Logo
Pencerahan Guru PAI Melalui Pembinaan - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Pencerahan Guru PAI Melalui Pembinaan

Mira Rabu 17, Mei 2017 | 18:32:32 wib

Padang, (Inmas) - Disela-sela kesibukannya sebagai Kepala Bagian Tata Usaha, Drs.H. Bustari,MM menyempatkan diri membrikan pencerahan kepada Guru Pendidikan Agama Islam melalui kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam pada sekolah Menengah Pertama dan Guru Menengah Atas/Kejuruan  Angkatan III dan IV yang dilaksanakan di Rocky Hotel Padag, Rabu (17/5).

Kegiatan yang diikuti oleh 80 orang peserta yang terdiri dari angkatan III dan IV ini berlangsug hingga Jumat (19/5) mendatang dan diisi oleh narasumber berkompeten yang telah disiapkan Panitia.

Sebelum penyampaian materi oleh Kabag TU peserta telah diberi pencerahan maateri oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam H. Kardinal dan Kasi Pendidikan Agama Islam Tingkat Menengah DR. Jhon Of Rizal One.

Adapun materi yang disampaikan Kardinal adalah Pemberdayaan dan Peranan Guru PAI SMA/K di Sumatera Barat.

Kardinal dalam penyampaikan materi mengatakan “ menempatkan dan menampakkan diri di lembaga pendidikan terkadang sulit”.

“Kenapa Sulit ? Karena dalam menempatkan dan menampakkan tidak bisa dibuat-buat tapi semua gerak-gerik seorang guru langsung jadi contoh apa yang diperbuat oleh seorang guru”, terang Kardinal

Pendidikan Agama Islam hari ini berkontribusi besar terhadap keberagaman dan keberagaman Indonesia di masa depan. Direktorat PAI bertanggung jawab memantapkan keberagaman dan merawat keberagaman.

Strategi mewujudkan PAI yang berkualitas adalah Peningkatan Mutu Guru dan Pengawas, Peningkatan Mutu Sarana dan Sumber Belajar PAI, Menjalin hubungan/Networking dengan Instansi terkait dan Penguatan Regulasi serta Pemantapan Kurikulum.

Kardial memberikan materi pada angkatan IV yakni Guru PAI Tingkat SMA/K sementera di aula terpisah Angkatan III Guru PAI Tingkat SMP diisi materi oleh Kasi Pendidikan Agama Islam Tingkat Menengah DR. Jhon Of Rizal One.

Jhon Of menyampaikan materi dengan judul “ Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Guru PAI“.

Dalam materi, Jhon menguraikan peran seorang guru sangat signifikan dalam proses belajar mengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, dsb.

Tujuh tugas utama guru adalah Pertama,  guru sebagai pendidik. Kedua, guru sebagai pengajar.  Ketiga, guru sebagai pembimbing. Keempat, guru sebagai pengarah. Kelima, guru sebagai pelatih. Keenam, guru sebagai penilai. Ketujuh, guru melakukan evaluasi kegiatan pembelajaran. 

Setelah materi yang disampaikan oleh beberapa narasumber yang berbeda-beda tiba saatnya peserta mendapat materi dari Kabag TU dengan judul materi “koordinasi pelaksanaan tugas dan penguatan guru PAI tahun 2017”.

Dalam Penyampaiannya Kabag menyampaikan Dalam Koordinasi haru saling mengenal lebih dekat dengan lini yang akan dikoordinasikan. Guru PAI harus lebih dekat dengan Bidang PAKIS dan jajarannya, seperti di Bidang PAKIS tidak hanya mengurus PAI tapi juga pondok pesantren.

“Selain sukses PBM, Guru PAI harus punya wawasan apa yang ada disekita kita untuk mempercepat proses koordinasi”, ungkap Bustari.

Selanjutnya Kabag menuturkan Pengembangan  dan pemberdayaan PAI pada Sekolah Umum adalah Memeratakan pelayanan PAI pada Sekolah, Mengembangkan kurikulum dan evaluasi PAI, Meningkatkan kualitas dan kuantitas guru dan Pengawas PAI pada sekolah, Meningkatkan fasilitas PAI pada sekolah, Mengembangkan dan memberdayakan  lembaga PAI pada sekolah, Meningkatkan mutu  siswa bidang PAI dan Mengembangkan minat siswa sekolah mencintai dan  mendalami agama serta Meningkatkan tatakelola PAI.

Diakhir materi Kabag berpesan ,  Guru mesti menjadi teladan, Guru sebagai abu al-ruh (orang tua spiritual) peserta didik dan Guru memiliki misi dakwah. Butuh jihad mendidik sikap keberagamaan peserta didik.(Mira)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW