Logo
Gema Asmaul Husna Sapa Pagi di MTsN GBS - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Gema Asmaul Husna Sapa Pagi di MTsN GBS

MTsN Gadut Bunga Setangkai Jumat 04, November 2016 | 11:22:14 wib

Gadut Bunga Setangkai, (Inmas)--Jumat pagi ( 4/11), Seperti biasa MTsN Gadut Bunga Setangkai (GBS) menajalankan aktivitas rutinnya Muhadarah. Kegiatan keagamaan ini biasanya diisi dengan pembacaan Ayat suci Alqur’an beserta saritilawah, pembacaan Tahfidz, Tausiah dari siswa, arahan dari pembina Muhadarah, Senandung Asmaul Husna, serta hiburan yang bersifat Islami.

Muhadarah yang bertempat di lapangan madrasah ini diikuti seluruh siswa dan majelis guru. Selaku pelaksana Muhadarah, yaitu pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM),  dengan pembinanya Ustad Riyan Hidayat.

Dalam arahannya Ustad Riyan menyampaikan, "selaku umat muslim, kita harus menjaga aqidah Islamiyah, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagai generasi penerusnya, lelaki kelahiran Padang, 8 April 1983 ini, menghimbau agar seluruh siswa MTsN GBS memperkuat akidahnya, sehingga mampu menjadi pemimpin bangsa dan agama di masa akan datang".

Selain itu Ustadz Riyan juga mengajak agar sekalian kaum muslimin yang ada di madrasah ini, mendoakan saudara-saudara muslim yang di hari ini sedang memperjuangkan hak umat Islam atas penistaan agama yang dilakukan oknum pemimpin di negara ini.

Suasana Muhadarah lebih khidmat lagi dengan gema Asmaul Husna yang dikumadangkan secara bersama-sama kelompok nasyid madrasah yang dikuti seluruh peserta muhadarah, baik siswa maupun majelis guru.

Pembina OSIM, femelia Savita menuturkan bahwa Asmaul Husna ini segaja kita kumandangkan secara bersama-sama agar seluruh siswa yang ada di madarsah ini hafal dengan 99 nama suci Allah. Pada pelaksanaan muhadarah sebelumnya, hanya kelompok siswa sebagai pelaksana saja yang mengumandangkannya, akan tetapi biar lebih meresap ke hati siswa, kita ganti dengan melantunkan Asmaul Husna secara bersama-sama.

Hal senada juga di sampaikan wakil kesiswaan Noviar, Lelaki yang juga mengajar mata pelajaran Fiqih kelas IX, ini menuturkan bahwa seluruh siswa yang menimba ilmu di madarsah ini harus hafal Asmaul Husna. Salah satu kiat kita, salah satunya melalui muhadarah ini. Bila kita lihat, banyak fadhilah terdapat di dalamnya, di antaranya menjernihkan pikiran dan dimudahkan segala urusan. Apabila kita merujuk kepada sabda Rasulullah yang diriwayatkan Imam Bukhari menerangkan bahwa Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu. Barang siapa yang memahaminya  akan masuk syurga.

Kepala Madrasah Hj. Ermita, mengapresiasi pelaksanaan Muhadarah ini. “Pertahankan kegiatan ini dan lanjutkan ke arah yang lebih baik. Kalau bisa khusus untuk hiburan Islami, lakukan secara bervariasi, agar tidak membosankan dan menambah kreativitas siswa”, ujar Ibu 2 anak ini ketika ditemui  usai pelaksanaan Muhadarah. ( Femel)|DW

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW