Logo
Madrasah Tidak Terakreditasi Hingga 2014, Dibubarkan - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Madrasah Tidak Terakreditasi Hingga 2014, Dibubarkan

Admin Sumbar Kamis 03, Maret 2011 | 12:00:00 wib

Padang, Humas Kakanwil Kemenag Sumbar Drs.H. Darwas menyatakan sikap tegasnya, bagi madrasah swasta yang tidak terakreditasi hingga tahun 2014, maka madrasah tersebut tidak boleh menandatangani ijazah dan terancam bubar. Karena, ijazah tersebut tidak berlaku serta akan merugikan peserta didik. Beranjak dari kasus tersebut, semua Kasi Mapenda dan pengawas Kamenag Kabupaten/Kota se-Sumbar, harus proaktif memberikan pembinaan kepada semua madrasah baik negeri maupun swasta. “’Saya tidak ingin bubarnya madrasah dan tidak diakuinya ijazah karena kurangnya perhatian dan pembina di masing-masing daerah tempat berdirinya madrasah tersebut. Sanksi lain yang bakal diberikan kepada madrasah yang tidak terakreditasi juga berupa tidak diizinkanya madrasah tersebut menggelar ujian akhir madrasah berstandar nasional (UAMBN) dan ujian nasional (UN). Karena, kalau tetap dipaksakan mubazir atau sia-sia hasilnya. Kita harus cegah itu semua. Jalan keluarnya adalah dengan memberikan pembinaan bagi tenaga pengajar untuk proses belajar mengajar (PBM) serta mmeberikan pendukung lainnya. Idealnya, sebuah madrasah harus lengkap fasilitasnya,’’tegas Darwas. Pada kesempatan tersebut, Kakanwil Darwas juga menyerahkan 37 sertifikat kepada tim asesor, secara simbolis diterima oleh dua orang perwakilan masing-maisng kepada Kasi Mapenda Kamenag Sijunjung H. Hendri Panidias dan salah seorang pengawas di Kota Padang. Dalam tugasnya, tim asesor tambah Darwas, punya peran penting layak seorang penilai yang independen. Namun perannya perlu ditingkatkan lagi. Caranya, ketika ada pembinaan libatkan instruktur yang benar dalam ilmu dan professional dibidangnya. Hal lain yang juga tidak boleh diabaikan, madrasah itu harus indah dan bersih. Sehingga ada rasa nyaman ketika kita melakukan sistem pendidikan yang berbasis keagamaan,’’harapnya. Khusus untuk tim asesor, erkadang apa yang mereka lihat dan terasa kurang pasti tidak luput dari penilaiannya. Kurang di salah satu sisi harus diakui kalau itu adakah benar-benar kurang. Karena begitulah adanya. Namun, setiap madrasah harus keluar dari masalah itu. Untuk keluarnya, peran Kasi Mapenda Kabupaten/Kota di Sumbar harus secara terus menerus membina madrasah dan gnarurunya serta kelengkapan fasilitas berupa WC, pustaka dan mushalla. “”Sering sekali setiap kali saya berkunjung ke madrasah di Sumbar ini, yang paling diminta adalah aneka fasilitas. Kita juga berusaha menyediakan labor, namun karena permintaan itu serentak maka solusinya dimasa datang adalah melakukan pendekatan dengan pemda setempat dan melibatkan komite madrasah,’’jelasnya. Khusus untuk pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2010/2011 mendatang, angka kelulusan dan kualitasnya harus diatas 90 persen. Sukses yang kita raih pada UN tahun ajaran 2009/2010 terdahulu pernah kita mencapai hingga 84 persen dan angka tersebut patut kita syukuri karena disitulah kebanggaan madrasah yang telah kita bina selama ini,’’kata Kakanwil. (Nal) Tek foto PEMBINAAN—Kakanwil Kemenag Sumbar Drs.H. Darwas didampingi Kabid Mapenda H. Maswar, MA, serta sejumlah Kepala Seksi lainnya tengah memberikan pengarahan pada Kasi Mapenda dan Pengawas se-Sumbar, di aula kantor setempat, Kamis (3/3). anton akbar

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW