Logo
Kakankemenag membuka secara resmi Orientasi/ Pembinaan Guru Bidang Studi Umum Pada Pondok Pesantren se-Kab. Lima Puluh Kota Tahun 2011 - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Kakankemenag membuka secara resmi Orientasi/ Pembinaan Guru Bidang Studi Umum Pada Pondok Pesantren se-Kab. Lima Puluh Kota Tahun 2011

Admin Sumbar Rabu 02, Maret 2011 | 12:00:00 wib

Tanjung Pati, Maret Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota gelar orientasi/ pembinaan guru bidang studi umum pada Pondok Pesantren se-Kabupaten Lima Puluh Kota untuk tahun 2011, di Ponpes Al Kautsar Tanjung Pati seja (1 s/d 3). Kepala Seksi Pekapontren Drs. H. Nashruddin yang juga ketua pelaksana dalam laporannya menyebutkan, bahwa kegiatan ini dilatar belakangi oleh usul dan saran dari pimpinan ponpes serta guru-guru yang mengajar bidang studi umum pada ponpes yang mengemuka saat tim monitoring turun ke lapangan. Tujuan orientasi adalah untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru yang mengajar bidang studi umum pada ponpes sehingga sistem dan materi pembelajaran dapat setaraf dengan Madrasah dan pendidikan umum lainnya dan dapat melahirkan santri berprestasi dan lebih baik mutunya serta siap pakai. Sedangkan untuk para peserta orientasi terdiri dari guru-guru yang mengajar bidang studi umum pada Pondok Pesantren tingkat Tsanawiyah dan Aliyah dengan jumlah keseluruhan sebanyak 60 orang. Acara Orientasi ini juga dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota Drs. H. Gusman Piliang. Dalam arahannya Kepala Kantor Kemenag Kab. Lima Puluh Kota mengatakan bahwa saat ini perhatian pemerintah untuk pondok pesantren sudah sangat besar, hal ini dapat dilihat dengan adanya bantuan yang diberikan kepada ponpes baik bantuan fisik maupun bantuan lainnya. Untuk itu sebuah Ponpes mulai dari Pengurus Yayasan/ Kepala Pondok pesantren harus memiliki skill dan manajemen yang baik dalam melakukkan pencatatan administrasi dengan jelas sehingga dapat sipertanggung jawabkan baik secara lembaga maupun masyarakat. Seorang guru yang mengajar di Pondok pesantren sedapat mungkin membawakan bahasa yang ke wahyuan artinya seorang guru harus berbahasa yang baik kepada anak didiknya. Sebuah lembaga pendidikan mempunyai tujuan yang sama yakninya mencerdaskan anak bangsa, dalam rangka itulah seorang guru harus lebih bekerja keras serta memiliki ketulusan dan keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan sehingga menjadi guru yang profesional. Terakhir Kakankemenag berpesan agar para peserta orientasi dapat memamfaatkan kegiatan ini dalam merangkum dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang selama ini terjadi di Pondok Pesantren. (Hfz).

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW