Logo
Pemuda Andil Pada Umat - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Pemuda Andil Pada Umat

Admin Sumbar Rabu 27, Juli 2011 | 11:00:00 wib

Padang, Humas Kehidupan masyarakat Sumbar dikenal beragam. Di atas keanekaragaman itu ternyata kehidupan umat beragama itu masih relatif aman dengan sikap dan jiwa toleransi yang tinggi diantara pemeluknya. Konflik yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia, seperti Ambon kiranya dijadikan sebuah proses pembelajaran. Antara satu agama dengan lainnya pasti ada persamaan dan perbedaan. Tapi jangan dua masalah itu dijadikan sebagai sumber konflik. Karena tidak ada satupun ajaran agama di dunia ini menyuruh umatnya berbuat salah. Mewujudkan peranan kerukunan agama serta adanya hidup saling rukun tanggung jawabnya bergantung dari pemuda. Penegasan tersebut dikatakan Kakanwil Kemenag Sumbar diwakili Kabid Pekapontren H. Haryadi, Z, ketika membuka orientasi pemuda lintas agama tingkat Sumbar, Rabu (27/7), di aula gedung Pramuka Jl. Khatib Sulaiman Padang. Dalam hidup, kita diatur dan berpegang teguh kepada agama yang diyakini kebenarannya. Masalah agama itupun juga menjadi bagian dari hak azasi setiap manusia. Beranjak dari masalah itu pula, jagalah dan jalankanlah setiap menurut ajaran dan keyakinan masing-masing. Layaknya umat Islam dalam Qur’an ada ajaran yang mendasar utama yang menyebutkan ‘’bagiku agamaku dan bagimu adalah agamamu’’. Ketika ajaran itu telah diterapkan secara substansi, maka ada kebijakan dalam kehidupan beragama berhasil secara baik.Kebijakan itu pun oleh pemerintah telah diatur, yakni melalui UU No. 8 dan 9 Tahun 2006, tentang kerukunan umat beragama. Bagi yang sudah memeluk agama menurut kepercayaan dan keyakinanya masing-masing maka akan menjauhkan sikap saling mempengaruhi bagi pemeluk lainnya. Karena, prilaku itu sangat bertentangan dengan Undang-undang dan peraturan pemerintah lainnya. Ibarat berada dijalan raya, jangan sekali-kali memakai jalur orang lain. Sebab berakibat terjadinya kecelakaan dan ada kepastian bakal beresiko,’’terangnya. Ditambahkan Haryadi, kemajemukan agama di Indonesia dalam berbagai sektor salah satunya dibidang ekonomi, ciptakanlah umat yang kaya. Untuk mencapai kekayaan itu hindarkan budaya malas. Selama budaya malas dibudayakan kemiskinan yang bakal di dapat. Agama bagi seseorang harus menjadi dinamisator serta menjadi motifasi dan penyaring bagi ajaran-ajaran yang diduga menyesatkan. Nilai-nilai negativ harus terjauh dari masing-masing pemeluknya. Karena, bakal merusak akidah serta berpotensi menimbulkan konflik ekonomi dan sosial. Agar smeua itu tidak terjadi, hendaknya agama dijadikan sebagai rahmatan lil alamin atau pemberi rahmat bagi kehidupan masyarakatnya,’’kata Haryadi. (na) Tek foto PEMUDA LINTAS AGAMA—Kakanwil Kemenag Sumbar diwakili Kabid Pekapontren H. Haryadi, Z, memberikan materi arah dan kebijakan Kanwil Kemenag Sumbar tentang KUB dihadapan peserta orientasi pemuda lintas agama,Rabu (27/7), di aula gedung pramuka Padang. oafrinal aliman

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW