Logo
Mengenal Nilai Historis Masjid Raya Ganting Padang Dalam Usia 212 Tahun ( Salah Satu Masjid Bersejarah Di Indonesia ) - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Mengenal Nilai Historis Masjid Raya Ganting Padang Dalam Usia 212 Tahun ( Salah Satu Masjid Bersejarah Di Indonesia )

Mira Selasa 18, April 2017 | 09:13:20 wib

Jika kita berbicara tentang Masjid , yang ada dalam pikiran kita, masjid adalah tempat  ibadah semata. Sementara keberadaan dan fungsi mesjid pada dasarnya bukan sekedar tempat ibadah . Ini terlihat  dalam sejarah perkembangan Islam sejak zaman rasul sampai sekarang , mesjid berfungsi selain  tempat ibadah ternyata juga sebagai tempat pembinaan umat , baik   dalam aspek sosial, ekonomi, maupun aspek kehidupan lainnya.

Suamatera Barat dengan budaya Minangkabau mempunyai filosofis yang sangat relegius, “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah  , di halaman ini penulis mencoba memutar  kembali ingatan kita jauh kebelakang ,  untuk menjemput kembali Masjid Bersejarah di Padang yang telah  berdiri semenjak Penjajahan Kolonial Belanda ,  yaitu  Masjid Raya Ganting , Masjid ini terletak di Kelurahan Ganting Parak Gadang Kecamatan Padang Timur Kota Padang,  

Latar belakang berdirinya masjid Ganting

Masjid ini berdiri  atas prakarsa  3 Orang pemuka Masyarakat yakni, Angku Gapuak, Angku Syech Haji Umar, dan Angku Syech Kapalo Koto. Angku Gapuak adalah  seorang  Saudagar di pasar gadang, Angku  Syech Haji Umar adalah seorang Pimpinan Kampung dan Angku Syech Kapalo Koto seorang  Ulama yang cukup berpengaruh. Lengkap sudah Tiga Tali Sapilin, artinya ada kalangan  Saudagar, Pemimpin dan Ulama ,  ide Pembangunan Masjid Raya Ganting  dimulai Tahun 1700 an , Ide ini muncul  pada masa penjajahan kolonial Belanda , saat itu  di Gantiang cuman ada rumah ibadah berbentuk surau surau  ( Mushala ) saja,

Ketiga tokoh tersebut diatas berperan dalam perencanaan pembangunan masjid dengan mengusahakan  Tanah, masyarakat Suku Chaniago  di Gantiang dengan ikhlas menyerahkan sebidang tanah miliknya untuk di Wakafkan ,serta didorong  keinginan yang mendalam dari  masyarakat Ganting untuk memiliki Masjid , maka terujutlah rencana pembangunan masjid tersebut.

Selanjutnya ke 3 Tokoh Ganting itu menghubungi saudagar saudagar di Pasar Gadang untuk mendapatkan dana, dengan maksud yang sama beliau juga menghubungi teman teman mereka di Sibolga , Medan dan Aceh serta melibatkan unsur unsur ulama di Minangkabau, dengan  perjuangan panjang dan didorong oleh semangat  masyarakat maka berdirilah Masjid yang diidam idamkan di Tahun 1805 , dengan ukuran 30 X 30 M , pembangunan Masjid ini penuh dengan lika liku, keringat dan  air mata  ikut serta demi berdirinya masjid , pembangunan didakukan ditengah  Desingan mesiu mesiu senjata tentara kolonial belanda, inilah salah satu penyebab lambatnya pembangunan Masjid, Melihat kesungguhan banyak pihak untuk berdirinya Masjid  , maka salah seorang serdadu Belanda dari Corps Genie berpangkat kapten ikut turun tangan membantu dan sekaligus menyatakan masuk islam , beliau adalah seorang Komandan Genie wilayah Sumatera Barat dan Tapanuli. Berkantor di Jalan Sisingamangaraja sekarang.

Pada Tahun 1810 siaplah Masjid Raya Ganting , dengan keadaan bangunan dalam kondisi darurat . Lantainya hanya dari batu bersusun dan diplaster dengan tanah liat karena semen belum diperoleh. Keadaan seperti ini berlangsung sampai Tahun 1900,  lebih kurang 90 Tahun Masjid ini dimanfaatkan selain  tempat ibadah , juga dimanfaatkan untuk menjalin hubungan silaturrahmi serta membicarakan strategi strategi perang kemerdekaan, Masjid  ini sering juga dimanfaatkan untuk kepentingan kepentingan pemangku adat.

 

Demi kesempurnaan pembangunan Masjid ,  pada Tahun 1900  pembangunan  dilanjutkan , barulah lantai darurat terdahulu diganti dengan ubin  dan memakai semen , lantai dan beberapa dindingnya berangsur angsur memakai bata dan semen , bahan bakunya didatangkan dari daerah Belanda yang di pesan melalui  Jacobson  Van  Denberg , pekerjaan pemasangan ubin langsung ditangani oleh tukang  tukang yang ditunjuk oleh Pabrik ubin tersebut. Pada tahun 1910 selesailah seluruh pemasangan ubinnya.

 

CIRI KHAS BANGUNAN MASJID RAYA GANTING

Berbicara mengenai ciri Khas , masjid Raya Ganting pada tingkat ke 2 dari atap terlihat ukiran yang hingga sekarang masih ada, Ukiran ukiran ini dikerjakan oleh tukang – tukang yang dikirim oleh ulama dari beberapa daerah seperti : Batusangkar , Lima Kaum , Padang Ganting , Ampek Angkek  Canduang , Pasaman , Muara Labuah dan Pesisir Selatan. Jika dilihat oleh yang mengerti tentang seni ukir maka dapatlah menebak bahwa ukiran ukiran ini dikerjakan oleh bermacam macam ahli ukir yang ada  di daerah Sumatera Barat , karena gaya dan seninya mencerminkan daerah masing masing di Sumatera Barat .

 

Pada Tahun 1978 bangunan  dalam Masjid bahagian tengan antara ruangan imam dan makmum dirobah dan dananya diperoleh dari seseorang cina terkaya di Padang saat itu, bahkan pembangunan langsung dikerjakan oleh ahli – ahli pengukir cina,mereka mengukirnya menurut gaya cina, didalam ukirannya tercermin nilai nilai budaya cina, ( Sayangnya sekarang kita tidak dapat lagi melihat ukiran cina ini karena telah dibongkar dan direnovasi sehingga beberapa nilai Historis bangunan ini hilang ),

Ciri Khas yang lain dari Masjid Raya Ganting ini selain perpaduan unsur budaya daerah Minangkabau dan corak ukiran seni budaya cina juga terdapat 25 buah iang Utama penyangga   Masjid, Tiang Penyangga ini  melambangkan 25 orang Rasul serta disetiap  Tiang Penyangga diberi nama mulai dari Nama Nabi Adam As sampai kepada Nabi Muhammad Saw ditulis oleh tulisan arab indah.  

 

 

LINTASAN SEJARAH YANG DILALUI  MASJID  RAYA  GANTING

Zaman Penjajahan           :

Pada Tahun 1918 , para Ulama Minangkabau ( Sumatera Barat ) menjadikan masjid ini tempat musyawarah pertama , memikirkan bagaimana cara  pengembangan agama islam dan segala sesuatu yang berkenaan dengan kehidupan beragama di Minangkabau , selanjutnya pada Tahun 1932 Masjid Raya Ganting mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggara Jambore Hisbul Wathan  se Indonesia, Tahun 1942  Ir. Soekarno  ( Presiden RI  Pertama ) datang ke Padang dari  Bengkulu , disaat itu tentara Jepang menduduki kota Padang, Ir Soekarno  menginap dirumah Umar  Marah  Alamsyah  di belakang Masjid Raya Ganting, selama beliau berada di rumah Umar Marah Alamsyah , Ir.Soekarno menunaikan Shalatnya di Masjid Raya Ganting. Pada masa terbentuknya Laskar Gyugun  dan Heiho, masjid ini juga dimanfaatkan mereka untuk tempat shalat Jum’at , mereka datang ke masjid dengan tertib dan dalam barisan yang teratur, keadaan demikian berlangsung sampai Jepang kalah.

 

Zaman Kemerdekaan:

Tahun 1945 , masjid Raya Ganting sering digunakan untuk rapat – rapat  oleh para pemuda pejuang dalam mengatur strategi perang kemerdekaan. Dengan seringnya masjid ini dipakai untuk rapat oleh para pemuda pejuang, maka tentara sekutu merasa terusik dan akhirnya pecah perang antara pemuda pejuang melawan tentara sekutu disekitar area masjid raya ganting. Tentara sekutu berhasil dipukul mundur dan kalah waktu itu, disisi lain , jenazah jenazah Pemuda pejuang yang wafat dikuburkan dikomplek kuburan dibelakang masjid ini.

             

              Dengan berhasilnya memukul mundur tentara sekutu , rupanya menimbulkan efek positif yang sangat besar artinya bagi perang kemerdekaan di Indonesia, semenjak itu terjalinlah hubungan yang erat antara jamaah ( Masyarakat Ganting ) dengan  tentara sekutu dari India Muslim, mereka bahkan ikut berjuang dengan pemuda dan tentara Indonesia melawan tentara sekutu ( Inggris dan Gurkha ) ,  Tentara India Muslim yang bergabung dengan Pemuda Pejuang ini membocorkan rahasia sekutu dalam penyerangan TKR ( Tentara Keamanan Rakyat ) di Ulu Gadut,dalam peperangan itu Tentara Keamanan Rakyat kembali menang gemilang.

 

              Tahun 1950 sampai sekarang , masjid Raya Ganting sering dikunjungi oleh tokoh – tokoh besar seperti : Presiden ( I ) RI Soekarno dan Wakil Presiden Dr. M . Hatta ,Sri Sultan Hamengkubuwono IX ,  K.H. Ahmad Saigu ,  Jend.Abdul Haris Nasution , Sekretaris Negara Malaysia , Rektor Universitas Al.Azhar Kairo dan banyak lagi yang lainnya.

             

              Inilah sejarah singkat Masjid Raya Ganting , Masjid yang penuh dengan nilai nilai Histori sejarah , masjid kebanggaan yang telah berusia Lanjut ( 212 Tahun ) ,

             

              Sekarang perjalanan  Masjid  penuh sejarah ini telah di estapet kan kepada kita , tanggung jawab kita bersama untuk memelihara , melestarikannya, menghidupkan syiar syiar Islam dan menjaga keaslian bangunannya. Harapan kita semua agar Masjid ini tetap berdiri kokoh dengan syiar syiar islamnya , maka perlu adanya perawatan dan perhatian serius terhadap bangunan Cagar Budaya Religius  ini , agar  anak cucu kita  dapat belajar mendalami kajian kajian Islam dari dalam Masjid  peninggalan leluhurnya .

 

  ( Sumber : Dikutip dari beberapa  sesepuh sekaligus veteran perang kemerdekaan di kel.Ganting Parak Gadang dan Profil Masjid Raya Ganting Padang )

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW