Logo
SLBN Centre Payakumbuh Rangkul PAIF Kemenag dalam Pendidikan Agama Terhadap ABK - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

SLBN Centre Payakumbuh Rangkul PAIF Kemenag dalam Pendidikan Agama Terhadap ABK

payakumbuh Minggu 14, Mei 2017 | 06:57:31 wib

SLBN CENTER Payakumbuh merupakan salah satu dari 7 Pusat Sumber yang ada di Indonesia yang telah berperan aktif mengembangkan Program Pendidikan Inklusi. Sampai saat ini SLB CENTER bersama dengan sekolah-sekolah reguler mencoba untuk memberikan pelayanan yang ramah dan menyenangkan bagi semua anak agar tercapainya proses pendidikan yang lebih berkualitas, berakhlak mulia dan mandiri di Provinsi Sumtera Barat, khusunya di Payakumbuh.

Dengan status terakreditasi “B”, SLB NEGERI CENTER PAYAKUMBUH yang didirikan tahun 2003 dengan NPSN DAN NSS : 10307795 / 282086501005 yang beralamat di Jalan KH. Ahmad Dahlan Balai Betung Kelurahan Ompang Tanah Sirah Kec. Payakumbuh Utara telh memiliki izin operasional  Nomor : KPTS.0786 / I08.6/2006 tanggal 11 Maret 2006 yang diterbitkan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

SLBN Center Payakumbuh memiliki Visi “Terciptanya sekolah ramah anak, peserta didik yang mandiri dan bertakwa”, serta didukung misi Satuan Pendidikan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman dan inklusif, menumbuh kembangkan rasa saling menyayangi, menghargai kepada seluruh warga sekolah, memberikan pelayanan kepada seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang ekonomi dan status sosial, mendorong dan membantu peserta didik mengembangkan potensi dirinya secara optimal, memberikan pelatihan keterampilan kepada peserta didik sebagai bekal untuk hidup mandiri di tengah masyarakat, melaksanakan kegiatan keagamaan terus menerus untuk membina peserta didik agar beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.

Sejarah

Kepedulian pemerintah terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) agar tidak termarginalkan dan pemenuhan pendidikan yang layak terhadap warga negara. Walikota Payakumbuh (Josrizal Zain-saat itu) dengan kepala Diknas (Ja’far Abas-saat itu), mencoba mencari solusi untuk wujudkan program prioritas ini. Setelah terjadinya kesepakatan antara Pendidikan Luar Biasa Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh untuk mengembangkan fungsi dan peran SLB di Payakumbuh secara bersama-sama, dengan nama SLBN Center Payakumbuh.

SLBN Center Payakumbuh berdiri pada tanggal 28 April 2003, Pemerintah Kota Payakumbuh menempatkan CENTER Payakumbuh di lokasi bekas SDN 07 Kubu Gadang Payakumbuh Utara dengan luas tanah 1.500 m2. Kemudian dengan adanya upaya untuk pengembangan SLBN CENTER Payakumbuh, agar bisa berperan sebagai “Resource Center” yang representatif maka Pemerintah Kota Payakumbuh membuat perencanaan untuk lokasi sekolah yang lebih permanen dan luas disediakanlah satu lokasi yang sangat memadai, yaitu di daerah Balai Betung Talawi Kelurahan Ompang Tanah Sirah Kecamatan Payakumbuh Utara dengan luas tanah 10.000 m2.

Oleh sebab itu lokasi yang telah diberikan oleh PEMKO Payakumbuh itu, dibangun oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dengan bangunan awal berupa beberapa ruangan yang dapat digunakan untuk proses kegiatan institusi Pendidikan.

Pada tahun 2005 SLB CENTER Payakumbuh dijadikan sebagai tempat kegiatan “Symposium International” tepatnya tanggal 26 – 29 September 2005 yang dihadiri oleh 32 negara dari 5 Benua. Pada saat itu juga gedung dan lokasi SLB CENTER di Jalan KH. Ahmad Dahlan Kelurahan Ompang Tanah Sirah Kecamatan Payakumbuh Utara, resmi digunakan sebagai Pusat Sumber Pelayanan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus ( ABK ).

Gambaran umum

Atas Kepercayaan  Pemerintah Kota Payakumbuh, Walikota melantik Dewi Marza, S.Pd sebagai kepala pertama SLBN Center Payakumbuh tahun 2003. Dewi Marza berdomisili di Kelurahan Sicincin Kec. Payakumbuh Timur. Wanita enerjik kelahirah Padang 21 Agustus 1965 yang berakademik kesarjaan teknologi pendidikan tahun 2006 ini mulai menjalankan tugasnya secara estafet bersama tim sosialisasi dan pengembangan, majlis guru, tenaga administrasi dan masyarakat yang didukung penuh oleh pemko Payakumbuh melalui dinas pendidikan. Dan yang tak terlupa, Dewi Marza juga sangat didukung oleh suaminya Elfi Joni bersama 3 orang anak kesayangannya.

Sebelum menjabat sebagai kepala SLBN Center Paayakumbuh, Dewi Marza sudah pernah mengikuti Lokakarya Evaluasi Proyek Kerjasama Indonesia – Norwegia pada tahun 2001. Sejak memimpin, Dewi Marza yang berperan sebagai guru juga sebagai manager, mulai menyibukkan diri secara bersama menjalankan fungsi dan peran SLBN Center. Untuk menyempurnakan tugas sebagai kepala sekolah, pemko Payakumbuh sengaja mengutus Dewi Marza mengikuti berbagai pelatihan, pendidikan, workshop, lokakarya, seminar, TOT, simposium, konfrensi dan pertemuan yang diselenggarakan secara nasional mauppun internasional di dalam dan luar negeri.

Dengan banyaknya mengikuti dan menimba ilmu, saat ini Dewi Marza sudah mendapatkan berbagai penghargaan sebagai wanita yang peduli pendidikan inklusi. Bersama Waliikota Josrizal Zein (saat itu), Dewi Marza juga telah menerima penghargaan sebagai tokoh pemerhati pendidikan inklusi.

Yang kemudin dilanjutkan dengan penghargaan yang diterimanya bersama Walikota dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan Muhammad Nuh, pada tanggal 2 September 2012, serta Walikota Payakumbuh Riza Falepi juga menerima penghargaan MDGs  dan Bung Hatta Awards tahun 2013 sebagai kepala daerah yang peduli dan menyelenggarakan pendidikan inklusi didaerah.

Atas prestasinya, Walikota Payakumbuh Riza Falepi juga memberikan reward sebuah mobil dinas  untuk SLBN Center dalam menunjang kelancaran pelaksananaan penyelenggaraan pendidikan di SLBN Center Payakumbuh. Selain berkoordinasi secara internal di jajaran Diknas pendidikan, Dewi Marza juga giat berkoordinasi dengan lembaga vertikal yang menyelenggarakan pendidikan seperti Kankemenag Kota Payakumbuh dan pihak swasta yang menyelenggarakan pendidikan, dan SLB  yang tersebar di Payakumbuh bersama Dewan Pendidikan.

Berikut penghargaan yang pernah diterima Dewi Marza selama memimpin SLBN Center Payakumbuh :

  1. Guru Berprestasi tahun 2005 dari Walikota Payakumbuh
  2. Penghargaan Pendidikan Inklusif tahun 2012 dari Menteri Pendidikan Nasional
  3. Nominator The Most Inspiring Women Awards tahun 2013 dari Anugrah Prestasi Insani
  4. Kepala Sekolah Berprestasi Tk Kota Payakumbuh ( Juara I ) tahun 2015 dari Walikota
  5. Kepala Sekolah Berprestasi TK Provinsi ( Juara 2 ) tahun 2015 dari Gubernur Sumbar

Dijumpai di ruang kerjanya Sabtu (06/05), Dewi Marza yang dikenal ramah oleh masyarakat sekitar SLBN Center inii menjelaskan bahwa “ Semua manusia itu kodratnya normal,namun ada yang memiliki keterbatasan”, ucap Instruktur PLB nasional ini.

Untuk itulah pemerintah menyelenggarakan pendidikan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus dan inklusi, sekolah reguler wajib menerima dan menyelenggarak serta menerima siswa inklusi. Di sekolah reguler semua siswa akan doidata berdasarkan Dapodik, tappi untul SLB yidak bisa semuanya harus berdasarkan data tersebut, disebabkan siswa atau ABK yang kita didik disini ada usianya yang mulai lanjut. Terkadang ada yang menurut semestinya sudah menjadi seorang ayah atau ibu, namun karena tergolong ABK, kelas dan usianya tidak bisa didata dengan Dapodik.

“Saat ini di SLBN Center kita menyelenggarakan pemndidikan ABK terhadap Tuna netra, tuna Grahita, Tuna daksa dn tunarungu, yang tergabung dalam 3 tingkatan yaitu SD, SLTP dan SLTA yang dibina bersama dengan 25 guru dan pegawai yang 50 % diantaranya sudah Sarja na PLB. Tahun ajaran 2016/2017 ini kita memiliki 67 siswa yang belajar dengan 15 rombel pendukung  dan kantor baru ini dibangun dari dana Dirjen PKLK tahun 2014, saat ini kita sudah memiliki sarana keagamaan berupa mushalla yang berasal dari CSR BNI thun 2015, untuk sarana melaksanakan shalat berjamaah, belajar mengaji praktek wudu’, belajar al quran, hafalan, yang bekerjasama dengan Penyuluh Agama dari Kankemenag Kota Payakumbuh bernama Kornita Sofia. Mulai tahun 2017 kita sekarang berinduk ke diknas provinsi sesuai UU no 23 tahun 2014, dengan tidak mengkesampingkan koordinasi di Kot Payakumbuh. Karena kita dan murid adalah bersekolah di SLBN  Center Payakumbuh”, sampulnya

Mendidik ABK

Dalam mendidik ABK ini, kita dituntut punya hati, berpsikologi sabar, penyayang, penyanjung, karena siswa ABK butuh kasih sayang, butuh pujian dan sanjungan, mereka tahu dan sadar dengan kebutuhan khusus yang mereka bawa berasal dari Allh SWT. Tapi mereka memiliki sikap jujur, rasa simptik. “Mengajar siswa ABK gampang gampang susah, namun mereka hebat kok, contohnya ABK tuna rungu, walau mereka keterbatasan tapi daya ingat dan pandangnya sangat tajam untuk maju. Tunanetra, memiliki daya ingat tajam, selagi yang mereka butuhkan tidak berpindh objek”, ucap Dewi.

Untuk itu kita harus melakukan pendekatan psikologi,kasih sayang, perlu pendidikan visual karen mereka sering bosan mendengarkan tutor, paling lama mereka tahan mendengrakan tutor 1/2 jam, kemudian mereka buat permaian menyenangkan sendirinya. Mereka sering malas membaca tapi rajin menyimak, ubahlah pola mengajar dengan mendikte atau dengan video visual melalui MP3 dan MP4, mereka pasti senang. Jangan marahi mereka di depan teman-teman, PBM umum usahakan mereka tidak tinggal kelas apalagi mengucapkan kata kata BODOH. Itu bukanlah solusi, sambung Dewi.

Untuk memancing motivsi, kami juga telah siapkan berbagai macam reward dan buku pelajaran, dan buah buahan. Kita tidak boleh kasar apalagi main tangan. Para guru harus pandai membaca Intelektul Question, spritual Question, Emotional Question, dll.

SLBN adalah wadah pendidikan yang membuat mereka termotivsi untuk pandai dan mandiri, selain ruang belajar PBM, kita juga punya workshop, labor dan kebun untuk pembinaan keterampilan keahlian kemandirian.

Dipandang secara psikologi dan kasat mata , siswa ABK memiliki kejujuran, serius, rajin, konsentrasi, belajar dari pandangan mata dan raut wajah, kalaupun mereka sesekali jahat spontanitas namun kita tidak boleh mencap serta menjudge secara to the point.

Siswa kita memang tidak sebanyak sekolah reguler, rata- rata pertahun ajaran itu hanya disekitar 60 orang. SLBN Center juga didukung al Qur’an Braile. Serta kita juga telah mencetak buku pelajaran dan buku penunjang dengan operator dan mesin Brile milik sekolah, tambahnya.

SLBN Center Payakumbuh merupakan salah satu penyelenggara pendidikan terhadap ABK yang berada di seputaran Kota Payakumbuh, Kab. 50 Kota dan Sumatera Barat, karena SLBN Center Payakumbuh sudah memiliki standar sesuai standar ketentuan pendidikan khususnya di Dunia Internasional. Kampusnya sudah dipagar, juah dari kebisingan dan asap knalpot. SLBN Center juga sudah menjalin kerjasama dan pertukaran pelajar secara nasional dan internsional, sering menjuarai lomba di tingkat kota, provinsi dan nasionl, dibidnag pendidikan, busana dan keahlia, termasuk kafilah MTQ. Tenaga pengajar dan sarpras juga telah memenuhi standar. Kerjasama yng baik oleh Tri Pusat Pendidikan adalah penunjang yang sangat berarti dalam pencapaian tujuan kemerdekaan dan rahmta Allh SWT.ul

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW