Logo
Terharu, Inilah Curahan Hati Muallaf Mentawai kepada Kakanwil Kemenag - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Terharu, Inilah Curahan Hati Muallaf Mentawai kepada Kakanwil Kemenag

adminrina Jumat 05, Januari 2018 | 15:53:25 wib

Padang, Inmas—Hati siapa yang takkan miris mendengar luapan hati kaum muallaf yang hanya merindukan kehadiran seorang guru dan da’i. Suasana haru dan linangan air mata mewarnai pertemuan ketua muallaf dengan Kakanwil Kemenag Sumbar didampingi Kabag TU dan Kasubbag Umum di Ruangan Kerja Kabag TU, Jumat (5/1/2018).

Kehadiran mereka yang jauh-jauh datang dari Dusun Siri Surak Desa Salbi Samukopp Kec. Siberut Kab. Kepulauan Mentawai ini ingin memperjuangkan nasib saudara-saudara mereka sesama muallaf. Kepulauan Mentawai salahsatu kabupaten di Provinsi sumatera Barat yang terletak memanjang dibagian paling barat pulau Sumatera dan dikelilingi Samudera Hindia. Penduduk Mentawai separuhnya penganut animisme dan sebahagian beragama kristen dan Islam.

Inilah yang menggerakkan hati Mijarwan, Ketua Muallaf Dusun Siri Surak yang telah memeluk islam sejak tahun 2013 lalu. Diakuinya, ia mendapatkan hidayah memeluk Islam berkat bimbingan H. Agussalim (Pensiunan Kanwil Kemenag) yang telah berdakwah di Mentawai sejak tahun 1995. Diakui Mijarwan, dalam tiga bulan terkahir ia bersama teman-teman muallaf telah membimbing warga di dusunnya untuk memeluk Islam.

“Alhamdulillah, dalam waktu tiga bulan ini 17 KK (Kepala Keluarga) sekitar 72 jiwa di dusun saya Dusun Siri Surak Desa Salbi Samukapp telah memeluk Islam. Kami menyampaikan ajaran islam melalui dakwah. Namun sampai saat ini kami belum memiliki rumah ibadah atau mesjid. Kami masih menyewa rumah untuk dijadikan tempat ibadah”, tutur Mijarwan kepada Kakanwil.

Namun selain itu, lanjut Mijarwan dengan suara serak dan linangan air mata, kami sangat mengharapkan dan membutuhkan kehadiran guru untuk mendidik anak cucu kami dan dai yang bisa membimbing dan menguatkan keimanan kami.

“Saat ini kami harus merangkul dan mengambil tanggungjawab pemerintah (dinas pendidikan) untuk membina dan mendidik anak-anak belajar agama Islam. Saya ke sini bukan untuk minta uang atau sesuatu untuk umat tapi saya minta guru dan da’i. Selama ini kami belum mendapat pembinaan dan sentuhan untuk keislamana kami”, curhat Mijarwan menyampaikan harapan besarnya untuk umat.

Terakhir kepada pemerintah Daerah Mentawai, Mijarwan sangata berharap dan meminta jaminan keberadaan minoritas di kab. Kepulauan Mentawai khususnya di desa ia tinggal. Tidak ada lagi larangan mendirikan rumah ibadah.

“Kami juga minta kepada perangkat kecamatan sampai dusun untuk bersikap adil dan netral kepada seluruh masyarakat. Supaya kami merasa aman dan nyaman sehingga tidak adalagi diskriminasi dan intimidasi”, pintanya dari hati yang paling dalam.

Mendengar curahan hati, kaum perwakilan kaum muallaf ini Kakanwil Kemenag Sumbar H. Hendri sangat merespon apa yang mereka disampaikan. Sebagai Kakanwil saya mengucapkan selamat dan terimakasih kepada bapak-bapak karena telah berjuang mengembangkan Islam di kepulauan Mentawai. “Teruslah berjuang dan berjihad dalam artian positif”, ungkap Kakanwil.

“Saya sangat berbangga dan berbahagia atas apa yang telah bapak-bapak lakukan. Karena telah berhasil mengajak dan membimbing masyarakat menuju jalan ke surga. Mudah-mudahan apa yang telah diperjuangkan dibalasi Allah dengan surga hendaknya. Ini sudah terlihat wajah-wajah sorganya”, ungkap Kakanwil memotivasi kaum muallaf ini.

Untuk guru dan dai Kakanwil yang baru menduduki jabatannya dalam dua minggu ini berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat khususnya Kankemenag Kab. Kepulauan Mentawai. Selain itu, apa yang menjadi keluhan kami akan membantu apa yang bisa kami bantu, kata Kakanwil.

Kedatangan perwakilan kaum muallaf ini ke Kanwil tidak sia-sia, dibawah koordinasi Plt. Kabg TU Idris Nazar dan Kasubbag Umum Efi Yoskar, dalam satu hari sudah terkumpul dua karung lebih pakaian bekas layak pakai sebagai oleh-oleh untuk masyarakat mentawai. Sumbangan berupa wakaf, infak dan pakaian bekas layak pakai masih diterima sampai selasa depan (8 Januari 2018), karena mereka akan kembali ke Mentawai hari Rabunya. RinaRisna                                                                          

 

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW