Logo
Bina 200 Pasang Catin di Payakumbuh, Kemanag Rangkul Dinas Kesehatan - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Bina 200 Pasang Catin di Payakumbuh, Kemanag Rangkul Dinas Kesehatan

payakumbuh Rabu 13, September 2017 | 23:15:15 wib

Payakumbuh, Inmas--Perdana dalam sejarah pelaksanaan program Bimbingan Perkawinan (Binwin) di Kementerian Agama melalui Satker Kankemenag. Walaupun selama ini sudah terlaksanana Kursus Calon pengantin (SusCatin) yang lazim disebut screening di Kantor Urusan Agama di kecamatan, beberapa hari sebelum prosesi pernikahan.

Dalam rangka menciptakan keluarga sakinah, mawaddah warahmah, Kementerian Agama melalui DIPA tahun anggaran 2017, melaksanakan program bimbingan catin serentak di Indonesia sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 373 tahun 2017 tertanggal 19 Juni 2017.

Di dalam Kepdirjen ini dijelaskan bahwasanya satker kankemenag mesti melaksanakan binwin selama 8 gelombang di tahun anggaran 2017, untuk 1 gelombang dilaksanakan binwin selama 2 hari. Pembiayaannya ditanggung DIPA satker kankemenag, tepatnya di Seksi Bimas Islam. Dalam pelaksanaanya, kankemenag Kota Payakumbuh rangkul Dinas Kesehatan dan dibantu dengan 2 orang narasumber Tutor Keluarga Sakinah bersertifikat nasional, H. Asra Faber dan Mhd. Israk.

Sebagaimana pelaksanaan binwin gelombang pertama yang dibuka langsung Kepala Kankemenag Kota Payakumbuh di Aula serbaguna Kankemenag, hari ini, Rabu (13/09/2017) dan diikuti 25 pasang catin yang berasal dari 5 kecamatan di Payakumbuh, yang akan melangsungkan prosesi pernikahan pada hari Jum'at dimuka.

Ketua panitia binwin, Agung Prakarsa menyampaikan, binwin ini bertujuan untuk memberikan bimbingan terhadap catin yang akan mengarungi bahtera rumah tangga. Sehingga pasangan catin paham terhadap hak dan kewajiban dalam rangka mewujudkan keluarga yang sakinah, bermutu sebagaimana diatur dalam UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.

Dalam pemaparan materi dinamika rumah tangga yangdibantu tayangan infocus dan white board, H. Asra Faber sebagai  seorang Tutor yang sudah bersertifikasi nasional mengawali materinya dengan Surat Ar Rum ayat 21 dan dilanjutkan dengan penyampaikan trik dan tahapan membangun RT yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

"Terjadinya pernikahan diawali dengan saling kenal 2 unsur yang berbeda menjadi sebuah kesamaan visi dan misi yang dirahmati oleh Allah dan kedua keluarga, bahkan sanak famili untuk mewujudkan sebuah rasa tenteram. Pernikahan  bukanlah sebuah hal mudah karena pernikahan merupakan sebuah proses membangun keluarga yang dirahmati. Bagusnya sebuah negara tergantung pada bagusnya sebuah rumah tangga. Jadi catin berkewajiban membangun sebuah RT yang bermutu. Nikah adalah ibadah tampa ada pernikahan, itu disebut kumpul kebo," Asra Faber awali.

"Memutuskan pilihan terhadap seorang pasangan hendaknya sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW, Perempuan dinikahi karena empat faktor, karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung. Yang pertama adalah jelas agama dan pengamalannya. Sebuah pernikahan yang sudah berdasarkan petunjuk rasul akan melahirkan sebuah kemuliaan, karena semua kebutuhan standar terpenuhi,

bukanlah sebuah penyesalan. Pernikahan yang sah merupakan sebuah pengakuan yang sah dari segi agama, aturan pemerintah dan adat istiadat. Raih dan bangunlah sebuah RT yang diberkati dengan saling memahami kekurangan dan saling menutupi aib, menjaga hubungan dengan Allah sebagai seorang hamba dan sesama manusia secara maksimal sebagai seorang makhluk sosial, sehingga tercipta kerangka RT sakinah hingga tutup usia," sampul Asra Faber.

Sesudah ishoma, sesi kedua penyampaian materi dilanjutkan oleh Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Hj. Rivetra Haryani yang kerap disapa Opet kesempatan ini memaparkan materi menjaga kesehatan reproduksi keluarga.

Dalam materinya, Rivetra menyebutkan bahwa keluarga sebagai wadah untuk beribadah, keluarga juga berfungsi afektif, sosialis, reproduktif, ekonomi dan pemeliharaan kesehatan keluarga. Dari segi kesehatan terdapat 2 unsur yang dipahami catin saat pra nikah dan nikah.

Dalam sebuah pernikahan yang akan berlanjut kepada sebuah perkawinan, sehingga terwujud sebuah hubungan seksual yang sesuai syariat islam dan norma yang berlaku. Kelanjutan hubungan seksual tersebut akan menimbulkan kehamilan, menyusui dan melahirkan dan membesarkan buah hati. Dalam menghadapi semua itu pasangan catin mesti paham dan bijaksana, mesti ada dukungan Suami SIAGA dan Keluarga SIAGA.

Pasangan siaga adalah pasangan bijaksana yang paham ahapan-tahapan bagaimana perencanaan persiapan kehamilan yang sehat, persiapan menjelang kelahiran, pengaturan jarak kehamilan (KB) dengan ketersedian alat kontrasepsi yang cocok serta penerapan PHBS di rumah tangga.

Dipenghujung materinya, Hj. Opet menekankan, “Dalam hal kehamilan, pasangan menjauhi 4 TERLALU, yaitu terlalu muda atau terlalu tua usia waktu hamil, terlalu dekat jarak kehamilan dan terlalu sering melahirkan. Karena sesuai syariat islam dan dunia kesehatan, menyusui anak itu adalah selama 2 tahun dan di Payakumbuh sudah ada Perda No. 9 tahun 2015 tentang pemberian ASI Ekslusif untuk bayi. Dan Perda ini sangat mendukung syariat islam," terang Opet.

Terkait pelaksanaan binwin, kami mencoba mewawancarai 2 pasang catin yang berbeda status pernikahan. Adalah R (jejaka) dan Y (janda) mengungkapkan, " binwin ini sangat besar manfaatnya, hanya saja kami tidak dapat mengikuti sampai tuntas, karena kami terikat dinas. Doakan kami agar sakinah hingga kakek nenek," ucap pasangan ini.

Pasangan kedua R (duda) dan E (perawan), " kami sangat mendukung kegiatan ini, karena ada keterbukaan untuk tanya jawab, walau agak malu-malu. Semoga dengan ilmu yang diberikan pemateri, kami bisa mengarungi RT sesuai syariat islam untuk mewujudkan keluarga bekualitas," ucap R yang berprofesi sebagai tukang ini.

Binwin yang berlangsung selama 2 hari ini selanjutnya akan dilaksanakan besoknya dengan 4 materi terkait pengelolaan konflik dan membangun ketahanan keluarga serta pemenuhan hak / kewajiban dalam rangka menciptakan keluarga dan generasi berkualitas. Kegiatan ini selanjutnya akan ditutup dengan pre test. Kepada 25 catin yang mengikuti binwin ini, panitia akan memberikan sebuah sertifikat dan uang saku sesuai aturan yang berlaku. (ul/Rina)

 

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW