keluar, katanya menjelaskan. Dijelaskan Darwas, perhatian kepala MTsN dengan dukungan Kakan. Kemenag-Nya, selain melakukan penghijauan lingkungan, madrasah ini juga menerapkan edukasi berwawasan lingkungan pada murid-muridnya, diantaranya membuat kompos, daur ulang sampah ataupun kegiatan-kegiatan lain di luar sekolah. Guru-guru di sini berkeyakinan pendidikan tidak hanya mutlak di dalam kelas saja. Alhamdulillah sambung Arkhi Meinhardi, beberapa kompos sudah bisa dipakai untuk pupuk tanaman di lingkungan madrasah ini. “”Hal lain yang ditanamkan sejak dini pada semua anak didik adalah tidak membuang sampah sembarangan. Dan, saat ini murid-murid bisa menjadi polisi bagi dirinya dan teman lainnya. Artinya, kalau ada yang membuang sampah sembarangan akan ditegur oleh teman lainnya, tuturnya. Dalam lingkup kecil kebiasaan ini bisa membuat lingkungan madrasah bersih dari sampah, sedangkan pada lingkup yang lebih besar bisa tercipta sebuah generasi yang peka terhadap lingkungan. Artinya, setiap sifat baik mudah-mudahan pembelajaran bisa menjadi baik, inilah hal yang diyakini,’’katanya..(nal) Tek foto H. Darwas

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW