Logo
Posisi Strategis Guru Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum 2013 - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Posisi Strategis Guru Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum 2013

pasaman Jumat 25, Agustus 2017 | 09:30:22 wib

Posisi Strategis Guru Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum 2013

( Oleh : Mulyu Hendri, S.Pd.I Pengawas PAI TK, SD, SMP dan SLTA pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman )

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun pelajaran 2013/2014 telah menetapkan kebijakan implementasi Kurikulum 2013 secara terbatas. Selanjutnya pada tahun pelajaran 2014/2015, Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh SMA pada kelas X dan kelas XI. Pada tahun 2014 dengan mempertimbangkan masih adanya beberapa kendala teknis, maka berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 tahun 2014 tentang pemberlakuan Kurikulum Tahun  2006 dan Kurikulum Tahun 2013 dilakukan penataan kembali implementasi kurikulum 2013. Berdasarkan Permendikbud tersebut, Kurikulum 2013 diterapkan secara bertahap di satuan pendidikan mulai semester genap tahun pelajaran 2014/2015 sampai dengan tahun pelajaran 2018/2019.

            Sebagaimana kita ketahui bersama dalam konsep kurikulum 2013 hal yang sangat mendasar menjadi perhatian dunia pendidikan kita adalah adanya KI 1 ( sikap spiritual ) dan KI 2 ( sikap social ). Ini sangat sejalan dengan fungsi Pendidikan Nasional kita yang tertuang dalam  Undang-undang Republik Indonesia no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 menjelaskan bahwa :  Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan  kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka  mencerdaskan  kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Disini nampaklah oleh kita betapa pentingnya penanaman nilai spiritual dan sosial kepada peserta didik. Mata Pelajaran Pendidikan Islam menjadi hal yang mendapatkan perhatian yang lebih dari sebelumnya, hal ini dapat kita lihat dalam struktur kurikulum 2013 jam tatap muka mata pelajaran pertingkat bertambah 1 jam tatap muka. Namun masih sedikit dari guru kita melihat penambahan jam tatap muka ini sebagai bentuk peluang untuk lebih banyaknya kita diberi kesempatan menanamkan nilai – nilai spritual, namun kecendrungan guru kita dilapangan lebih melihat penambahan jam tatap muka ini sebagai solusi untuk memenuhi jam wajib guru 24 jam tatap muka.

            Dalam implementasi kurikulum sebagai perwujudan fungsi Pendidikan Nasional  sangatlah dipengaruhi oleh karakteristik perilaku guru dalam proses pembelajaran yang pada akhirnya akan menunjukan baik atau tidaknya hasil pembelajaran. Berdasarkan UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dalam bab IV pasal  10   ayat 1 menjelaskan Kompetensi guru sebagai berikut : 1. Kompetensi Pedagogik, 2. Kompetensi Kepribadian, 3. Kompetensi Sosial dan 4. Kompetensi Profesional. Keempat kompetensi ini merupakan hal yang sangat mutlak dimiliki oleh setiap guru sebagai seorang tenaga pendidikan yang akan mengajar dan mendidik peserta didiknya menuju ketercapaian dari fungsi Pendidikan Nasional kita, yang mengedepankan penanaman nilai spiritual dan sosial kepada peserta didik.

            Bila kita lebih menukikan pandangan kita kepada guru, maka untuk mensukseskan cita – cita kurikulum 2013 dengan semangat penanaman nilai spiritual dan sosial kepada peserta didik.posisi guru pendidikan agama Islam sangat strategis. Hal ini tentu sangat selaras dengan eksisitensi guru Pendidikan Agama Islam yang dijelaskan dalam PMA no 16 tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah, dalam pasal 1 ayat 2 menjelaskan bahwa Guru Pendidikan Agama adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memberi teladan, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

            Sebagai seorang pengawas Pendidikan Agama Islam tingkat TK s.d SLTA, penulis melihat realitas dilapangan para guru PAI kita belum banyak yang menyadari akan peran strategis mereka tersebut. Hal ini bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain menurut penulis adalah : 1. Pemahaman guru PAI tersebut terhadap ruh kurikulum 2013, 2. Dalam peningkatan kompetensi guru kita dalam berbagai bentuk pelatihan, workshop dan diklat serta bimbingan dari pengawaspun masih terfokus pada peningkatan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional dan, 3. Masih kurangnya perhatian kita terkait peningkatan kualitas kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru PAI.

            Untuk itulah penulis melihat, seorang pengawas PAI sangat penting memperhatikan peningkatan kualitas kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru binaannya.  Walaupun secara regulasi sangat kita sayangkan, posisi pengawas PAI lebih di fokuskan pada peningkatan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru binaannya. Sebagaimana diatur dalam PMA no 2 tahun 2012 bab III pasal 5 menjelaskan Pengawas PAI pada Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas perencanaan, proses, dan hasil pendidikan dan/atau pembelajaran PAI pada TK, SD/SDL:B, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, dan/atau SMK.

            Pada hal penulis sangat sepakat dengan apa yang dikatakan oleh seorang ulama besar pengasuh Pondok Pesantren Modern Gontor ( KH Abdullah Syukri Zarkasyi ). Saat ditanya kunci kesuksesannya dalam mengelola lembaga pendidikan, mengatakan bahwa :

“Materi pembelajaran adalah sesuatu yang sangat penting. Tetapi, Metode pembelajaran jauh lebih penting dari Materi pembelajaran”.

“Metode pembelajaran adalah sesuatu yang sangat penting. Tetapi, Guru jauh lebih penting dari Metode pembelajaran”.

“Guru adalah sesuatu yang sangat penting. Tetapi, Jiwa Guru jauh lebih penting dari Guru itu sendiri”.

( Jiwa Guru inilah yang menurut penulis termasuk kompetensi kepribadian dan  kompetensi sosial guru ).

 

 

           

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW