Logo
Fuji Atmoko : Pesantren Motor Edukasi Keuangan Syariah di Indonesia - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Fuji Atmoko : Pesantren Motor Edukasi Keuangan Syariah di Indonesia

adminrina Sabtu 09, Mei 2015 | 10:44:37 wib

Padang, Inmas--Menindaklanjuti nota kesepahaman kerjasama Kementerian Agama dengan Bank Indonesia, pihak Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD), Jumat (8/5) di Aula BI Jalan Sudirman.

Nota kesepahaman ini dalam bentuk pengembangan kemandirian ekonomi lembaga pondok pesantren  dan peningkatan layanan non tunai untuk transaksi keuangan di Lingkungan Kementerian Agama.

FGD dihadiri langsung Kakanwil Kemenag Sumbar dan Pimpinan BI Wilayah Sumbar Fuji Atmoko, Kepala Bidang PAKIS, H. Farijal beserta Kasi. Hadir juga Perwakilan Bank Syariah, Pengelola Hotel Syariah, Pengusaha Syariah, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Akademisi dan Pondok Pesantren yang akan menerima bantuan.

Sebelum sesi diskusi, Fuji Atmoko menjelaskan dan mensosalisasikan perkembangan ekonomi dan perbankan syariah di Sumatera Barat. Dikatannya, bahwa inflasi di Sumatera Barat rata-rata diatas inflasi nasional

"Sumbar dikenal dengan masyarakat religius akan tetapi perkembangan bank konvensional masih jauh melebihi perkembangan bank syariah. Namun tahun 2014 perbankan syariah sudah mulai menggeliat walupun masih sangat minim, ungkap Fuji.

Faktor inilah yang mendorong Bank Indonesia melakukan kerjasama dengan Kementerian Agama khususnya pondok pesantren dengan memberikan bantuan pemberdayaan ekonomi di Pondok Pesantren.

Menurut Pimpinan BI Wilayah Sumbar ini, pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai alat syiar islam yang dapat dioptimalkan menjadi motor edukasi keuangan syariah di indonesia, ungkapnya.

Selanjutnya Pondok pesantren juga berperan dalam pengembangan pendidikan keagamaan, pembentukan kepribadian, sosial dan kemasyarakatan serta pengembangan bisnis syariah, tambah pria yang memiliki senyum khas ini.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Sumbar H. Salman sangat berterimakasih apa yang telah dilakukan Bank Indonesia untuk Kementerian Agama terutama dalam meningkatkan perekonomian di Pondok Pesantren di Sumatera Barat. 

Diakui Kakanwil, bahwa pondok pesantren di Sumatera Barat belum bisa bersaing dengan ponpes yang ada di Pulau Jawa. Dimana sebagian besar ponpes di sana sudah memiliki kegiatan ekstra yang bisa membangun dan membentuk pola pikir santrinya untuk berwirausaha, baik melalui keterampilan, bercocok tanam dan perikanan.

"Dengan adanya kerjasama antara Kemenag dengan BI dalam meningkat pemberdayaan ekonomi pondok pesantren dan peningkatan layanan transaksi non tunai saya berharap pondok pesantren di Sumatera Barat akan lebih maju dan lebih mandiri", harap H. Salman 

Namun Kakanwil juga menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola perkekonomian di pondok pesantren sebagian besar belum memiliki basik keilmuan yang cukup untuk bisa mengembangkan ekonomi sayriah itu sendiri. Untuk itu kepada pengelola pesantren Kakanwil berharap untuk selalu meningkatkan pengetahuannya.

Usai paparan dari pimpinan BI dan Kakanwil Kemenag kegiatan istimewa ini dilanjutkan dengan diskusi dari pengelola ekonomi dan perbankan syariah bagaimana peran ekonomi syariah di Sumatera Barat bisa meningkatkan kecintaan masyarakat Sumatera Barat terhadap perbankan dan ekonomi berbasis syariah. Rina_Risna

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW