Logo
Menag Prihatin Realisasi Anggaran Masih Mengkhawatirkan - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Menag Prihatin Realisasi Anggaran Masih Mengkhawatirkan

Admin Sumbar Jumat 27, Agustus 2010 | 11:00:00 wib

Jakarta(Pinmas)--Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku prihatin terhadap realisasi anggaran kementerian yang dipimpinnya karena hingga 5 Agustus 2010 baru mampu menyerap sebesar 36 persen dari total anggaran Rp30 triliun. "Saya nilai masih mengkhawatirkan," kata Menag dalam sambutannya pada pembukaan rapat Dinas Pimpinan Perguruan Tinggi Agama Negeri (PTAN) dan Kakanwil Kementerian Agama di Jakarta, Kamis (26/8)."Saya memandang rapat dinas pimpinan Kementerian Agama yang dilaksanakan hari ini, sangat penting," kata Suryadharma Ali dalam rapat yang dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama, termasuk para rektor Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN). "Kita perlu duduk bersama melakukan evaluasi kinerja, menyatukan langkah dan tindakan, mensinergikan berbagai kekuatan untuk mendorong percepatan pembangunan nasional di bidang agama," ia menegaskan.Namun terkait dengan realisasi anggaran, Menang mengatakan, kementerian yang dipimpinnya baru mampu menyerap anggaran sebesar 36 persen dari total anggaran yang dikelola. Bahkan, di antara Satuan Kerja (Satker) Pusat ada yang baru mampu menyerap 10,56 persen. Untuk Satker Daerah seluruhnya sudah di atas 30 persen, kecuali Kanwil Propinsi Sulawesi Selatan (28 persen) dan Kepulauan Riau (29 persen). Untuk itu, ia mengingatkan bahwa kondisi itu tak bisa dibiarkan begitu saja karena waktu yang tersisa semakin terbatas. Kinerja Kementerian Agama tidak boleh menurun karena besarnya jumlah kegiatan yang tersisa dan anggaran yang tidak dapat diserap sampai akhir 2010. Untuk itu ia minta komitmen untuk meningkatkan daya serap anggaran. Manfaatkan waktu empat bulan ke depan secara efektif. "Kinerja Kementerian Agama tidak boleh mengalami anti klimaks di saat citra positif kelembagaan mulai terbangun dan kepercayaan masyarakat mulai membaik," harap Suryadharma Ali. Sebelumnya Menag mengakui bahwa salah satu isu aktual terkait dengan perbaikan kinerja Kementerian Agama adalah menyangkut akuntabilitas pengelolaan keuangan dan anggaran. Pencapaian hasil audit dengan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada laporan keuangan tahun 2009 merupakan wujud kerja keras. Pencapaian WDP telah mendekatkan Kementerian Agama pada opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ia berharap predikat tersebut dapat diraih pada 2011 mendatang. Untuk itu ia berharap agar temuan BPK dijadikan bahan masukan agar kesalahan tak terulang. Untuk ini diharapkan para pejabat terkait di kementerian itu dapat mencermati kembali temuan BPK atas laporan keuangan Kementerian Agama 2009 lalu. Utamanya, menurut Menag soal pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum sesuai dengan ketentuan. Dalam pengelolaan PNBP diminta agar berhati-hati. "PNBP bukan tidak boleh atau haram, tetapi proses dan tahapannya harus mengikuti tertib administrasi dan mekanisme yang ditetapkan," ia menjelaskan. (ant/es)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW