Logo
88 Tahun MTsS/Ponpes Syech Ibrahim Harun Bomban Tiakar Payakumbuh - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

88 Tahun MTsS/Ponpes Syech Ibrahim Harun Bomban Tiakar Payakumbuh

payakumbuh Minggu 14, Mei 2017 | 13:28:56 wib

Mengapa disapa MTs dan Pondok ?. Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Syech Ibrahim Harun merupakan madrasah Tsanawiyah yang saat ini menerapkan dan memakai sistem Pondok Pesantren Kombinasi dijajaran kankemenag Kota Payakumbuh. Lembaga Penyelenggara pendidikan ini terletak di Bomban Kelurahan Tiakar Kec. Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh.

Sejarah singkat pondok SIH

Mengkaji sejarah ini tak terlepas dari daerah administrasi yaitu Payakumbuh (17 Desember 1970). Dulunya bernama madrasah islamiyah yang didirikan Syech Ibrahim Harun tanggal 01 Maret 1929 yang terletak di nagari Tiakar (dulu tergabung ke kecamatan Harau). Masa kejayaannya madrasah islamiyah ini, memiliki sekitar 700-800 santri yang berasal dari dalam dan Luar Sumatera Barat, bahkan hingga ke negeri Jiran Malaysia. Para santri yang belajar dengan sistem halaqah, mereka menempati mesjid dan surau yang ada di nagari ini.

Para buya yang mengajar di Madrasah Islamiyah ini yaitu, H Abdul Madjid, Johari, Engku Mudo Kasimin (Walinagari), Dt. Karuik (Sosial), Nurdin Dt. Pandak, R. Dt, Panduko Marajo (penerangan), D. Dt. Bagindo Said dan para buya lainnya. Sekitar tahun 1932-1933, dibangun ruang belajar dengan atap rumbio. Dalam kecaman, masa penjajahan Jepang (1942) hingga merdeka, madrasah ini pernah mendapaat guru pemerintah.


Tanggal 18 Juni 1967, Buya Syech Ibrahim Harun meninggal dunia, madrasah dipimpin D. Dt. Bagindo Said, pengurus mencoba usul perubahan status untuk negeri, namun belum berhasil dan santri mulai berkurang.

Tanggal 23 Maret 1970, R. Dt. panduko Marajo mendapatkan sinyal bahwa madrasah islamiyah akan berubah status menjadi negeri. Dan tanggal 27 Oktober 1970, kanwil Depag Bahktiar Ilyas resmikan SIH menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) santri kelas IV – VII menjadi siswa MAAIN, dengan kepala H. Nukman Basyir dan santri kelas I-III menjadi siswa MTs, dipimpin D. Dt. Bagindo Said yang kemudian diganti dengan Hermis (PNS)

Pada masa kepemimpinan Hermis 1992-1993, MTs SIH mengalami penurunan drastis, hanya ada 1 atau 2 orang saja siswa baru. Tahun 1998, PBM terhenti serta ruang belajar rusak berat.
Tanggal 17 September 1999, anak almarhum Syech Ibrahim Harun, Yusri Ibrahim Dt. Patiah Nan Mudo selaku ketua yayasan mengundang KAN dan tokoh masyarakat, untuk melakukan musyawarah terkait kelanjutan MTs, dan disepakati Dasrul Fauzi (PNS) sebagai kepala MTsS SIH melanjutkan.

Tanggal 17 Maret 2000, Ponpes MTsS Syech Ibrahim Harun diresmikan kembali operasionalnya oleh Walikota Payakumbuh. Dan tanggal 13 Agustus 2001 keluarlah Piagam Pendirian MTsS No : D/MC/MTsS/03/2001 dengan NSM 212137601007. Dan Pondok Pesantren yang dipimpin H. Zunijar Ibrahim dengan NSPP 500013760004 tahun 2000. Namun saat ini, Ponpes SIH belum memiliki salah satu syarat sebuah pondok yaitu, kiyai atau guru yang mengajarkan kitab standar.

Visi

Mengembangkan potensi dan kemampuan peserta didik menjadi insan yang beriman, berilmu pengetahuan dan teknologi.

Misi
Menjadikan peserta didik yang memahami ajaran islam dan mengamalkannya secara baik, berpengetahuan luas, beriman, dan istiqamah. Menanamkan kemandirian, kreatifitas, siap menghadapi era globalisasi seta seimbang antara kecerdasan IQ, EQ dan SQ.

Fasilitas

Memiliki ruang belajar sesuai Standar Pendidikan Nasional, memiliki pemondokan siswa, memiliki mesjid kampus Al Quds, sarana olahraga, labor agama dan IPA. Memiliki Drumband dan klub qasidah. Kepanduan dibina langsung struktur bersertifikat dan berkompetensi Uchi Sriwahyuni dan Junaidi Riko Putra anggota Kwarcab 14 Payakumbuh.

Gambaran umum

Setelah seremonial perpisahan, saat ini siswa MTsS / Ponpes SIH sekitar 129 orang siswa yang diajar oleh 27 guru tetap dan 7 guru tambahan jam. Saat ini sedang melakukan pengembangan dan penerimaan siswa baru dengan program tambahan Outbondnya, disamping program unggulan madrasah yang bermoto ANL (Akhlak Mulia, Nilai baik dan Lulusan bersaing). Lulusan SIH saat ini mulai bersaing dengan setingkatnya, dan sudah banyak meraih prestasi secara lokal dan nasional.

Kepada para donatur, pengurus dan keluarga besar madrasah islamiyah SIH mengharapkan sangat partisipasi donatur dalam kelancaran pembangunan fisik dan mental peserta didik, serta fisik dan infrastruktur madrasah, lahan sudah ada namun saat ini butuh dana besar dalam membangun.ul

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW