Logo
Humas adalah Narasumber Informasi Pemerintah - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Humas adalah Narasumber Informasi Pemerintah

Rhama Eka Putra Kamis 03, Agustus 2017 | 02:31:11 wib

Jakarta, Inmas – Biro Humas, Data dan Informasi (HDI) Kementerian Agama RI melaksanakan Rapat Koordinasi Pengelolaan Informasi Komunikasi Publik, Kamis (3/8) bertempat di Hotel Sofyan Betawi Jakarta. Kegiatan yang langsung dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nur Syam diikuti oleh Kasubbag Inmas se-Indonesia didampingi 1 (satu) staf Subbag Inmas.

Dalam hantarannya, Kabiro Humas Data dan Informasi Mastuki menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mensinergikan kegiatan di Kemenag Pusat dan Daerah. Selain itu diharapkan dengan adanya ide – ide dan pemikiran baru yang akan muncul dalam Rakor ini, dapat dirasakan oleh masyarakat. Ditambah Mastuki bahwa kedepannya Biro HDI dapat mengikutsertakan Humas yang ada di Perguruan Tinggi Agama (PTA) untuk ikut berkontribusi demi kemajuan Kementerian Agama

Sekjen Nur Syam dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh peserta yang mengikuti Rakor ini dapat menyatukan visi, misi dalam bentuk kegiatan dan program yang berbeda. Perkembangan Humas dewasa ini memasuki masa milenial yang haus akan teknologi informasi. Untuk itu Humas harus mampu mengikuti dan mengimbangi perkembangan tersebut. Terutama dengan maraknya proxy war (perang media). Cyber war ini dapat membunuh karakter lewat media. Jadi Nur Syam berharap agar hal ini dapat dinetralisir oleh humas. Sebagai corong pemerintah, humas harus memberitakan hal – hal positif dan memperbaiki citra pemerintah. Banyaknya berita Hoax harus membuat humas mampu menelaah dan mem-filter berita  yang masuk.

Rumus Kehumasan itu adalah 2C 1S. Pertama Cek Sebelum Collect, maksudnya pemberitaan yang masuk harus dicek dulu sebelum disimpan. Kedua Coordination Sebelum Giving Information, maksudnya koordinaksikan informasi yang didapat terlebih dahulu sebelum menyebarkannya kepada masyarakat. Ketiga Saring sebelum Sharing, maksudnya Informasi yang didapat harus dipilah dan ditelaah sebelum diberitakan. Harus ada data dan fakta dalam informasi yang diterima. Validasi berita harus dipastikan. (rhama)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW