Logo
Pelunasan BPIH Diperpanjang Hingga 6 September 2010 - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Pelunasan BPIH Diperpanjang Hingga 6 September 2010

Admin Sumbar Selasa 31, Agustus 2010 | 04:00:00 wib

Jakarta (Pinmas)--Pemerintah memperpanjang pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) calon jamaah haji (calhaj) reguler. Hingga akhir masa pelunasan pada Senin (30/8), masih ada calhaj yang belum melakukan pelunasan. Berdasarkan data hingga Senin, calhaj yang telah membayar lunas biaya hajinya sebanyak 182.678 orang. "Masa pelunasan BPIH calhaj reguler diperpanjang, yaitu pada 1 hingga 6 September 2010, sekaligus pembayaran tambahan kuota haji reguler yang jumlahnya 3.500 orang," kata Sekretaris Ditjen Haji dan Umrah, Kementerian Haji, Abdul Ghafur Djawahir, kepada Republika, Senin (30/8). Rencananya, pada musim haji 2010 ini, pemerintah memberangkatkan 197.500 calhaj reguler. Ini termasuk tambahan kuota untuk 3.500 calhaj. Dengan demikian, masih ada 14.822 calhaj yang masih harus melunasi BPIH-nya. Abdul Ghafur mengatakan, tambahan kuota juga sudah dibagikan ke seluruh provinsi. Jumlahnya bervariasi sesuai dengan lamanya antrean calhaj yang ada di masing-masing provinsi. Menurut Abdul Ghafur, provinsi yang antreannya mencapai 10 tahun, seperti Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan mendapatkan tambahan kuota masing-masing 200 kursi bagi calhaj. Sedangkan provinsi yang masa antrenya hingga enam tahun mendapatkan tambahan untuk 180 calhaj. Jumlah terendah adalah 80 calhaj. Jumlah tersebut diserahkan kepada provinsi yang antreannya pendek, yaitu dalam jangka waktu 2-3 tahun saja. Ini didasarkan pada peraturan yang ditetapkan menteri agama. Selain itu, pemerintah telah memutuskan masa pelunasan dan mekanisme pembagian tambahan kuota sebanyak 6.500 calhaj khusus bagi setiap penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK). Abdul Ghafur mengatakan, mulai 30 hingga 31 Agustus diberlakukan masa pelunasan biaya haji untuk calhaj khusus yang berasal dari tambahan kuota. Abdul Ghafur mengungkapkan, ia melakukan persiapan mengenai jadwal pemberangkatan calhaj dari setiap embarkasi. Ini perlu dilakukan agar tak ada benturan jadwal dengan yang ditetapkan maskapai penerbangan. Misalnya, jangan sampai pemberangkatan berjalan ketika waktu shalat Jumat. Selama dua hari itu, pelunasan berdasarkan nomor urut antrean atau disebut pula dengan istilah urut kacang. Jika dalam kurun waktu dua hari kuota tambahan belum habis, pemerintah memberlakukan sistem pelunasan dengan cara perebutan bebas. "Perebutan berlangsung pada 2-3 September mendatang," katanya. Kuota BPIH Khusus Secara terpisah, Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (HIMPUH), Baluki Ahmad, mengakui pemerintah memang telah menetapkan mekanisme pembagian tambahan kuota yang diberikan pemerintah. Ia mengatakan, ini seperti mekanisme yang diajukan HIMPUH sebelumnya. Meskipun demikian, kata Baluki, apa pun mekanisme yang ditetapkan pemerintah pihaknya akan menjalankannya. Ia yakin pelunasan akan berjalan lancar dan semuanya tambahan kuota yang diberikan kepada PIHK habis. "Kami yakin jumlah kuota yang ada bakal terserap semua," katanya. Baluki menjelaskan, dari 6.500 kuota tambahan hanya 6.350 yang harus dilunasi oleh calhaj khusus. Sisanya untuk petugas. Ia bersyukur karena masa pelunasan telah ditetapkan pemerintah. Sehingga, memberikan masa lebih luang bagi PIHK melakukan persiapan pelayanan bagi jamaahnya.(Rep/ts)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW