Logo
MUI Solsel: Sebagian Orang Enggan Shalat Di Mesjid - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

MUI Solsel: Sebagian Orang Enggan Shalat Di Mesjid

Admin Sumbar Kamis 24, Februari 2011 | 12:00:00 wib

Solok Selatan, Humas Keengganan sebagian anggota masyarakat di Solok Selatan akhir-akhir ini shalat berjamaah di lebih 100 mesjid, menjadi ancaman serius bagi daerah setempat. Saat ini hanya ada sekitar 10 mesjid yang selalu ramai. Angka ini sangat berbanding jauh. Masalahnya adalah, terjadinya kasus tersebut dlatarbelakangi oleh kurang menariknya panggilan suara azan oleh muazin dan bacaan ayat oleh imam ketika shalat berjamaah dilaksanakan. Akibatnya, masyarakat lebih terbiasa shalat di rumah masing-masing dengan anggota keluarganya. Menyikapi kondisi yang serba sulit itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solok Selatan, akan bersikap lebih tegas dan melakukan pendekatan substansi terhadap muazin atau garim, imam dan khatib sebagai ujung tombak dimesjid itu. “”Kita akan bekali personil itu dengan ilmu keagamaan dan memberikan bimbingan bacaan yang benar dan irama yang menarik. Dampaknya umat muslim akan merasa terpanggil dirinya untuk selalu beribadah di mesjid. Pernyataan tersebut ditegaskan sekretaris MUI H. Amril, MM, Kamis (14/2) di Padang. “”Apa yang dialami masyarakat Solsel saat ini memang sudah harus diatasi secara cepat, sehingga tidak akan berdampak negativ pada fungsi mesjid itu kalau dalam sejarahnya, ramai ketika pendirian dan sepi ketika sudah berdiri. Karena kesepian itu juga berpeluang makin jauhnya orang dari mesjid itu. Pada hal Rasullah SAW dalam keseharian dulunya selalu melaksanakan shalat dimesjid secara berjamaah. Selain pahalanya berlipat ganda dibanding shalat sendiri,’’terangnya. Pada bagian lain, MUI saat ini dan kedepan tambah Amril yang juga Kasubag TU Kamenag Solsel, merasa bertanggung jawab dalam pembinaan umat. Tujuannya agar umat tidak mudah menerima ajaran yang kebenarannya masih diragukan. Dan biasanya, ilmu itu didapatkan di mesjid ketika ada ceramah agama yang disampaikan oleh ustad dan ustadzah. Ini semua juga akan mempengaruhi kehidupan sosial keagamaan nantinya. Berkaitan dengan pola pelatihan bagi muazin, imam dan khatib di mesjid tersebut, dari tujuh kecamatan yang ada, kegiatan ini akan dilaksanakan pada bulan April 2011 mendatang. Tim yang dilibatkan adalah praktisi dan dewan hakim serta ulama dan ustad yang berasal dari Propinsi Sumbar umumnya dan Kota Padang khususnya. Untuk tahap awal kita akan melatih sebanyak 50 orang dengan mengambil tempat di hotel terkemuka di Solsel. MUI tentunya tidak akan jalan sendiri tapi pasti melibatkan bagian Kesra Pemda Solel,’’tambahnya. (Nal) Tek foto H. Amril, MM

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW