Logo
Ribuan Jemaah Kunjungi Mesjid - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Ribuan Jemaah Kunjungi Mesjid

Admin Sumbar Selasa 02, Agustus 2011 | 11:00:00 wib

Padang, Singgalang Sedikitnya 9.250 ulama, da’i dan penyuluh di Ranahminang mengisi malam-malam Ramadan 1432 H. Jumlah ini berbanding jauh dengan 14.275 mesjid dan musala yang tersebar luas di Kabupaten/Kota dan jumlah penduduk muslim mencapai lebih dari empat juta orang. Melihat besarnya jumlah jemaah dan mesjid, setiap ulama, da’i dan mubaligh tentunya diharapkan bersiasat kiranya setiap rumah ibadah dapat di kunjungi secara merata. Sekaligus, selama menyampaikan tausyiah dihadapan umat kiranya dapat memberikan kesejukkkan bagi pendengarnya sekaligus memberi manfaat positif bagi kemaslahatan umat itu sendiri. Saran saya, sampaikan pesan itu menurut porsi kita sebagai ulama saja yang sumbernya qur’an dan hadist nabi. Kakanwil Kemenag Sumbar Drs.H. Darwas, menjelaskan hal itu, Selasa (2/8) di Padang. Diakuinya, kehadiran seorang penyuluh ditengah-tengah umatnya ketika beribadah, memang sangat berpengaruh. “”Buktinya, ketika kita berceramah yang akan mereka dengarkan adalah nasehat yang diuraikan itu, berdasarkan qur;an atau hadits Nabi Muhammad SAW dan menjadi pedoman bagi umat. Ajaklah setiap pribadi muslim itu bertingkah menurut ajaran Islam. Layaknya, selaku umat yang berharap banyak akan hadirnya Ramadan di tengah-tengah hidupnya karena ada janji Allah SWT, kalau puasa yang dijalankan itu bernilai ibadah dengan pahala besar. Apakah dikerjakan siang atau malam hari. Kelak setelah Idul Fitri kita kembali fitrah atau suci. Ini semua adalah bonus. Merugilah kalau umat sempat menyia-nyiakannya. Agar kita tahun ini tidak merugi, saya mengajak semua umat untuk selalu meramaikan mesjid, musala, surau atau langgar. Tempat kita mencari pahala terbanyak sebagai bekal ibadah mneuju kampung akhirat setelah kita setelah mati adalah di mesjid dan mendegarkan nasehat-nasehat agama dari ustad atau ustadzah,’’terang Darwas. Disisi lain, kepada penyuluh, ulama dan da’i serta ustad juga mengingatkan, sampaikanlah pesan-pesan atau nasehat agama dengan bahasa yang bisa umat tenang. “”Jangan ada masalah politik yang diuraikan kepada umat kita itu. Masalah politik itu, sudah ada yang menangani dan ahlinya. Kita pun harus tahu kalau masalah itu bukan bobot kita. Makanya, alangkah baiknya kita lebih banyak berbicara masalah umat saat ini dan apa yang akan dikerjakan di masa datang menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Bahasa yang menyejukkan dari hati, lidah dan bibir seorang pendai’ yang lembut, lancar dan efektif dan sekali-kali dibarengi dengan kelucuan saat ini ditunggu umat. “”Jangan ada bahasa yang mengundang sumber fitnah. Membicarakan, seseorang dalam forum jemaah tidak cocok dan malah akan merugikan penyuluh itu sendiri. Strategi matang dan penguasaan sebuah wilayah atau lokasi tempat bercerama dengan budaya dan sosiologis kemasyarakatan harus pula menjadi kajian kita. Siasat itu harus dimiliki oleh seorang da’i sehingga tidak mendatangkan antipati dari umat. Harus ada catatan positif dan decak kagum, kalau saat kita berceramah itu ada nilai yang bisa dipetik hikmah serta nasehat untuk bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi seorang muslim,’’kata Darwas. Disisi lain, Kabid Penamas Kanwil Kemenag Sumbar Drs.H. Ismail Usman, menjelaskan, bahwa secara tekhnis setiap penyuluh yang jumlahnya mencapai ribuan orang, sudah menyatakan siap menyajikan isi ceramahnya disesuaikan dengan masa yang sedang berkembang. Setiap perkembangan itu harus dibarengi dengan masa yang terjadi saat itu dan cara menghadapi di masa datang. Umat, harus tahu kalau setiap yang dikerjakannya itu pasti bernilai ibadah. Makanya, secara tekhnis sarana ibadah yang ada di Sumbar saat ini, perlu dikunjungi oleh ustad sekaligus menyampaikan isi ceramahnya berdasarkan pengalaman yang terjadi di daerah itu,’’terangnya. (nal) Tek foto H. Darwas

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW