Logo
Muzakarah Pengurus Masjid - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Muzakarah Pengurus Masjid

Selasa 11, Desember 2012 | 14:22:52 wib

Sarilamak, 9 Desember 2012 Bertempat di aula Ponpes al-Kautsar Sarilamak Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Lima Puluh Kota mengadakan acara muzakarah pengurus masjid se-Kabupaten. Acara ini bertujuan untuk menghimpun seluruh permasalahan-permasalahan terkait dengan masjid dan kemudian mencarikan solusinya. Untuk menghantarkan agar sampai pada pokok-pokok permasalahan, maka secara teoritis diberikan landasan berpikir dengan menghadirkan 2 orang narasumber, yaitunya Kakanmenag Lima Puluh Kota dan Ketua Umum MUI LPK, Safrijon Azwar, MA. Masing-masing narasumber diberikan waktu untuk menjelaskan konsep masjid ideal menurut syari’at Islam dan bagaimana pula peran pemerintah dalam upaya membangun masjid ideal tersebut. Kakanmenag, Drs. H. Gusman Piliang, MM sangat senang dan mengapresiasi kegiatan DMI ini. Menurutnya kegiatan ini sangat strategis bagi kepentingan umat dunia dan akhirat. Sejarah peradaban Islam mencatat kejayaan di masa lalu. Rumah ibadah masa lalu sangat 'hebat' mampu melahirkan tokoh-tokoh yang hebat dan menjadi tempat pembentukan karakter umat. Fenomena terkini katanya, rumah ibadah menjadi indah dan besar, namun sunyi dari aktifitas pembinaan umat. Bahkan untuk memperindah masjid pengurus berani meminta-minta dana di jalan. Menjadi 'pengemis' di tengah jalan sudah mentradisi di negeri kita ini. Siapa yang bertanggung jawab memakmurkan masjid? Pertanyaan yang perlu diulang-ulang, sebab ketika orang sudah beriman maka ia wajib memakmurkan masjid dengan kapasitas atau kewenangan yang ia miliki. Pada bahagian akhir terhimpunlah masalah-masalah disekitar masjid, diantaranya: 1. Belum adanya imam masjid, 2. Permasalahan seputar arah Kiblat, 3. Metode dan kurikulum dakwah yang kurang diminati jamaah, 4. Pengurus tidak mengerti ‘job’ (apa yang akan dikerjakan), 5. Kas hanya dari jamaah/donatur, 6. Kurangnya dukungan pengurus masjid terhadap generasi muda sebagai kaderisasi, 7. Masih banyak jamaah merokok dalam masjid, 8. Dana masjid masih di bank konvensional, 9. Perhatian pemerintah terhadap pembinaan masjid masih sangat kurang, dan lain-lain. Sebahagian dari rumusan pemecahan masalah akan menjadi kesepakatan untuk diterapkan di masjid-masjid yang ada di Lima Puluh Kota, dan sebahagiannya lagi akan menjadi catatan atau rekomendasi kepada pihak terkait. Akhirnya kita berharap semoga masjid berjaya kembali demi kemasalahatan umat yang lebih besar (Sfj)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW