Logo
Tips Mengatasi Kerusakan Moral Khususnya Para Remaja Islam - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Tips Mengatasi Kerusakan Moral Khususnya Para Remaja Islam

bukittinggi Jumat 26, Mei 2017 | 09:17:37 wib

Tips Mengatasi Kerusakan Moral Khususnya Para Remaja Islam

oleh : Syafrial

Dahulu bangsa Indonesia dikenal karena moral rakyatnya yang berbudi pekerti luhur, santun dan beragama. Sayang citra baik ini tidak di jaga. Perlu diingat modal kemajuan suatu bangsa sangat didukung generasi yang cerdas, bijak dan bermoral. Namun akhir-akhir ini, gejala kemerosotan moral benar-benar mengkhawatirkan. Masalah ini bukan hanya menimpa kalangan orang dewasa dalam berbagai jabatan dan profesinya, melainkan juga telah menimpa kalangan pelajar yang diharapkan dapat melanjutkan perjuangan bangsa.

Masalah-masalah moral pun telah menjadi persoalan yang banyak menyita perhatian dari banyak kalangan, terutama dari pendidik, alim ulama, tokoh masyarakat, dan orang tua. Meskipun telah banyak usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah moral, namun hasilnya masih belum menggembirakan. Kita patut prihatin atas kondisi moralitas bangsa ini. Betapa tidak, moralitas, sebagai hasil dari pendidikan, ternyata tidak bisa disebut membanggakan. Moralitas yang ada justru sangat jauh dari nilai-nilai normatif yang selama ini dijunjung tinggi. Semua itu sungguh sangat disayangkan dan telah mencoreng kredibilitas dunia pendidikan. Para pelajar yang seharusnya menunjukkan akhlak yang baik, justru malah menunjukkan tingkah laku yang buruk. Untuk mengatasi berbagai kerusakan moral yang terjadi di masyarakat maka solusi yang untuk menanggapi masalah tersebut adalah sebagai berikut:
·    Untuk menghindari salah pergaulan, kita harus pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan akhlak. Karena kepribadian manusia akan terpengaruhi dari pergaulan itu sendiri. Apabila seseorang bergaul di lingkungan yang baik,maka ia akan timbul kepribadian yang baik juga. Dan apabila seseorang bergaul pada kondisi lingkungan yang kurang baik,maka akan timbul kepribadian yang kurang baik juga.
·    Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak dini. Perhatian dari orang tua juga sangat penting. Karena pada banyak kasus, kurangnya perhatian orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap anak. Seperti halnya karena kurangnya perhatian orang tua,seseorang akan cenderung melampiaskan amarahnya pada orang lain dengan tindakan yang tidak wajar dilakukan oleh kaum muda.
·    Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. Orang-orang menganggap bahwa merokok meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, merokok dapat menyebabkan banyak penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Sehingga kebiasaan ini tidak hanya akan mempengaruhi dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang di sekelilingnya.
·    Meningkatkan iman dan takwa dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal shaleh. Dengan kita mendektkan diri kepada Allah,rajin beribadah,beramal shaleh,tentu akan membuat kita terhindarkan dari perbuatan yang tidak sesuai di jalan Allah. Seperti halnya dalam surat Al-Qalam ayat 4 “ Sesungguhnya engkau ( Muhammad ) berada pada landasan akhlak yang agung.” Sebaiknya,kita sebagai manusia yang telah diberi akal dan fikiran oleh sang maha kuasa harus dimanfaatkan secara optimal. Kita harus berfikir cerdas tentang bagaimana cara mengaplikasikan sesuatu hal agar dapat menimbulkan efek yang baik bagi kita. Terutama dalam memilih hal yang kita sukai seperti halnya trend masa kini,idola,dan lain sebagainya.
·    Mampu memanfaatkan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebaik-baiknya.

Prinsip-prinsip yang harus dikembangkan dalam  pergaulan remaja adalah
1.    Mampu mengontrol dan membawa diri dalam semua situasi
2.    Mencari kawan yang baik dan dapat memotivasi untuk mengembangkan potensi diri.
3.    Mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap semua tugas yang diemban sehingga dapat mempersiapkan masa depan yang gemilang.
4.    Mengembangkan kemampuan diri untuk mencapai prestasi ataupun kematangan diri sehingga memiliki kemampuan dan modal yang cukup untuk menyongsong masa depan.
5.    Tidak mudah larut dalam kesenangan dan pergaulan yang bebas karena kebiasaan ini akan menguras segala kemampuan dan dapat menghancurkan masa depan.    
Agar remaja tidak terjebak ke dalam pergaulan bebas yang tidak sesuai dengan akhlak Islami, remaja perlu mengetahui hal-hal berikut :
1.    Hendaklah tidak memakai busana yang mendorong hasrat seksual.
2.    Hendaklah menghindari berpacaran yang tidak Islami.
3.   Jangan mencoba-coba untuk menonton video porno melalui media apapun, baik
     internet, VCD/DVD maupun media handphone
4.  Katakan “tidak” untuk minuman beralkohol dan narkoba, apapun bentuknya.
5.  Jangan terbawa arus kebudayaan barat yang cenderung pada sikap hedonisme dan  
     materialisme.
6.Selalu mengindahkan pesan-pesan kebenaran dan kebaikan dari orang tua, guru dan
   orang saleh
7.Melakukan kegiatan-kegiatan yang positif bagi masa depan remaja yang berkaitan   
    dengan peningkatan ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta perkembangan   
    kepribadian yang positif bagi remaja (Syafrial)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW