Logo
Jemaah Kloter 2 Berangkat, Dua Orang Batal - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Jemaah Kloter 2 Berangkat, Dua Orang Batal

Admin Sumbar Senin 03, Oktober 2011 | 04:00:00 wib

Padang, HUMAS Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kota Bengkulu, Kabupaten Muko-Muko dan Seluma, Propinsi Bengkulu tergabung dalam kelompok terbang dua, Senin (3/10), tinggalkan tanah air. Dua orang batal berangkat. Para dhuyufurrahman ini , dilepas Wagub Bengkulu H. Junaidi Hamsyah bersama Kakanwil Kemenag Sumbar H. Darwas di aula asrama haji embarkasi Padang. Pelepasan JCH tersebut ditandai dengan penyerahan bendera merah putih dan dokumen haji kepada petugas oleh Kabid Hazawa H. Zahdi Taher. “”Saya serahkan tugas ini kepada saudara, kiranya dilayani jemaah ini dengan ikhlas dan penuh percaya diri serta berlaku adil. Utamakan tugas ketimbang ibadah. Karena dua-duanya mengandung pahala di sisi Allah. Dan semoga kloter ini diberkahi dengan predikat haji mabrur,’’pesan Zahdi. Pada bagian lain, Kakanwil Kemenag Sumbar H. Darwas yang juga ketua panitia PPIH embarkasi/debarkasi Padang, menjelaskan kalau pihaknya telah memberagkatan satu kloter ke Tanah Suci Makkah Minggu, (2/10), tepat pukul 07.00 WIB dengan jumlah jemaah sebanyak 358 orang. Dan kita telah menerima laporan dari petugas kloter, kalau JCH tersebut dalam kondisi sehat dan telah berada di Kota Madinah. Khusus untuk kloter dua ini, tambah Darwas, pihaknya kembali kembali memberangkatan tamu-tamu Allah swt sebanyak 358 orang. “”Semula jemaah tersebut sebanyak 360 orang, karena satu orang itu dalam kondisi sakit dan tengah di rawat di RSUP M Djamil Padang yakni atas nama, Suro Dahlan. Istrinya Rajjah juga ditunda keberangkatannya karena harus mendampingi suaminya itu. Mudah-mudahan di kloter selanjutnya bisa berangkat dan bergabung dan sudah dinyatakan betul-betul sehat secara medis oleh pihak dokter yang menaganinya,’’katanya. Wagub H. Junaidi Hamsyah, menyebutkan JCH yang tergabung dalam kloter dua ini disarankan, selalu menjaga kesehatan dirinya selama dalam perjalanan dan di tanah suci nantinya. Karena kesehatan yang prima salah satu modal dasar untuk kelancaran ibadah. “”Yang betul-betul sakit sajalah yang perlu diberikan layanan oleh petugas kesehatan. Pengalaman yang saya lihat selama ini, di satu kloter itu, kendati jemaah itu tidak sakit ternyata juga ada yang ingin memeriksakan tensi darahnya. Ini kan mubazir dan merepotkan petugas kesehatan. Satu orang jemaah akan memakan waktu hingga tiga menit. Bagaimana kalau jumlah besar, maka waktu yang terpakai pun akan sia-sia saja. Untuk itu, kalau tidak betul-betul sakit janganlah memaksakan diri untuk diperiksa,’’harap Wagub Junaidi Hamsyah. (nal) Tek foto KURSI RODA—Usia tua dan sakit sekalipun bagi seorang jemaah asal Propinsi Bengkulu ini, tetap berkeinginan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci walau dengan kursi roda sekalipun. Seorang petugaspun tengah menolong jemaah tersebut saat sampai di asrama embarkasi Padang, Senin (3/10). afrinal aliman

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW