Logo
Sejarah Berdirinya MTI Pakan Sinayan Koto Nan Ompek Payakumbuh - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Sejarah Berdirinya MTI Pakan Sinayan Koto Nan Ompek Payakumbuh

payakumbuh Rabu 07, Juni 2017 | 15:44:02 wib

Payakumbuh, (Inmas) - Adalah MTI Koto nan Ompek Pakan Sinayan yang terletak di Jalan Soekarno Hatta yang sekarang dikepalai oleh H. Erman Ali, Pada MTI ini diselenggrakan pendidikan setara Tsanawiyah dan Aliyah, namun masih mengutamakan pelajaran qutub yang dibina langsung oleh guru dan buya senior yang memahami kitab kuning yang tidak berbaris kerap disebut kitab gundul

Sejarah singkat

MTI Koto Nan Ompek pakan sinayan didirikan tahun 1928 yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal oleh seorang syech Alwi bin Ibrahim yang lahir sekitar tahun 1878 di  Kubu Gadang dengan ayah Ibrahim seorang ‘alim. Syech Alwi seorang ulama Perti yang mendalami pendidikan surau dengan pendidikan islam tradisional. Syech Alwi juga pernah belajar dengan M. Sa’ad al Khalidi Mungka. Syech Alwi menerapkan pola ajar halaqah disebuah surau di Simarasok, Syech Alawi mengajarkan nahwu dan saraf, fiqih bahasa arab. Kitab yang diajarkan Ajrumiyah (nahwu klasik), Azhari, Qathar untuk keilmuan nahwu, taqrib dan I’anatut Thalibiin. Dalam mendirikan MTI Pakan Sinayan, Syech Alwi dibantu para muridnya yang sudah menamatkan pelajaran surau.

Madrasah ini awalnya terdiri dari kelas 1 s/d kelas 7 dari tahun 1928 -1992. Pada tahun 1992 terjadi perubahan kelas 1 s/d kelas 4 menjadi kelas 1-3 dan tingkat aliyah kelas V s/d kelas VII.

MTI ini pernah mencapai kejayaan ditahun 1938 s/d 1924 dengan muridnya sampai 600 santri yang berasal dari Sumatera Barat dan tetangga, bahkan sampai ke Malaysia. Pada tahun 1943 terjadi kemunduran yang disebabkan perebutan kekuasaan antara pemerintah colonial Belanda dengan Jepang di Indonesia serta diiringi wafatnya Syech Alwi dalam usia 70 tahun .

Setelah buya Alwi wafat, kepengurusan dilanjutkan oleh Buya Zulkarnaini Thaher kerap disapa Buya Kara, murid dari Syech Muhammad Djamil Djaho. Namun kepengurusan ini juga berjalan kurang mulus, bahkan sempat divakumkan.

Pada tahun 1969, atas inisiatif masyarakat setempat, MTI ini kembali dibuka dan dipimpin oleh Buya Syamsuar dan berjalan lancar hingga tahun 1980. Karena mulai tumbuhnya sekolah agama dan sekolah umum, MTI juga sempat ditutup kemebali akibat kurangnya santri. Selama gedung ini kosong, bangunan ini dimanfaatkan Yayasan Nusantara sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan setingkat SLTP dan SMA, yang kemudian berganti nama menjadi pendidikan Tuna Grahita. Disamping itu, bangunan ini juga sempat dipakai warga untuk pertunjukan hiburan yang sangat bertolak belakang dengan tujuan pendirian bangunan ini, dan ini merupakan halangan bagi sebagian ulama untuk kembali menghidupkan perguruan islam ini.

Pada tahun 1992, MTI ini kembali diaktifkan dengan gagasan tokoh masyarakat dengan pengurus cabang Perti kecamatan Payakumbuh Barat. Alhamdulillahmasih bertahan hingga saat ini, dengan status akreditasi B untuk MTs dan Akreditasi C untuk MA.

Sejarah kepemimpinan MTI Pakan Sinayan Koto Nan Ompek

  1. Buya syech Alwi bin Ibrahim dari tahun 1928 s/d tahun  1935 hingga beliau wafat diusia 70 tahun;
  2. Kemudian dilanjutkan Syech Zulkarnaini Thaher (Buya Kara) dari tahun 1935 s/d 1942 dan sempat ditutup pada zaman colonial Belanda dan Jepang;
  3. Dilanjutkan Syech Syamsuar dari tahun 1969 s/d 1980, dan sempat ditutup kembali;
  4. Dilanjutkan Buya Hasanul Hakim dari tahun 1992 s/d 1996;
  5. Dilanjutkan Syech H. M. Nur dari tahun 1996 s/d 1997;
  6. Sekarang dilanjutkan KH. Erman Ali, M.M.Pd dari tahun 1997 hingga saat ini.

Sejarah kepemilikan lahan dan gedung

Tanah seluas 754 M2 adalah dari pendirian gedung ini berasal dari tanah wakaf dari para pendahulu yang keturunannya saat ini sudah punah. Pada awalnya bangunannya semi permanen, dan pada tahun 2000 mendapat bantuan rehab dari Departemen pendidikan dan kebudayaan pusat sebanyak 2 lokal. Dan pada tahun 2001 juga kembali mendapat bantuan 2 lokal dari bantuan yang sama.

Pada tahun 2004, dapat bantuan lagi 1 lokal dari Pemko Payakumbuh melalui dana aspirasi anggota DPRD. Pada tahun 2006 kembali mendapat bantuan dari Poskestren Departemen Kesehatan RI. Pada tahun 2010 kembali mendapat bantuan dari dana aspirasi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat. Hingga saat ini semua gedung sudah permanen.

Terakhir mendapat bantuan alat-alat olahraga, alat kesehatan, dan buku penunjang santri dari Kementerian Agama RI.

Gambaran tenaga pengajar

Pada awalnya guru yang mengajar di MTI Pakan Sinayan adalah guru kitab standar (kitab gundul) yang masih bertahan beberapa guru hingga kini.kemudian tahun 1992 keadaan guru terjadi pembaharuan, yaitu guru pondok dengan kompetensi kitab standar juga ditambah dengan guru bidang studi lain. Selain itu juga telah ada guru yang Sarjana (S.1) dimulai tahun 2006, bahkan sudah ada guru yang bersertifikasi. Kementerian agama Kota Payakumbuh juga mengutus guru negeri untuk membantu PBM di tingkat MTs dan MA.

Pada tahun 2015, sudah ada guru sertifikasi sebanyak 6 orang, bahkan dari mereka sudah ada yang S.2 dan juga ada guru yang tamatan Timur Tengah 1 orang. Pada tahun ini, MTI Pakan Sinayan sudah memilki guru sebanyak 23 orang guru yang membantu proses PBM di MTI ini yang sudah termasuk didalamnya guru kitab standar sebanyak 7 orang.

Kiprah H. Erman Ali dalam memajukan MTI

Sejak ditugas memimpin MTI Pakan Sinayan tahun 1997, H. Erman Ali bersama pengurus yayasan dan masyarakat berusaha menumbuh kembangkan MTI Pakan Sinayan, serta tidak terlupa bersinergi dengan pemerintah daerah. Provinsi dan pusat di Jakarta.

Sebagai tokoh Perti di Luak Limopuluah, Erman Ali berusaha semaksimal mungkin mencari peluang untuk donasi tumbuh kembang MTI Pakan Sinayan. Tak pernah lelah mengajukan proposal pembangunan dan sarpras gedung, walaupun murid masih jauh dari yang diharapkan. Namun Erman Ali tak putus asa. Erman Ali punya prinsip tak pernah goyah “biar  murid sedikit tapi berkompetensi daripada murid banyak bikin pusing kepala”. MTI Pakan Sinayan juga menyelenggarakan pendidikan Inklusi.

Prestasi MTI Pakan Sinayan

Dingan tangan H. Erman Ali membina MTI Pakan Sinayan tak tanggung-tanggung, siswa dan santri MTI ini pernah menjadi Juara I Lomba Perkemahan Pramuka Santri Nusantara tahun 2006 di Cibubur, Juara I lomba yang sama di Jatinangor pada tahun 2008, serta beberapa prestasi lainnya dalam lomba kompetensi santri di tingkat provinsi dan Kab/Kota, yang tidak lari dari Juara I dan Juara II. Bahkan sempat meraih Juara I cabang Tilawah tuna netra MTQ Nasional di Bengkulu tahun 2010.

Saat ini, MTI Pakan Sinayan juga telah memiliki RKB yang berasal dari bantuan Dirjen Pendis Kemenag RI, yang berdiri di atas tanah wakaf. Dan RKB ini sudah siap untuk menampung santri dan siswa baru. Dan dengan tangan terbuka, pengurus MTI Pakan Sinayan siap menampung donasi dari para donator demi kelancaran PBM untuk mewujudkan generasi yang cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual.

MTI dapat RKB dari Kemenag RI

Dijumpai di MTI Pakan Sinayan, Kepala MTI H. Erman Ali menerangkan, "Alhamdulillah, diakhir tahun 2016 Kementerian Agama melalui Kasubdit Sarpras mengundang kita untuk pertemuan dan pelatihan terkait RKB di Bogor bulan November. Pertemuan tersebut membuahkan SK yang menerangkan MAS MTI Pakan Sinayan akan dibangunkan 1 buah RKB, dan SK tersebut dikirimkan ke kita melalui kemenag Kota Payakumbuh. Bantuan tersebut berjumlah Rp. 150 juta yang turun 2 tahap yaitu tanggal 1 Desember dan 14 Desember 2016, langsung ke rekening MAS MTI. Demi kelancaran pembangunan, dana tersebut juga mendapat suntikan dari masyarakat dan para donatur.

Tim monev dari Kasubdit Sarpras Kementerian Agama RI yang saat itu Pak Dodi bersama rekannya, sudah melihat langsung pembangunan RKB ini pada Bulan Desember dan dilanjutkan tim sarpras dari kanwil yang dipimpin Kasi Sarpras Afrizal Bulan Februari yang didampingi langsung Kasi Penmad Mustafa (saat itu)", ucap Erman Ali.

RKB ini kita bangun di atas tanah wakaf dari keluarga Sauda dan Asfarniati, sebagai lokasi 2 di Jalan Sutan Syahril ini, dan telah sesuai dengan Juknis. RKB ini sudah tentu sangat membantu dan meringankan beban kita. Sekarang RKB ini sudah siap dan telah kita serah terimakan dengan kepala kankemenag pada tanggal 27 Maret 2017 yang disaksikan para tokoh dan komite MAS MTI Pakan Sinayan.

Dengan siapnya RKB ini, Kita juga sudah buatkan laporan terkait penggunaan dana RKB ini. Atas nama keluarga besar MTI Pakan Sinayan, kami mengucapkan terima kasih kementerian agama, khusunya kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Asra Faber. . Semoga menjadi amal shaleh, tambah Erman Ali.

Daftarkan anak – anak kita di MTI Pakan Sinayan yang identik dengan pelajaran kitab standar, disamping itu juga mempelajari maple studi umum. ul

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW