Logo
7 Medali Pengobat Lelah di Yogyakarta - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

7 Medali Pengobat Lelah di Yogyakarta

Dewi Minggu 13, Agustus 2017 | 16:07:07 wib

Yogyakarta, (Inmas)-Gerimis menyambut kepulangan Kontingen AKSIOMA-KSM Prov. Sumatera Barat di Ranah Minang, Sabtu (12/08). Layaknya cuaca yang mendung, namun tidak bagi suasana hati Kontingen AKSIOMA-KSM ini, pasalnya kepulangan para Kontingen AKSIOMA-KSM 2017 tidak dengan tangan kosong.

Kontingen AKSIOMA-KSM Prov. Sumatera Barat yang berkekuatan 103 orang ini sebelumnya mengikuti Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA), Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional Tahunn 2017 di DI Yogyakarta. Sehari sebelum Pembukaan tepatnya Sabtu (05/08) di Aula Kantor Wilayah Kemenag Sumbar para Kontingen resmi di lepas Kakanwil Kemenag Sumbar. Esok harinya para Kontingen bertolak ke DI Yogyakarta dan mempesiapkan diri mengikuti berbagai rangkaian acara kegiatan AKSIOMA-KSM 2017.

Disajikan sedemikian rupa perhelatan meriah dan kolosal, Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tahun 2017 resmi dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Senin (07/08) malam diawali dengan defile kontingen setiap provinsi yang menggunakan Delman atau Andong hias dengan pakaian adat setiap provinsi. Tampak hadir, Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam X, pejabat eselon I dan II Kemenag serta Kakanwil Kementerian Agama Provinsi.

Dari paparan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa event ini diikuti lebih dari dua ribu siswa madrasah. “Mereka adalah siswa terbaik yang telah lulus seleksi di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi,” terang Kamaruddin Amin saat memberikan keterangan pers di  Stadion Krida Mandala Yogyakarta, Senin (7/8). Diketahui Jumlah peserta dan pendamping AKSIOMA-KSM secara keseluruhan berjumlah 2.178 peserta dan 1.038 guru pendamping yang berasal dari 34 provinsi seluruh Indonesia.

Sejumlah cabang olahraga, seni dan lomba akan digelar dari tanggal 8-12 Agustus 2017. Untuk kegiatan KSM, bidang yang dilombakan adalah Matematika+PAI, IPA+PAI, Bilogi+PAI, Fisika+PAI, Kimia+PAI, Geografi+PAI dan Ekonomi+PAI.

Untuk kegiatan AKSIOMA, bidang lomba terdiri dari: Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Kaligrafi, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Inggris, Pidato Bahasa Arab, Tahfidz, Hadroh, Madrasah Singer, Tenis Meja, Bulu Tangkis dan Futsal. Sedangkan untuk LKTI terdiri dari bidang IPA, IPS dan Keagamaan.

Kamaruddin menambahkan, ada hal yang berbeda dari penyelenggaraan kegiatan tahun ini, yaitu pemanfaatan IT. Tahun ini, semua proses dilakuan berbasis IT, mulai dari pendaftaran, validasi kepesertaan dan semua yang menyangkut kompetisi sudah dilakukan berbasis IT.  “Dengan kata lain, dapat terpantau mudah  melalui intenet," tandasnya.

Menteri Agama dalam sambutannya menyampaikan Para kontingen datang bukan sekedar untuk berkompetisi, skaligus utk memperlihatkan keahlian dibidang masing2 namun satu persamaan generasi yang siap menjalankan nilai luhur agama, bukan untuk saling menunjukkkan kejumawaan diri tapi diselimuti dengan hati menunjukkan anak madrasah siap bersaing bersinergi demi ibu pertiwi.

Menteri Agama berpesan agar anak-anak madrasah wajib menjaga diri, menjaga negeri, jagalah negeri dengan terus berprestasi hingga menjadi ahli bukan ahli yang lupa diri, tapi yang mawas diri dan yang siap mengabdi pada ibu pertiwi dan paham arti toleransi, anak madrasah wajib menjaga negeri tetap lah bergandeng menjaga bangsa, yang dapat mengaplikasikan iman taqwaa dan cinta tanah air.

Pembukaan yang ditandai dengan pencabutan Gunungan oleh Menag dan diserahkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin berlangsung meriah. Tarian kolosal Aku Cinta Madrasah yang dibawakan ribuan madrasah dengan koreografi yang menarik , menjadi salah satu gelaran acara pembukaan yang juga mengahadirkan kelompok musik Kyai Kanjeng dengan Cak Nun serta penyanyi Novia Kolopaking.

Bersaing selama 3 hari yakninya mulai hari Selasa (08/08) hingga Kamis (10/08) Kontingen AKSIOMA-KSM Prov. Sumatera Barat telah berjuang dan mengerahkan seluruh kemampuannya. Hal ini tampak dari tak hentinya para peserta berlatih sebelum waktu lomba tiba.

Perjuangan para kontingen Sumbar ternyata tidak lah sia sia. Meski belum menjadi yang terbaik namun sudah mendapatkan hasil yang cukup baik. Hal ini diketahui dari pembacaan Surat Keputusan Pemenang saat Penutupan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA), Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Madrasah tahun 2017.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama  Nur Syam mengapresiasi kepada semua pihak,  Gubernur DIY Yogyakarta, Walikota Yogyakarta, TNI-Polri maupun seluruh panitia, yang telah berjibaku mensukseskan penyelengaaran AKSIOMA-KSM-LKTI sehigga berjalan lancar

Dalam sambutannya Sekjen menghaturkan pengharapan semoga AKSIOMA-KSM-LKTI akan berjalan terus, seiring perubahan yang terjadi dan terus meningkatkan akademis kita maupun kualitas non akademis.

“Semoga AKSIOMA-KSM-LKTI akan  memperkuat satu slogan kita yaitu “Madrasah lebih baik, lebih baik madrasah, ” ujar Sekjen di Yogyakarta, Jumat (11/8).

Iven Nasional yang menggunakan Maskot Burung Perkutut dan mengusung tema Integritas, Sportivitas, Intelektualitas ini resmi ditutup Sekretaris Jenderal Kementerian Agama  Nur Syam.

Dari hasil perjuangan selama 3 hari Kontingen Sumbar meraih peringkat 11 untuk  Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) dan peringkat 10 untuk Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tahun 2017 ini.

Adapun perolehan Medali Kontingen Sumbar untuk Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) 1 Medali Emas, 1 Medali Perak, 3 Medali Perunggu dengan rincian Medali emas diraih oleh Muhammad Ibnu Sabri  dari MTsS Sumatera Thawalib Perabek untuk Cabang Lomba Tahfiz Putra, Medali Perak diraih oleh Nia Saharani Nuzulia Puteri dari MTsS Sumatera Thawalib Parabek untuk Cabang Lomba Pidato Bahasa Arab Puteri, Medali Perunggu diraih oleh Mita Agusmi Elvia dari MAN 2 Kota Payakumbuh untuk Cabang Lomba Kaligrafi Madrasah Aliyah Putri, Az-Zahra Elsyifa dari MTsN Padang Japang untuk Cabang Lomba Kaligrafi Madrasah Tsanawiyah, dan   Monika Indriani dari MAN 2 Tanah Datar untuk Cabang Lomba Madrasah Singer.

Sedangkan rincian perolehan medali Kontingen Sumbar untuk Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 1 Medali Emas, dan 1 Medali Perunggu yakni Medali Perak diraih oleh Muhammad Fadhlil Wahid dari MIN 3 Padang untuk Bidang Studi IPA Madrasah Ibtidaiyah dan  Medali Perunggu diraih oleh Siti Faizah Hayatun Nufus dari MIS Unggul Terpadu (MIUT) Thawalib untuk Bidang Studi Matematika Madrasah Ibtidaiyah.

Jadi Total Medali yang dibawa pulang Kontingen Sumbar 2 Medali Emas, 1 Medali Perak dan 4 Medali Perunggu. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar Drs. Artis Arjun yang berkesempatan hadir dalam acara Penutupan menyampaikan ucapan selamat kepada peserta lomba yang mampu meraih medali, jangan cepat berpuas diri tetaplah terus tingkatkan kemampuan karena ini baru awalnya saja, dan untuk yang belum berhasil jangan berputus asa, juga terus tetap berjuang.

Artis menambahkan, kita sudah berusaha semaksimal mungkin, meski belum jadi yang terbaik tapi ini sudah hasil yang baik dari usaha yang begitu maskimal, ujar Artis menyemangati para peserta.

Hal senada disampaikan Drs. Kasmir selaku Koordinator Official saat acara melepas para Kontingen kembali ke daerah masing masing di Hall Badminton Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (12/08).

“mendapat peringkat 10 besar ini sudah hasil yang baik, karena kita semua sudah berusaha maksimal dan inilah hasilnya, kita tidak pulang dengan tangan kosong, ujar Kasmir.

“Terimakasih kepada seluruh peserta yang telah berjuang mengharumkan nama sumatera Barat di ajang Nasional, kami lepas kembali anak anak kepada orangtua masing masing, dan terus lah belajar, tetaplah jadi anak Madrasah yang membanggakan”, harap Kasmir mengakhiri. [DW]

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW