Logo
TIM KEABSAHAN SANTERI AKAN LEBIH SELEKTIF DI POSPENAS 2012 - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

TIM KEABSAHAN SANTERI AKAN LEBIH SELEKTIF DI POSPENAS 2012

Admin Sumbar Jumat 09, Juli 2010 | 11:00:00 wib

Surabaya. Pospenas sebagai ajang bagi para santeri pondok pesantren untuk meraih prestasi memang seharusnya hanya boleh diikuti oleh para santeri. Tidak boleh yang non santeri mengikutinya. Ditengarai oleh sebagian pihak bahwa berkemungkinan ada propinsi tertentu yang membawa atlit yang bukan santeri. Hal ini mengemuka dalam beberapa kasus melalui protes pimpinan dan official daerah. Mereka menaruh curiga terhadap beberapa atlit yang bukan santeri. Walaupun setiap daerah ingin memperoleh prestasi dalam iven Pospenas ini tetapi tidak boleh menggunakan tenaga yang non santeri, apalagi mengambil atlit daerah itu sendiri yang memang sudah alan melintang di arena pertandingan. Jelas hal ini akan merugikan kepentingan para santeri dan pondok pesantren secara umum. Mencermati beberapa protes yang muncul tersebut Tim keabsahan Pospenas V 2010 memastikan akan lebih selektif di dalam menjaring peserta atau atlet santri yang mengikuti Pospenas 2012 mendatang. Ini dilakukan mengantisipasi adanya atlet santri dadakan atau atlet dari Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP). Kami pastikan ke depan, akan lebih selektif lagi di dalam menjaring atau mengabsahkan atlet santri, ujar Koordinator Keabsahan Pospenas V 2010, Agus Prayitno, pada jumpa pers di media center Pospenas 2010, di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (8/7). Dia mengatakan, selama ini, tim keabsahan Pospenas 2010 sudah melakukan penyeleksian hanya didasarkan kepada dokumen dari peserta santri yang disampaikan ke panitia pusat. Selanjutnya memverifikasi dokumen para atlet santri di antaranya status santri, ijazah asli dan foto copy, rapor dari ponpes, dan surat keterangan pondok pesantren. Di Pospenas kali ini dokumen memang lengkap, tidak ditemukan atlet PPLP. Akan tetapi begitu dilaksanakan pertandingan ternyata banyak yang protes, tuturnya. Mengantispasi hal seperti itu, tim keabsahan Popenas nantinya akan melibatkan beberapa komponen terkait, seperti dari Kementerian Agama. Caranya dengan melakukan tes bagi para santri (kemampuan terkait dengan wawasan pondok pesantren) di tingkat pusat. Selain itu juga akan dilakukan tes fisik guna mengetahui atlet pondok pesantren yang memiliki keahlian olahraga. Nama juga bisa dijadikan bahan untuk verifikasi, contohnya, nama yang tidak asing di pondok pesantren seperti Muhammad, paparnya. Tidak itu saja, langkah selektif ini juga akan menggunakan tim investigasi guna memastikan kebenaran dari data atau dokumen yang dilampirkan menjadi atlet santi di Pospenas 2012 mendatang. Beberapa official mengomentari hal ini dan sangat menyayangkan jika ada propinsi tertentu hanya ingin mengejar seremonial juara tetapi melupakan kejujuran yang menjadi jiwa pondok pesantren. (amri, sumber: ris-kominfo dll)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW