Logo
H. Muhammadiyah Amin : Peran Kemenag Vital dalam Festival Seni Qasidah - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

H. Muhammadiyah Amin : Peran Kemenag Vital dalam Festival Seni Qasidah

Rhama Eka Putra Senin 20, November 2017 | 10:11:55 wib

Padang, Inmas - Festival Seni Qasidah ke-22 Berskala Besar tahun 2017 akhirnya dibuka di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang, Minggu (19/11). Kegiatan yang menghadirkan 1767 peserta dari 32 Provinsi se-Indonesia ini, dibuka oleh Menteri Agama RI yang diwakili Direktur Jenderal Bimas Islam H. Muhammadiyah Amin didampingi Anggota DPD RI H. Ghazali Abbas, Gubernur Sumbar yang diwakili Sekdaprov H. Ali Asmar, Walikota dan Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi dan H. Emzalmi, Ka.Kanwil Kemenag Sumbar H. Syamsuir, Ketua Umum DPP LASQI Hj. Euis Sri Mulyani, Gubernur dan Walikota/Bupati se-Indonesia, Forkopimda Pemprov Sumbar dan Kota Padang, serta pengunjung yang hadir.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyebut, kegiatan ini terselenggara karena dukungan dan kerjasama semua pihak. Juga kepercayaan yang diberikan Dewan Pengurus Pusat Lembaga Seni Qasidah Indonesia (DPP LASQI) kepada Pemerintah Kota Padang. “Terselenggaranya kegiatan besar ini tidak lepas dari dukungan semua pihak serta kepercayaan yang diberikan LASQI Pusat,” kata Mahyeldi. Selain itu, penyelenggaraan festival seni qasidah ini juga menunjang Sumatera Barat sebagai destinasi wisata halal. Lebih lanjut dikatakan, Kota Padang selaku tuan rumah tahun ini terbilang istimewa, pasalnya Festival Seni Qasidah ke-22 ini merupakan yang pertama diselenggarakan pemerintah kota. Sedangkan 21 kali sebelumnya dihelat pemerintah provinsi. “Padang memberanikan diri menjadi tuan rumah karena memang memiliki kesiapan untuk event berskala nasional dan internasional,” kata Mahyeldi.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI H.Muhammad Amin mengatakan, Festival Seni Qasidah merupakan upaya menghidup kesenian-kesenian Islami. “Khasanah seni Islami selama ini nyaris dikalahkan seni modern, melalui festival ini kita hidupkan kesenian Islami itu,” ujarnya. Menurutnya, qasidah sebagai seni dan budaya dalam Islam menjadi alat untuk dakwah. Kesenian dipakai dalam perjuangan bangsa sekaligus mempersatukan umat.“Seni budaya menjadi alat perjuangan dan alat persatuan seperti festival hari ini, Untuk itu, Peran Kementerian Agama dalam memajukan kegiatan ini sangat besar” sebutnya.(rhama)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW