Logo
Darwas: Jangan Percaya Dengan Isu Jawaban - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Darwas: Jangan Percaya Dengan Isu Jawaban

Admin Sumbar Kamis 31, Maret 2011 | 11:00:00 wib

Laporan H. Afrinal Aliman, S.Sos Padang, Humas Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2010/2011 tingkat aliyah tinggal 15 hari lagi. Khusus para siswa di Sumbar dingatkan mempersiapkan diri sekaligus jangan mau percaya dengan bocoran jawaban yang beredar sebelum ujian digelar. Karena semua itu bisa merugikan hingga menggagalkan siswa dalam ujian nantinya. “Mungkin saja akan nada oknum anggota masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut. Karena kesempatan ini menjadi sasaran empuk bagi orang-orang yang menginginkan keuntungan sesaat tanpa mempehitungkan untung rugi. Sangat jahat sekali mereka itu. Kuncinya lebih bergantung kepada siswa dan perhatian orang tua di rumah dengan memberikan perhatian maksimal dalam mengulangi pelajaran. Indikasi siswa kita dimasa lalu terpengaruh akan memanfaatkan kunci jawaban yang bocor itu memang ada. Tapi kasusnya kecil sekali. Buktinya, tingkat kelulusan di madrasah masih diatas 90 persen. Kakanwil Kemenag Sumbar Drs.H. Darwas didampingi Kabib Mapenda Drs.H. Maswar, MA, menegaskan hal itu di Padang kemaren. “”Tahun ini, jumlah peserta UN tingkat aliyah di Sumbar sebanyak 7.924 orang. Dan semua peserta itu diharapkan bisa berhasil dalam segi kualitas dan kuantitas. Kata kuncinya kembali kepada keseriusan dari para siswa itu sendiri dan perhatian dari orang tua murid dan majelis guru serta anggota masyarakat yang peduli dengan pendidikan,’’harap Darwas. Pelaksanan UN tahun ini berbeda pelaksanaannya dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu perubahan itu terlihat dari sistem pembagian jumlah peserta ujian disetiap kelas. Format sementara setiap kelas jumlahnya hanyalah maksimal 20 orang. Dan dalam kelas itu, setiap soal akan dibedakan oleh tim pengawas atau memakai sistem acak. Antara satu peserta ujian dengan peserta lainnya, materi ujian akan berbeda. Sedangkan untuk tahun-tahun sebelumnya jenis mata ujian sama dan ini bisa berindikasi aka nada peluang kerjasama antara peserta itu sendiri. Nah, untuk tahun ini pola dan sistemnya dirubah. Berdasarkan hal tersebut kita optimis kasus mencontek dan peluang mau percaya dengan adanya soal-soal yang bocor akan masuk sangat tipis sekali. Yang pasti, kunci dan jawaban itu mau dimanfaatkan atau tidak sangat bergantung dengan peserta ujian itu sendiri. Tapi kami selaku pihak penanggung jawab pelaksana ujian dihimbau untuk jangan mudah percaya dengan isu-isu bocoran jawaban UN tersebut,’’kata Maswar mengingatkan. (***)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW