Logo
Program Didik Umat Laznas BSM - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Program Didik Umat Laznas BSM

lima puluh kota Jumat 06, Maret 2015 | 15:15:28 wib

Sarilamak, (Inmas) - Lembaga Amil Zakat Nasional BSM merupakan badan otonom berada bibawah naungan Bank Syariah Mandiri, berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor : 406 Tahun 2002 telah dikukuhkan sebagai Amil Zakat.

Bertempat di Mushalla Amanah Kemenag Lima Puluh Kota, Laznas BSM, melaui Kantor Cabang Pembantu Tanjung Pati bekerjasama dengan Kementerian Agama Lima Puluh Kota menyalurkan dana Zakat kepada 96 peserta didik madrasah dan 23 guru MDTA, dengan total dana sebesar empat puluh juta rupiah.

Rahmawita Adha, Kepala Cabang Pembantu BSM Tanjung Pati menyampaikan, Laznas BSM memiliki program Didik Umat, program tersebut merupakan bentuk kepedulian Laznas BSM dalam meningkatkan kualitas dunia pendidikan di Indonesia. Menukuk dijelaskan, secara pribadi dan kelembagaan kami sangat bangga dapat bekerjasama dengan Kemenag Lima Puluh Kota, dalam rentang empat tahun terakhir sudah banyak program kerjasama yang sudah direalisasikan secara baik, itu semua merupakan bentuk komitmen kita bersama dalam membangun umat dan bangsa, kita semua berharap melalui bantuan Laznas ini, setidaknya dapat membantu peserta didik yang sedang menuntut ilmu serta meningkatkan kesejahteraan para guru MDTA, mudah-mudahan program ini bermanfaat dan dapat kita lanjutkan untuk tahun yang akan datang, imbuh wanita mudah senyum ini.

Sementara itu, Drs. H. Gusman Piliang, MM Kakan Kemenag Lima Puluh Kota menyampaikan ucapan terimakasih serta apresiasi yang setinggi tingginya kepada pihak BSM, terkhusus untuk Laznas BSM, terealisasinya program Didik Umat ini tidak terlepas dari keseriusan kita semua dalam menbangung kerjasama dengan pihak MDTA yang menerima bantuan hari ini, saya berharap agar mempergunakan bantuan tersebut sebaik-baiknya, mari kita syukuri bantuan ini, dengan cara meningkatkan prestasi belajar bagi peserta didik dan prestasi kerja bagi guru.

Menukuk disampaikan bagi peserta didik keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi halangan untuk berprestasi, anak-anak semua harus yakin, bahwa banyak kalangan yang peduli untuk memastikan anak Indonesia tetap dapat menikmati pendidikan secara layak dan berkualitas, pungkas alumni IAIN Imam Bonjol ini.

Data yang dihimpun dari dari seksi Pendidikan Madrasah dan seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, tercatat 96 orang peserta didik madrasah yang menerima bantuan dengan rincian 20 orang peserta didik  MI, 56 peserta didik MTs, 20 orang peserta didik MA serta 23 orang guru MDTA dari berbagai Kecamatan.(APP)|DW

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW