Logo
Kasubdirektorat Seni Budaya Kemenag Tinjau Meseum Dan Masjid Bersejarah Di Pasaman - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Kasubdirektorat Seni Budaya Kemenag Tinjau Meseum Dan Masjid Bersejarah Di Pasaman

pasaman Kamis 07, September 2017 | 16:53:32 wib

Pasaman, Inmas – Kamis (7/9) jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman mendapatkan kunjungan kedinasan pejabat Kemenag pusat.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Nafrizal dan Kasi Bimas Islam Edy Ridwan menyampaikan kunjungan Kepala Subdirektorat Seni, Budaya dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Direktorat Bimas Islam Kemenag RI H.Yayat Supriyadi, M.Si dan rekannya Pelaksana subdit Seni, Budaya dan Siaran Keagamaan H.Miftah, SE ke ranah Pasaman guna memonitoring dan memantau kegiatan yang dibidanginya.

Didampingi olehnya, kedua pejabat struktural pusat itu mengunjungi dan melihat dari dekat beberapa masjid dan situs bersejarah Islam yang ada di ranah Pasaman tepatnya di Kecamatan Bonjol yakni Masjid Syech Muhammad Thaib, Surau Batu Koto Tuo Kumpulan dan Meseum Tuanku Imam Bonjol yang berada di kawasan ekuator.

Nafrizal mengatakan bahwa tempat-tempat tersebut memiliki nilai-nilai histori perkembangan Islam di ranah Pasaman, apalagi kedua masjid terutama Surau Batu atau dikenal nama lain Surau Syech Maulana Ibrahim Al Khalidi yang dahulu hingga sekarang sebagai pusat kegiatan Islam semacam pengajian, kesenian budaya bagi masyarakat sekitar.

Begitu pula halnya di meseum, Edy menerangkan sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah milik pejuang Islam Tuanku Imam Bonjol juga menyimpan beberapa karya seni budaya Sumatera Barat yang hendaknya dijaga dan dirawat keutuhannya.

Dari kunjungannya, H.Yayat mengatakan ranah Pasaman termasuk daerah yang memiliki situs-situs bersejarah dan bermacam seni budaya Islam. Dan perjalanan dinas yang dilakukan bersama rekannya itu sebagai program kerja untuk melestarikan serta mengangkat kembali seni budaya Islam di nusantara ini.

Lanjutnya, Kemenag sebagai instansi vertikal memiliki program dalam bidang seni, budaya dan siaran keagamaan, maka tujuannya adalah menghidupkan kembali seni budaya Islam serta memperkenalkan sejarah-sejarah perkembangan Islam di negara ini.

“Meski harus melalui jalan yang berliku dan melelahkan ke ranah Pasaman, namun cukup puas telah melihat dari dekat situs dan masjid bersejarah di sini”, ucapnya.(abie78)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW