Logo
MUI Lima Puluh Kota Dikukuhkan - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

MUI Lima Puluh Kota Dikukuhkan

lima puluh kota Senin 12, Juni 2017 | 01:50:34 wib

Sarilamak, (Inmas) - Bertempat di Aula IPHI Center Tanjung Pati (10/06) pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lima Puluh Kota Priode 2015-2020 secara resmi dikukuhkan oleh Ketua MUI Prov. Sumatera Barat H. Gusrizal Gazahar. Prosesi pengukuhan sendiri dilanjutkan dengan rapat kerja yang diikuti oleh seluruh penggurus yang hadir.

Kepala Kankemenag Lima Puluh Kota H. Ramza Husmen dalam sambutanya kembali mengingatkan seluruh pengurus, semenjak didirikan 42 tahun yang lalu MUI bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas (khaira ummah), dan negara yang aman, damai, adil dan makmur rohaniah dan jasmaniah yang diridhai Allah Swt (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur), oleh sebab itu besar harapan saya agar MUI terus istiqomah dengan tujuan awal berdirinya lembaga umat ini.

Menukuk putra Kamang ini melanjutkan, dalam upaya mecapai tujuan tersebut MUI melaksanakan berbagai bimbingan dan tuntunan kepada umat, merumuskan kebijakan dakwah Islam, memberikan nasehat dan fatwa, merumuskan pola hubungan keumatan, dan menjadi penghubung antara ulama dan umara.

Ini merupakan elan vital dari keberadaan MUI, oleh sebab itu sebagai pimpinan dan pribadi saya merasa bangga dengan kiprah yang telah dimaiakan MUI Lima Puluh Kota selama ini, MUI khusunya di Lima Puluh Kota selalu tampil menjadi mediator, katalisator sekaligus motivator dalam upaya pemberdayaan umat. Kedepanya pola hubungan seperti ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam memastikan peranan MUI sebagai penyatu umat, simpul suami tercinta Yusnizar ini.

Sebelumnya Gusrizal Gazahar ketua MUI Sumatera Barat, memaparkan berbagai persolan keumatan mutkhir yang harus segera direspon oleh MUI, kita dihapkan pada persolan kebangsaan, keumatan yang multidimensi, erusi budaya, kejahatan krah putih, kerusakan alam dan persoalan lainya harus segera direspon oleh MUI secara bijak dan konsiten lanjut ulama yang dikenal pakar dalam bidang Usul Fiqih ini.

Disisi lain H.Safrijon Ketua MUI Lima Puluh Kota mengurai bahwa salah satu fungsi MUI ialah sebagai tempat atau wadah musyawarah bagi para ulama, zuama dan cendekiawan muslim dalam mengayomi umat dan mengembangkan kehidupan yang Islami. Mendalam putra Blok M ini menegaskan wadah sangat diperlukan bagi para ulama, karena dengan adanya wadah MUI tersebut, dapat mempermudah bagi para ulama untuk menyatukan suara dan langkah guna membangun Umat Islam Indonesia yang lebih Islami.

Terkait kegiatan rapat kerja hari ini, Safrijon memastiakan seluruh program kerja yang dibahas diarahkan untuk terwujudnya visi dan misi MUI, program kerja tahun akan  dititik beratkan dalam upaya pemberdayaan umat, salah satu poin yang menarik ialah pemberdayaan umat dibidang ekonomi, umat islam harus tumbuh dengan akidah yang kuat serta ekonomi yang mapan, pungkas Buya yang sehari-hari juga menjabat sebagai Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lima Puluh Kota ini. (APP|ef)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW