Logo
Penyuluhan Nikah Dini Digelar di Lokasi TMMD, Tigo Lurah - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Penyuluhan Nikah Dini Digelar di Lokasi TMMD, Tigo Lurah

kabupaten solok Senin 18, Mei 2015 | 11:44:02 wib

Koto baru, Inmas--Dalam rangka mengisi dan menyukseskan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) ke 94 di Kecamatan Tigo Lurah, Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok H. Syamsir, S.Pd.I memberikan penyuluhan.

Penyuluhan yang diberikan ini tentang resiko pernikahan dini yang diselenggarakan di Aula Kantor Camat Tigo Lurah di Batu Bajanjang. Karena cuaca yang beberapa hari terakhir tidak bersahabat memaksa H. Syamsir menuju Batu Bajanjang mengendarai kendaraan roda dua.

Kasubag TU yang didampaingi PLT Kasi Bimas Islam Drs. Yuhartizal dan beberapa Kepala KUAMinggu sore 17/5 dengan mengendarai beberapa kendaraan roda dua yang telah dilengkapi dengan peralatan penolong untuk keadaan darurat. Diantara Kepala KUA yang mendampingi KUA Tigo Lurah Hendri lefi, S.Ag dan Staf KUA Azmi LAsdi serta Kepala KUA Kubung Zulfatmai.

Melihat kondisi ini H. Syamsir terkenang masa-masa bertugas di Kecamatan Sangir saat masih tergabung dalam Kabupaten Solok. Dimana saat itu untuk mengunjungi beberapa desa harus naik kendaraan roa dua dengan jalan berlumpur, dan tak jarang kendaraan ini harus menginap dijalan /tengah rimba dan menuju lokasi dengan berjalan kaki atau naik sampan.

Kalau sekarang ke Tigo Lurah agak beresiko membawa mobil keculai mobil 4×4 namun Kementerian Agama belum memilikinya.

Di Batu Bajanjang hari ini H. Syamsir akan memberikan penyuluhan tentang bahaya dan dampak dari Pernikahan Dini bagi pasangan muda. Peserta dari acara ini adalah para pelajar SMA atau remaja putus sekolah yang umurnya belum cukup untuk menikah yang diutus oleh masing-masing jorong dan nagari dalam kecamatan Tigo Lurah.

Materi yang akan disajikan diantaranya UU nomor 1 tahun 1974 tentag perkawinan dan UU nomor 23 tentang Perlindungan Anak.

Selain membahas menurut hukum negara Republik Indonesia, mantan Kepala KUA Sangir dan Lembah Gumanti serta Gunung Talang ini juga akan membahss masalah pernikahan dari sisi agama terutama Fiqih.

Tujuannya agar masyarakat jangan hanya menganggap pernikhan ini penting dicatat menurut hukum akan tetapi juga diperlukan memenuhi syarat dan rukun menurut agama agar nikah ini juga menjadi ibadah.

Lebih lanjut tokoh Taluak Dalam dengan gelar adat Khatib Sampono ini juga telah melengkapi materinya dengan pandangan dari sisi adat tentang pernikahan ini. Fendi/Rina

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW