Logo
Kasus Perceraian Di Padang Tinggi - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Kasus Perceraian Di Padang Tinggi

Admin Sumbar Rabu 02, Maret 2011 | 12:00:00 wib

BP-4 Harus Berperan Aktif Padang, Humas Sedikitnya 33 pasang calon pengantin (catin-red) se-Kota Padang diberikan nasehat perkawinan secara massal oleh petugas kepenghuluan di Kantor Urusan Agama (KUA) Padang Timur, Rabu (2/3). Penasehatan ini penting diberikan kepada setiap catin ketika akan memasuki masa pernikahan, selanjutnya setelah menerima sehat akan diterbitkan sertifikat bukti penasehatan oleh Kantor Kemenag Kota Padang yang ditandatangani langsung Drs.H. Syamsul Bahri, MM. Kondisi tergambar dari pencanangan fungsi Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan ( BP-4) Kota Padang yang digelar oleh jajaran Kemenenag, yang diresmikan secara simbolis oleh Wawako Padang H. Mahyeldi Ansyarullah, di dampingi Kakanwil diwakili Kabid Urais Drs.H. Marzuki, MM dan Kakan. Kemenag Syamsul Bahri. Menurut Syamsul Bahri, di Kota Padang akhir-akhir ini sengketa rumah tangga yang berujung perceraian mendekati angka 10 persen yang telah melangsungkan pernikahan beberapa tahun lalu. Kondisi ini terjadi dilatarbelakangi kurangnya pendidikan akan hidup berumah tangga. Selain itu juga terjadi karena faktor ekonomi, kekerasan rumah tangga serta pengaruh pihak ketiga. “”Beranjak dari kasus tersebut, keutuhan sebuah rumah tangga memang perlu diselamatkan. Sehingga ketika ada keturunan berupa anak yang diamanahkan Allah SWT kepada sepasang suami istri, kelak tidak akan terlantar dan berujung pada kesengsaraaan. Karena, dalam rumah tangga inilah awal dari terbentuknya manusia yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur,’’sebutnya. Pada sisi lain lain, Wawako Padang Mahyeldi Ansyarullah, dihadapan keluarga besar Kamenag Kota Padang dan 33 pasang catin, mengingatkan agar aparatur sebagai lembaga penjaga moral, memaksimalkan fungsinya. Salah satunya, memberdayakan Bp-4 disetiap Kabupaten/Kota hingga kecamatan di Sumbar. Penasehatan pra nikah harus betul-betul disampaikan secara cermat, teliti dan bisa diterima secara benar pula. “”Kita harus yakin bahwa bangsa ini akan bagus dan mulia kalau di lingkungan rumah tangga mampu membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah. Sebalikya bisa menjadi bencana kalau dirumah tangga tidak terbina hubungan yang harmonis. Sangat banyak bukti sebuah rumah tangga kacau balau. Anak-anaknya dimana pun ketika berada dimasyarakat pasti menjadi sumber pengacau pula. Untuk itu pemerintah berkewajiban membina keutuhan rumah tangga pra nikah. Saat ini, sambung Wawako Mahyeldi, kita saat ini dihadapan dengan masalah sebuah rumah tangga dikalangan pegawai negeri sipil (PNS). Layaknya, di Kota Padang antara suami istri dalam terjebak dalam kehidupan ‘’ujung pekan’’. Artiya, ada PNS kita yang berbeda daerah tugasnya. Mereka umumnya bertemu seminggu sekali. Dan ini semua, perlu dipikirkan kepindahannya secara bersama sehingga rumah tangganya menjadi harmonis. Cuma yang menjadi masalah adalah anggaran penggajian. Saya yakin kalau kita duduk bersama pasti ada solusinya demi keutuhan rumah tangganya pula,’’katanya. (Nal) Tek foto NASEHAT PRA NIKAH—Wawako Padang H. Mahyeldi Anysarullah bersama Kakanwil diwakili Kabid Urais H. Marzuki dan Kakan. Kemenag Kota Padang H. Syamsul Bahri, berbincang usai meresmikan secara simbolis BP-4 dan sentral nasehat pra nikah bagi 33 pasang catin, di KUA Padang Timur, Rabu (2/3). Oafrinal aliman

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW