Logo
Pendidikan Keagamaan Menggeliat Di Solsel - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Pendidikan Keagamaan Menggeliat Di Solsel

Admin Sumbar Selasa 06, September 2011 | 11:00:00 wib

Kamenag Solsel Sumber Motivator Solsel—Geliat keagamaan dan pendidikan keagamaan di Solok Selatan terus dipacu. Buktinya Kementrian Agama Kabupaten Solok Selatan makin terinspirasi bergerak tanpa kenal menyerah dan sekaligus menjadi motivator dan penggerak pembangunan keagamaan. Ibaratnya lokomotif sebuah kereta api. Ketika lokonya sudah bergerak maka semua gerbong pasti ikut terbawa. Dalam tatanan ‘berjalan di atas rel’. Aplikasinya, semua komponen mulai dari madrasah, kantor urusan agama (KUA), penyuluh dan unit lainnya harus menyingsingkan lengan baju membantu masyarakat lebih dekat dan menggali sumber ilmu dari kitab Suci Al’quran. Langkah awal Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (GM3), telah dicanangkan beberapa hari lalu oleh Wabup Abdurrahman bersama Kakanwil Kemenag Sumbar H. Darwas. Kakan. Kemenag Solsel H. Kardinal sepertinya tidak ingin jalan sendirian. ’Kabinet’ ’ bentukannya rata-rata terbilang berusia muda seperti Kasubag TU H. Amril, Kasi Mapenda H. Zulkifli, Kasi Urais dan Haji, Herman, Kasi Pontren/Penamas Mahadolok Ritongga dan Penyelenggaraan Zakat &Wakaf Abuzar punya potensi dengan bobot maksimal. Mereka bekerja dan memberikan ide cemerlang sesuai dengan tugas pokok dan disesuaikan dengan fungsinya. Melalui momentum Idul Fitri 1432 H, sebut Kardinal sedikitnya ada empat agenda penting yang bakal di gelar diantaranya pelantikan pejabat fungsional di lingkungan masdrasah, pengambilan sumpah pegawai negeri sipil (PNS), halal bi halal keluarga besar Kamenag dan lounching GM3. Acara ini berlangsung di aula kantor setempat. `Kita ingin memajukan masyarakat Solsel unggul dalam akidah serta mulia dalam akhlak. Pembangunan dibidang apa saja, tanpa dibarengi dan dilandasai dengan Islam dan iman yang kuat mustahil diwujudkan. Makanya, langkah strategisnya ’memaksimalkan budaya mengaji’. Tindak lanjutnya, untuk jajaran madrasah/sekolah hari ini dicanangkan Gerakkan Mengaji Sebelum Belajar (GMSB) itu. Setiap siswa dan guru wajib membaca ayat-ayat suci Qur’an sebelum proses belajar mengajar (PBM) dimulai. Program itu tidak berhenti hanya sampai di situ. Akan tetapi terus dioptimalkan hingga kebahagian terkecil seperti anggota keluarga. Kalau anak-anaknya sudah mengaji di madrasah/sekolah setiap hari, maka di rumah pun sehabis maghrib lantunan ayat-ayat Allah SWT juga digemakan. Media apa saja dirumah-rumah penduduk harus STOP saat maghrib datang. Yang ada hanyalah gema wahyu ilahi. Sejalan itu semua, bagi jajaran Kemenag Solsel setiap hari tanpa pengeculian, pejabat dan staf sebelum memulai pekerjaan dikantor aktif membaca qur;an melalui tadarus. Akibat positifnya, pekerjaan yang diserahkan untuk layanan birokrasi berjalan lancar. `Kata orang bijak layanan prima terwujud pula secara nyata. Tinggal kini, masing-masing seksi dan subbag, kepala madrasah, majelis guru, pegawai, Kepala KUA dan penyuluh harus bekerja maksimal sesuai dengan tugasnya masing-masing. Kata berjawab, gayung bersambut. Menurut Kasubg TU H. Amril. Pelayanan dan pembinaan mental pegawai mutlak dan setiap pribadinya harus tahu dengan tugas masing-masing. Budaya disiplin dan tata administrasi persuratan harus mengikuti aturan yang benar. Semua orang harus mendapatkan layanan prima dan dapat memberikan kepuasan tanpa ada batasan. GM3 sebagai program unggulan harus sesuai dengan porsinya. Dan ini harus dimaksimalkan. Saya selaku tim ’pemrakarsa’ ingin mengoptimalkannya secara berkelanjutan. Hal senada dikatakan Kasi Mapenda H. Zulkifli. Program GMSB yang telah dicanangkan di setiap madrasah harus pula dioptimalkan. Tidak ada tawar menawar kalau kebiasaan membaca qur’an sebelum pelajaran digelar diawali dengan membaca qur’an. Walau hanya sepuluh menit. Karena nantinya akan lebih memasyarakat. Makanya lebih baik dimulai di pendidikan formal. Realisasinya, kata Kasi Urais/Haji, Herman, kepala KUA se-Kabupaten Solok Selatan harus menjadi sumber penggerak dimasyarakat. Mari kita ajak setiap umat untuk mengetahui arti penting dan manfaat belajar, membaca, memahami inti dari kandungan Qur’an sebagai pedoman hidup bagi manusia dipermukaan bumi ini. Dan kita tahu, bagi yang mau berpedoman kepada Qur’an dan Sunnah Rasullah ada jaminan hidupnya akan selamat di dunia dan akhirat. (foto Herman) Tidak hanya itu kata Kasi Pontren/Penamas Mahadolok Ritonga, setiap santriwan/ti di Ponpes harus bergerak memberikan motivasi, akan manfaat membaca qur’an. Sebab setiap santri harus menjadi suri tauladan bagi semua orang. Karena, dia-lah satu-satunya orang yang lebih terfokus belajar kitab gundul yang bahasanya bertuliskan Arab. Dan kelak akan lahirlah ulama kondag dan posisinya akan lebih sejalan dengan tenaga penyuluh. Program-program keagamaan dan pendidikan keagamaan sudah maksimal, sambung Kasi Pemberdayaan Zakat Wakaf (Zawa), Abuzar, mengakui kalau satu persatu sudah melekat dan dipahami oleh umat ‘maka dengan sendirinya akan ada jaminan’ budaya berzakat dan berwakaf akan mudah dilakukan oleh setiap muslim yang beriman dan ujung-ujungnya melalui zakat akan terjalin hubungan sosial. `Kecemburuan sosial pun akan bisa diminamilisir melalui zakat. Puncaknya, melalui zakat juga akan terhindar orang dari kemiskinan. Mudah-mudahan Allah SWT mengabulkannya. 275 mustahik masing-masing Rp300 ribu dari BAZ Kab. Solok. Amiiin. (afrinal aliman)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW