Logo
PENGELOLAAN PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 PASAMAN - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

PENGELOLAAN PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 PASAMAN

pasaman Kamis 02, November 2017 | 09:44:31 wib

Oleh : INDRIA FITRI, S. Ag M.MPd

(Kepala MIN 2 Pasaman)

 

MIN 2 Pasaman adalah satuan pendidikan yang memberikan layanan pendidikan pada jalur formal di jenjang pendidikan dasar. Pendidikan dasar berbentuk Madrasah Ibtidaiyah ini menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama islam sesuai PMA no 29 th 2014 Bab I pasal 1. Identitas dan gambaran singkat MIN 2 Pasaman.

Dalam UU Sisdiknas no 20/2003 Bab IX pasal 35 ayat 2 disebutkan bahwa Madrasah harus berpedoman kepada SNP (Standar Nasional Pendidikan)  sebagai acuan pengembangan kurikulum yang memuat standar isi, proses, kompetensi lulusan, penilaian, tenaga PTK, sarana prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan. Delapan standar ini harus diterapkan secara terencana dan berkala. Dalam Bab 14 pasal 51 ayat 1 juga dinyatakan bahwa pengelola satuan pendidikan dasar harus dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis madrasah.

Kepala Madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan pada madrasah (menurut permendinas no 28 tahun 2010). Menurut PP no 19 tahun 2017 pasal 55: beban kerja kepala madrasah sepenuhnya adalah untuk melaksanakan tugas manajemen, pengembangan kewirausahaan dan supervisi kepada PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan), disamping itu kompetensi kepribadian, profesional dan sosial juga harus dimiliki kepala madrasah.

Manajemen memiliki peranan strategis dalam membentuk karakter warga madrasah, sedangkan kewirausahan kepala madrasah yang diharapkan adalah keberanian memenuhi kebutuhan warga madrasah serta kemampuan memecahkan permasalahan yang timbul di madrasah dilihat dari 8 SNP.

Kewirausahaan adalah keberanian, keutamaan dan keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri (Suparman Sumo Hamijaya, 1980,115). Ada 4 unsur yang membentuk pola kewirausahaan yang benar dan luhur yaitu sikap mental, kepemimpinan, keteladanan dan keterampilan. (Hakim, 1998:34)

Berdasarkan pernyatan datas disadari bahwa pengelolaan pendidikan yang tepat, efektif, sfisien dipandang penting untuk meningkatkan mutu sumber daya pendidikan, khususnya di MIN 2 Pasaman. Masyarakat dan Dinas/ Instansi terkait berperan penting pula dalam memajukan madrasah.

Tanggal 25 Maret 2015, penulis di mutasikan ke MIN Muara Bangun, dilantik Senin 30 Maret 2015, serah terima jabatan dengan pejabat lama tanggal 6 April 2015 hari Senin. Karena mengikuti DDLK (Diklat Diluar Kampus) tentang leadership di MAN Lubuk Sikaping oleh Balai Diklat Keagaman Padang dari 7 April s/d 10 April 2015. Penulis baru bisa berkenalan dengan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, lingkungan dalam dan luar madrasah hari Sabtu tanggal 11 April 2015.

Survey lapangan tentang kondisi awal madrasah yang penulis temui adalah keadaan lingkungan madrasah yang kumuh, bau dan didapati kotoran manusia dirabat teras belakang kelas. Hubungan dengan masyarakat luar madrasah tidak harmonis terlihat dengan adanya batang kayu yang menghalang jalan masuk madrasah tanda dilarang masuk. Adanya keinginan pemuda, tokoh masyarakat dan ketua kampung mendobrak pagar tembok madrasah untuk dijadikan sebagai jalan antar lintas masyarakat dari pemukimannya ke sawah, kebun, kolam ikan dan kelapangan sepak bola di area tanah madrasah. Setiap hari WC Madrasah menjadi WC Umum dipakai secara bersama oleh warga madrasah dan masyarakat sekitar.

Tantangan yang penulis hadapi bagaimana cara mengelola lingkungan dalam dan luar madrasah agar menjadi lingkungan Beriman (Bersih Indah Dan Nyaman). Bagaimana menjalin hubungan harmonis antara madrasah, masyarakat dan instansi terkait, dengan watak karakter sosial kultural masyarakatnya yang keras dan tempramental.

Untuk mewujudkannya perlu dibentuk tim pengembangan madrasah dan tim penyusunan KTSP, guna menentukan Visi Misi dan Tujuan, mau kemana madrasah ini dibawa?

 

Kepemimpinan di MIN 2 Pasaman

Tipe kepemimpinan yang bagaimanakah yang bisa diterapkan di MIN 2 Pasaman dan bagaimana caranya?

Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam organisasi karena sebagian besar keberhasilan/ kegagalan suatu organisasi ditentukan oleh kepemimpinan. Pentingnya kepemimipinan dikemukakan oleh James M. Black pada Manajemen: a Guide to Executive Command. Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan dan menggerakkan orang lain agar mau bekerja sama di bawah kepemimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan tertentu”. Sadili Samsudin (2006:287)

Salah satu tipe kepemimpinan adalah tipe demokratis dan partisipatif yang menonjolkan musyawarah dengan Dewan PTK, Komite Madrasah dan Tokoh Masyarakat. Dalam kurun waktu 2 tahun 6 bulan sebagai Kepala Madrasah tipe ini penulis terapkan, berhasil mengajak seluruh komponen pendidikan madrasah bekerjasama mencapai tujuan, menjadikan madrasah kumuh menjadi BERIMAN (Bersih, Indah dan Nyaman), dengan mengedepankan rasa memiliki, bangga dengan pengorbanan dan pengabdian masyarakat  terhadap madrasah yang didirikannya.

Tipe ini penulis terapkan dengan cara/ teknik sebagai berikut :

  1. Bekerja dalam satu tim yang solid. Setiap kegiatan dibentuk panitia penanggung jawab dan pembagian kerja.
  2. Terbuka terhadap kritikan dan masukan siapapun selama sesuai dengan tujuan kemaslahatan madrasah.
  3. Mendahulukan kepentingan madrasah dibandingkan kepentingan pribadi.
  4. Memberi dan menerima kontribusi yang banyak untuk madrasah.
  5. Kebebasan berinovasi untuk meningkatkan kualitas madrasah.
  6. Menjadikan Tokoh Masyarakat (Komite), Kemenag (Pengambil Kebijakan), Pemda, Diknas, Dinkes, BLH/ DLH, Polsek, Puskesmas, Pengawas Madrasah (Konsultan Pendidikan).

Keputusan kebijakan adalah keputusan dan kebijakan bersama berdasarkan gagasan dan ide-ide yang mengandung unsur kemaslahatan/ prestasi madrasah. Berkat kerjasama yang solid antara warga madrasah, komite dan tokoh masyarakat MIN 2 Pasaman Terakreditasi A tahun 2016 dengan nilai A berdasarkan SK Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/ Madrasah Sumatera Barat no. 1049/BAB-SM/22/X/2016 tanggal 25 Oktober 2016 ditandatangani oleh bapak H. Sutyarma Marsidin, MPd.

Pada saat ini MIN 2 Pasaman memiliki kemajuan yang signifikan, dan diharapkan akan selalu berjalan dengan lancar  dan sukses. Dalam kegiatan mengelola madrasah, penulis menerapkan kebijakan-kebijakan sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Kemenag RI, Dinas Pendidikan, Pemda, Satgas Saber Pungli, Polsek, Dinkes, Kamabicab/ Kwarcab dan kebijakan yang diambil selalu dikoordinasikan dengan semua pihak yang memiliki hak dan kepentingan, juga kepada pihak yang dipandang bisa memberi solusi dan pertimbangan dengan memandang bahwa kebijakan yang diterapkan haruslah seimbang dan adil supaya suasana di lingkungan madrasah selalu berjalan kondusif dan harmonis. PTK bebas dalam mengemukakan pendapat dan menjalankan kegiatan pembelajaran. Tentunya kebebasan yang diberikan masih berada dalam koordinasi dan pengawasan Kepala Madrasah. Data yang pernah memimpin MIN 2 Pasaman.

Kurikukum dan Pembelajaran di MIN 2 Pasaman

Bagaimana cara pengembangan K13 yang telah dilaksanakan di MIN 2 Pasaman serta bagaimana hasilnya?

Cara pengembangan K13 di MIN 2 Pasaman, adalah dengan mengikuti kebijakan Permendikbud No. 23 Th 2015, Dengan Gerakan Literasi Madrasah (GLM). Dengan GLM diharapkan nilai-nilai budi pekerti di madrasah tumbuh dan berkembang dan perlu di integrasikan dalam kegiatan pembelajaran secara konsisten dan berkesinambungan agar jadi pembiasaan. Untuk meningkatkan kompetensi peserta didik dalam pembelajaran dibudayakan kegiatan mencari dan menggali informasi melalui membaca buku teks atau sumber belajar lainnya, bimbel untuk KSM (Kompetisi Sains Madrasah).

Cara pengembangan K13 berikutnya adalah dengan membuat sudut baca madrasah di Ruang Kelas, Pustaka, Kantin, Bank Sampah, Green House, Toga, Mushalla, dan Teras. Diharapkan dengan budaya literasi ini olah fikir peserta didik terasah tajam, punya keunggulan akademis sebagai hasil pembelajaran.

Untuk olah hati atau etika dalam kompetensi spiritual dan sikap peserta didik MIN 2 Pasaman melaksanakan pembiasaan Sholat Dhuha, Praktek Sholat Fardhu, Do’a dan Dzikir, Praktek Sholat Jenazah,  Muhadarah/ Kultum, Tahfiz Al-Qur’an Juz Amma atau Juz 30, Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Diharapkan dengan pembiasaan ini peserta didik memiliki kerohanian yang mendalam, beriman dan bertaqwa pada Allah SWT serta menjadi peserta didik yang religius.

Untuk kompetensi keterampilan dalam olah rasa estetika dan olahraga kinestetik, peserta didik dilatih jadi petugas upacara, pramuka, dokter kecil, drumband, piket patrol sampah, pengomposan, bank sampah, green house, kolam, toga madrasah, seni rebana, pidato, dan MTQ, bimbel persiapan untuk lomba AKSIOMA (Ajang Kreatifitas Seni Olah Raga Madrasah), dan bimbingan untuk persiapan Kemah Pramuka Madrasah. Dengan kegiatan ini diharapkan peserta didik berjiwa nasionalis, mandiri, goro, integritas, dipercaya setiap perkataan dan tindakannya. Kegiatan Pembinaan K13 yang lainnya adalah dengan cara :

  1. Mendatangkan nara sumber dari Pengawas Disdik Bapak Sakirman dan istrinya, Pengawas MI Ibu Dahlia Farina, Kasipenmad, dan Kemenag, dalam kegiatan pembinaan K13 edisi revisi
  2. Mengutus Guru Kelas dan Guru Bidang Studi untuk mengikuti Bimtek K13 di hotel Axana Padang.
  3. Mendownload materi contoh silabus, RPP, buku di internet diperbanyak dan di distribusikan pada tenaga pendidik.
  4. Memperbanyak buku siswa dan buku guru K13, baik mata pelajaran umum maupun mata pelajaran Agama
  5. Sosialisasi penggunaan aplikasi penilaian dan rapor K13 ke guru kelas.

Dalam Permen no 23/2016 pengelolaan penilaian K13 edisi revisi Juli 2016 meliputi penilaian harian, tengah semester dan akhir semester. Untuk nilai pengetahuan dan keterampilan K13 dan K14 pengetahuan dan keterampilan harus tuntas. Untuk K11 dan K12 nilai sipiritual dan sikap harus predikat baik  dan bersifat deskriptif.

Tahun ajaran baru TA 2017/2018 semester 1 MIN 2 Pasaman menerapkan pembelajaran Tematik untuk kelas I s/d VI untuk pelajaran umum dan untuk pembelajaran agama (BA, QH, FQ, SKI, dan AA) mengikuti KMA 165 dan KMA 207 Th 2014, dengan menekankan pada pendekatan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Efektif) dan pembelajaran scientific 5M (merencanakan, melaksanakan, menilai, membimbing dan melakukan tugas tambahan). Data Struktur K13 Min 2 Pasaman.

Hasil dari pengembangan K13 di MIN 2 Pasaman :

  1. Peserta didik lebih produktif, kreatif, percaya diri senang belajar sambil bermain dengan manfaatkan barang bekas sebagai sarana pembelajaran;
  2. PTK lebih bergairah bekerja;
  3. Peserta didik merasa terlayani karena perubahan manajemen yang lebih mengedepankan pada layanan pembelajaran, bimbingan dan penyuluhan;
  4. Lulusan madrasah lebih berkompeten dan sejahtera, berkarakter, terampil, mandiri, dan berani berkompetisi;
  5. MIN 2 Pasaman meraih berbagai prestasi.

Pengelolaan Peserta Didik di MIN 2 Pasaman

Bagaimana pengelolaan peserta didik yang dilakukan penulis dan pendekatan apa yang dilakukan?

Pengelolaan peserta didik di MIN 2 Pasaman melalui tahapan-tahapan tertentu mulai dari analisis kebutuhan peserta didik dan seleksi. Peserta didik yang akan diterima jumlahnya berbanding sama dengan peserta didik yang tamat, membuat brosur PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), brosur berisi profil madrasah, visi, misi kualifikasi PTK, prestasi peserta didik, syarat dan jadwal pendaftaran dan akreditasi.

Awal tahun ajaran baru, minggu pertama diadakan MATSAMA (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah). Penempatan peserta didik dalam pembagian kelas dan pembagian kelompok berdasarkan kepada sistim kelas, kegiatan ini dilakukan oleh guru kelas. Untuk pembinaan dan pengembangan karakter peserta didik dilakukan melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler didalam kelas dan diluar kelas sesuai dengan minat bakat peserta didik. Data jumlah peserta didik MIN 2 Pasaman.

Dalam pencatatan dan pelaporan peserta didik MIN 2 Pasaman memakai aplikasi yang dikeluarkan Kemenag RI yaitu aplikasi EMIS (Education Management Information  System). Dengan adanya aplikasi ini data madrasah menjadi valid dan mudah.

Pendekatan yang digunakan untuk pengelolaan peserta didik adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan  Kuantitatif menitikberatkan pada segi administrasi dan birokrasi dengan memperketat presensi kehadiran peserta didik, sebagai tuntutan disiplin mematuhi tata-tertib madrasah. Dalam pendekatan kualitatif madrasah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan peserta didik dengan mengelompokan peserta didik dengan kelompok PKH (Program Keluarga Harapan) bantuan dari Dinas Sosial dan PIP (Program Indonesia Pintar) dengan memberikan bantuan beasiswa PIP di DIPA Madrasah.

Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di MIN 2 Pasaman

Bagaimana pengelolaan PTK yang dilakukan penulis sebagai Kepala madrasah dan apa hasilnya?

Agar PTK punya motivasi, kreatifitas, mampu mengatasi kelemahan diri, loyal punya kinerja tinggi sehingga terjalin hubungan dan iklim kerja yang harmonis maka dilakukan beberapa hal.

Untuk memudahkan akses proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelaporan hasil pembelajaran madrasah menyediakan WIFI, buku-buku perpustakan, memfasilitasi alat tulis dan alat cetak penggandaan  administrasi guru. Hasil dari Pengembangan dan Pembinaan PTK yakni:

  1. Pembelajaran berjalan dengan efektif efisien dan PAIKEM;
  2. Administrasi perangkat pembelajaran pendidik siap dan ada tepat waktu;
  3. Wawasan guru bertambah;
  4. PTK merasa nyaman dalam melaksanakan tugasnya;
  5. PTK melaksanakan tugas sesuai sertifikasi dan JFU/ kinerjanya.

Pengelolaan PTK memakai aplikasi SIMPATIKA (Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan). Dari 16 PNS pendidik, yang telah sertifikasi 14 orang, Tenaga Kependidikan yang telah dapat tunjangan kinerja 1 orang, dan 1 orang belum sertifikasi karena yang bisa mengajukan verifikasi berkas calon peserta sertifikasi guru madrasah 2017 (S34) adalah pendidik yang diangkat PNS tahun 2005 kebawah sementara guru pendidik di MIN 2 Pasaman yang belum sertifikasi tersebut diangkat jadi PNS tahun 2007. Data PTK MIN  Pasaman.

Pengelolaan Sarana dan Prasarana di MIN 2 Pasaman

Apa yang telah dilakukan penulis sebagai Kepala Madrasah dalam mengelola sapras (sarana prasarana)?

Menurut Keputusan Mendikbud No 079/1975 sapras pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar; 1. Bangunan dan perabot madrasah; 2. Alat pelajaran; dan buku alat peraga; 3. Media pendidikan audio visual.

Dalam kurun 2 tahun 6 bulan ini, penulis telah mencoba membenahi madrasah yang kumuh menjadi BERIMAN (Bersih, Indah dan Nyaman) dengan cara pemasangan paving blok dihalaman madrasah yang semula becek tergenang air dan kotor. Membuat gapura dan pagar madrasah untuk membatasi volume antarlintas masyarakat keluar masuk madrasah. Melakukan pemasangan kanopi sebagai ruang sirkulasi antar kelas, kantor dan musalla, agar peserta didik dan PTK nyaman tidak kehujanan menuju lokasi tersebut. Pengadaan mobil PTK/ peserta didik, Menjadikan perpustakaan agar layak dan nyaman digunakan. Pengadaan Laptop, kamera digital dan Infokus, printer warna scan poto copy, alat kesenian drumband dan rebana. Pemasangan instalasi air PDAM yang sebelumnya madrasah hanya memakai air sumur galian. Pembuatan tempat wuduk peserta didik, kolam ikan, kantin madrasah, green house, bank sampah dan pengomposan. Sekarang madrasah memakai aplikasi SIMSAPRAS (Sistim Informasi Sarana dan Prasarana) untuk menganalisa kebutuhan sapras madrasah. Data Sapras MIN 2 Pasaman.

Pengelolaan Keuangan di MIN 2 Pasaman

Apa kiat penulis sebagai kepala madrasah sehingga bisa juara III dalam pengelolaan keuangan negara?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien. Manajemen keuangan adalah sumber daya yang diterima yang dipergunakan untuk kegiatan pendidikan di madrasah.

Kiat dalam mengelola keuangan di MIN2 Pasaman adalah dengan mempersiapkan sistim pengelolaan keuangan yang profesional, jujur, kreatif dan dinamis dengan mengangkat pramubakti operator pengelola keuangan, bendahara PPSM, pembuat daftar gaji, pengelola UAKPA dan KPA yang membantu madrasah menganalisis kebutuhan, proyeksi kebutuhan dan finansial, baik kebutuhan internal maupun ekternal dan memahami proses pengelolaan anggaran madrasah dan pertanggung jawaban keuangan madrasah. Standar pembiayaan pendidikan, Permendiknas 69 Th 2009.

Analisis kebutuhan MIN 2 Pasaman dituangkan dalam penyusunan RKAKL (Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian Lembaga), RAPBM (Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Madrasah) sesuai skala prioritas dan juknis BOS. Dalam pelaksanaan kegiatan pencairan dana/ pembelanjaan anggaran harus berdasarkan pada rencana yang telah dibuat dalam RAPBM dan RKAKL dan dialokasikan secara maksimal, tepat guna dan tepat hasil.

Untuk penyusunan laporan pertanggung jawaban dan pengawasan keuangan MIN 2 memakai aplikasi e-monev (Elektronik Monitoring Evaluasi), EMPA (Elektronik Monitoring Pelaksanaan Anggaran). Aplikasi ini dipakai satker kementerian agama. Ada juga aplikasi yang diluncurkan Dirjen Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan RI : E-Smart, Omspan dan Lakip, sebagai upaya menyediakan satu tempat menyampaikan data dan laporan monev serta menjadikan tempat tersebut sebagai sumber bagi pelaksanaan monev dalam memperoleh data dan laporan monev sesuai kebutuhannya Esmart (elektronik system monitoring dan evaluasi kenerja terpadu). Omspan (Online monitoring system perbendaharaan dan anggaran Negara). Lakip (laporan akuntabilitas kenerja instansi pemerintah) adalah bentuk pertanggung jawaban atas segala bentuk aktifitas kuasa pengguna anggaran sebagai wujud transparansi dari kegiatan operasional madrasah.

Hasil penilaian KPPN Lubuk Sikaping terhadap Pengelola Keuangan Negara di MIN 2 Pasaman. MIN 2 Pasaman meraih juara III untuk pengelolaan keuangan terbaik untuk satuan kerja 2016 di wilayah pembayaran KPPN Lubuk Sikaping setelah Satker Pengadilan Negeri Pasbar Juara II dan Kejaksaan Pasbar Juara I, sebelumnya MIN 2 belum pernah dapat apresiasi dari Kementerian Keuangan. Keberadaan ini menjadi cemeti untuk MIN 2 Pasaman agar taat azas , taat aturan dan lebih baik kedepannya.

Strategi dalam mencari sumber dana madrasah selain DIPA BOS, BOSDA adalah dengan pengajuan proposal sumbangan BUMD (Bank Nagari), komite, masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian. Dari dana kegiatan kewirausahaan madrasah (Kantin/ Koperasi Madrasah). Untuk target MIN 2 Pasaman di bidang keuangan.

Pengelolaan Hubungan Madrasah dengan Masyarakat

Dalam mewujudkan Visi dan Misi Madrasah diperlukan revitalisasi hubungan madrasah dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Hal ini penting karena madrasah memerlukan dukungan, masukan dari masyarakat dalam melaksanakan program. Perlunya hubungan ini dan tujuan hubungan madrasah dengan masyarakat.

Hubungan MIN 2 dengan Pemuda, masyarakat tetangga madrasah yang semula tidak harmonis menjadi harmonis dengan adanya pendekatan hati, kesediaan madrasah mengetuk hati masyarakat yang telah berkorban dan berjuang mendirikan madrasah, agar mau bergandeng tangan seiring, selangkah, seayun sejalan, seiya sekata dalam memajukan madrasah. Menumbuhkan rasa memiliki madrasah agar pengorbanan dan pengabdiannya berbuah manis dengan adanya pengakuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan KPPN, Kementerian Agama, Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan dan Pengakuan dari seluruh lapisan masyarakat lewat prestasi-prestasi madrasah.

Kiat/ cara mengelola hubungan madrasah dengan masyarakat adalah dengan melibatkan masyarakat, komite, dinas instansi terkait dalam pembinaan peserta didik dan PTK dalam kegiatan PBM dan dalam kehidupan luar madrasah seperti MDA, TPQ, Pondok Al Qur’an, MTQ, sehingga diharapkan masyarakat ikut memikirkan kemajuan peserta didik dengan membimbing dan membina arahnya sejalan dengan program madrasah. Tentang Komite: Permendikbud No. 75 Th 2016.

Hal ini terlihat dari adanya sumbangan materi dan tenaga dari komite yang tidak mengikat berupa bantuan keramik untuk mushalla, bea pembuatan kolam dan taman-taman bermain siswa, bank sampah, sumbangan bunga dan pohon pelindung. Bantuan seragam olah raga 28 stel, cat tembok dan cat minyak dari Bank Nagari, sumbangan 4 alat biofori dari Dinas Lingkungan Hidup, sumbangan tanaman toga, dan bibit ikan dari masyarakat dll.

Pengelolaan Supervisi Pendidikan

Pengertian Supervisi Menurut Permendiknas No. 12 Tahun 2007 adalah suatu usaha memajukan madrasah yang bersifat continue dengan jalan membina, memimpin dan menilai pekerjaan kepala madrasah dan para guru dalam usaha mempertinggi mutu pendidikan yang diberikan kepada peserta didik dengan jalan perbaikan situasi belajar mengajar.

Supervisi pendidikan pembinaan berupa bimbingan, tuntunan kearah kebaikan situasi pendidikan dan peningkatan proses mutu pembelajaran melalui persiapan pelaksanaan bahan ajar, metode dan evaluasi. Pembinaan bisa dilakukan dengan memeriksa administrasi perangkat pembelajaran PTK, menilai perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, arahan dan demonstrasi dengan memperlihatkan bagaimana cara mengajar yang baik.

Tujuan supervisi pendidikan adalah untuk meningkatkan mutu kinerja PTK, membantu pendidik memahami tujuan pendidikan dan kebutuhan peserta didik dan PTK, meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan efektifitas kurikulum sapras dan meningkatkan prestasi peserta didik dan PTK.

Kiat MIN 2 Pasaman dalam mengelola supervisi pendidikan adalah setiap Senin pagi selesai upacara bendera diadakan apel pagi, pengucapan kode etik Pegawai Kementrian Agama, Ikrar 5 Budaya Kerja Kemenag, Breafing Evaluasi Kerja minggu lalu, analisa kekuatan dan kelemahannya. Dilanjutkan dengan Rencana Kerja dalam 1 minggu berjalan, pembentukan tim kerja, penanggung jawab, kordinator, pembagian kerjanya, diskusi pembinaan workshop K13, kunjungan kelas, observasi kelas intervisitasi (mengunjungi madrasah/ sekolah lain) agar semangat kerja dan rasa memiliki madrasah timbul kuat mendarah daging di jiwa PTK. Adanya PKG (Penilai Kinerja Guru) yang bersifat formatif untuk evaluasi diri pendidik dan bersifat sumatif untuk nilai akhir yang ditulis dari instumen PKG.

Berdasarkan Analisis SWOT program unggulan yang akan dikerjakan kepala madrasah dalam pengelolaan adalah sebagai berikut :

  1. Kepemimpinan adalah mengupayakan Adiwiyata madrasah Tk Nasional melalui kerja sama warga madrasah, masyarakat dan instansi terkait.
  2. Pengelolaan kurikulum, mempersiapkan lulusan MIN 2 Pasaman yang terampil, berakhlak, rajin ibadah, membina peserta didik untuk siap mewakili Pasaman di cabang KSM, AKSIOMA, dan Kemah Pramuka.
  3. Peserta didik, mengupayakan peserta didik lulus dan diterima di MTsN favorit di Pasaman.
  4. PTK, mengupayakan PTK yang berprestasi bisa mewakili Pasaman dalam Kompetisi Guru Berprestasi, mengupayakan gaji satpam dan tenaga kebersihan yang layak dan wajar.
  5. Sapras, menambah mobiler kelas, buku pustaka, buku peserta didik dan PTK, pengadaan pos satpam, dan perbaikan jalan masuk ke madrasah.
  6. Keuangan, mengupayakan pengelolaan keuangan negara yang lebih akuntabel, tepat guna, tepat hasil dari juara III bisa naik tingkat ke juara II.
  7. Hubungan madrasah dengan masyarakat, diupayakan tetap sinergis dan dukungan masyarakat secara moral material untuk madrasah lebih baik.
  8. Supervisi pendidikan, diupayakan 1 guru PNS yang belum sertifikasi agar bisa sertifikasi tahun depan.

Kesimpulan

Pada dasarnya pengelolaan pendidikan ditujukan untuk lebih mengefektifkan segala aktifitas yang dilaksanakan oleh semua aspek yang terkait di dalam proses pengelolaan pendidikan, dibutuhkan lebih dari sekedar kesadaran, tapi lebih ditekankan pada pelaksanaan dan pengaplikasian konsep-konsep yang telah dimilki oleh pendidik kedalam tindakan di madrasah untuk mencapai mutu pendidikan yang menjadi target utama dalam pencapaian tujuan pendidikan.

Dalam mengelola pendidikan yang dilaksanakan di madrasah supaya menghasilkan hasil lulusan yang berkualitas dan supaya tercapai tujuan pendidikan maka untuk mencapai semua itu memerlukan pengelolaan. Pengelolaan tersebut antara lain: Pengelolaan kepemimpinan, pengelolaan kurikulum dan pembelajaran, pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan sarana dan prasarana, pengelolaan keuangan, pengelolaan hubungan madrasah dengan masyarakat, dan pengelolaan supervisi pendidikan.

Implikasi

Implikasi pengelolaan pendidikan terhadap MIN 2 Pasaman cukup memberikan hasil yang maksimal walaupun MIN 2 Pasaman masih banyak kekurangan dalam kategori pengelolaan pendidikan ini. Dalam hal pengelolaan kepemimpinan implikasinya sangat baik dimana penulis menerapkan kepemimpinan tipe demokratis. Yang artinya MIN 2 Pasaman memberikan kebebasan kepada guru dan stafnya dalam mengemukakan pendapat dan menjalankan kegiatan pembelajaran di kelas. Dalam pengelolaan kurikulum madrasah ini menerapkan K13 sesuai KMA 165 dan 207 Thun 2014 dan Permendikbud 20 (SKL), 21 (Isi), 22 (Proses), 23 (Peniaian), 24 (Ki/KD), 26 (Sarana dan Prasarana) Tahun 2016.

Dalam pengelolaan peserta didik, implikasi terhadap MIN 2 Pasaman ini baik dengan memiliki kemajuan yang signitifikan yaitu semakin banyak orangtua yang mendaftarkan anaknya untuk sekolah di MIN 2 Pasaman., meskipun dengan adanya tes atau syarat yang ditentukan. Dalam pengelolaan personil, implikasi terhadap mdrasah ini kurang maksimal dikarenakan lulusan S1 Guru Kelas hanya sedikit namun sebagian besar sudah memiliki gelar S1 Guru Bidang Studi.

Dalam pengelolaan sapras, implikasinya cukup baik, dan memuaskan untuk para peserta didik dan PTK. Madrasah memberikan fasilitas yang cukup memadai untuk tingkat MI. dengan adanya ruang UKS, Perpustakaan, BK dll. Tetapi masih ada kekurangan diantaranya lapangan terletak diluar madrasah hingga sering dipakai pemuda/ masyarakat untuk kegiatan olahraga dan kemasyarakatan. Masyarakat merasa memiliki WC Madrasah sebagai WC Umum. Hal ini Kurang memenuhi kategori sehingga akan ada anggapan madrasah ini kurang strategis untuk dijadikan madrasah unggulan.

Implikasi pengelolaan keuangan di MIN 2 Pasaman sangat baik, kepala madrasah dapat mengorganisir masalah keuangan dengan baik, tentu dengan adanya dana BOS dari pemerintah dan dana lainnya yang menunjang untuk pembangunan fasilitas madrasah.

Implikasi pengelolaan hubungan masyarakat terhadap madrasah ini sangat baik. Madrasah mendapatkan respon positif dari masyarakat. Sehingga masyarakat ikut serta dalam peranan madrasah ini.

Implikasi pengelolaan supervisi pendidikan cukup maksimal, kepala madrasah membuat jadwal monitoring/ supervisi ke kelas-kelas, dan melakukan rapat rutin tiap bulan dengan seluruh staf. Sekali seminggu selesai upacara bendera dan pembacaaan kode etik pegawai kementerian agama dilanjutkan dengan breafing evaluasi kerja 1 minggu yang lalu guna menilai titik lemah dan keunggulan kegiatan PBM 1 Minggu berjalan dan rencana 1 minggu kedepannya.

 

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW