Logo
Delapan Pasang Catin Ikuti Simulasi Ijab Qabul di KUA Tigo Nagari - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Delapan Pasang Catin Ikuti Simulasi Ijab Qabul di KUA Tigo Nagari

pasaman Jumat 06, Oktober 2017 | 10:50:03 wib

Pasaman (Inmas)--Kantor Urusan Agama Kecamatan Tigo Nagari menggelar bimbingan penasihatan dan simulasi ijab qabul, Jumat (6/10). Kepala KUA Tigo Nagari Ilfa Jasri didampingi stafnya Jon Kenedi Lubis menyebutkan kegiatan tersebut diikuti sebanyak delapan pasang calon pengantin (catin) asal kecamatan setempat di kantornya.

Menurut Ilfa Jasri kegiatan pembekalan pra nikah ini dianggap penting bagi catin sebelum melangsungkan pernikahan sesuai jadwalnya masing-masing. Di dalam penasihatan tersebut mereka diberikan bimbingan baik mengenai agama, bimbingan ibadah, bersuci, kesehatan serta bekal dalam membangun dan melestarikan pernikahan.

Katanya lagi, para catin itu tidak hanya diberikan penasihatan oleh pihaknya juga dibimbing mengenai ucapan dalam akad nikah yang merupakan salah satu rukun dalam pernikahan.

“Sekaligus mereka mengikuti simulasi ijab dan qabul”, ungkapnya.

Ilfa berharap dari bimbingan atau penasihatan perkawinan serta simulasi akad nikah dapat menjadi bekal bagi pasangan catin yang masih berusia muda dalam mengarungi kehidupan berumah tangga untuk mencapai mahligai yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

Ia juga menginformasikan jumlah pasangan yang menikah hingga akhir bulan September kemarin sebanyak 22 peristiwa, enam diantaranya melangsungkan di luar balai nikah dan 16 di balai atau KUA.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman H.Abdel Haq menjelaskan pentingnya penasihatan pra nikah itu setidaknya meningkatkan kualitas perkawinan bagi ummat Islam guna terbentuknya keluarga yang kokoh dan harmonis, mengantarkan keluarga yang bermasalah menuju keluarga yang penuh ketenangan dan ketentraman. Dan mencegah terjadinya poligami yang tidak sehat, tidak bertanggung jawab dan perkawinan di bawah umur.

Apalagi katanya melihat kondisi dewasa ini dengan adanya perkembangan dunia informasi dinilai bisa mempengaruhi fisik psiko sosial emosional yang memungkinkan terjadinya permasalahan dan tantangan dalam perkawinan semisal pengaruh pihak ketiga, cemburu buta, tidak bertanggung jawab, penganiayaan, perselingkuhan, problem ekonomi dan perselisihan yang terus menerus antar suami dan istri. 

Dari itu nilai Abdel Haq  perlu adanya pelayanan penasehatan dan konsultasi perkawinan bagi para catin untuk mengatasi problema ketika telah berumah tangga, agar perkawinan terselamatkan dan sekaligus dapat menekan angka perselisahan dan perceraian. (abie78/Rina)

 

 

 

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW