Logo
MTsN 4 Pasaman Barat Berduka - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

MTsN 4 Pasaman Barat Berduka

MTsN 4 Pasaman Barat Senin 08, Januari 2018 | 15:28:05 wib

Simpang Empat, Inmas–Innalillahi wainnailaihi rajiuun. Itulah kalimat pembuka yang pantas diucapkan dengan kondisi MTsN 4 Pasaman Barat pada saat ini. Tiga warga MTsN 4 Pasaman Barat berduka mulai dari penghujung tahun 2017 dan awal tahun 2018.

Tanggal 26 Desember 2017 orang tua laki-laki dari Asyrafi Qalbi kelas VIII meninggal dunia di Simpang Empat Pasaman Barat, tak lama berselang tanggal 29 Desember 2017 orang tua laki-laki dari Muhammad Ridho Kelas VIII juga meninggal dunia di Batang Biyu Pasaman Barat.

Hal ini menjadi cobaan yang amat berat terutama buat anak didik yang bersangkutan, karena di saat peran ayah sangat mereka butuhkan dalam mengejar cita-cita yang mereka inginkan meraka harus dihadapi dengan kenyataan yang amat berat buat mereka.

Hal ini sangat terlihat jelas dari apa yang ahli waris sampaikan disaat Takziah yang dilaksanakan MTsN 4 Pasaman Barat ke rumah duka masing-masing, kedua ahli waris berharap kepada pihak Madrasah untuk selalu memberikan motifasi dan bimbingan kepada anak mereka agar selalu bersemangat dalam belajar, agar cita-cita yang di inginkan anak mereka dapat terwujud.

Menanggapi apa yang disampaikan ahli waris kepada pihak madrasah dijawab Zairal, selaku Waka Humas, Zairal, mengatakan bahwasanya anak didik yang bersatus yatim sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk memperhatikan pendidikan mereka.

"Cobaan yang mereka terima tidak boleh menjadi penghalang dalam menggapai cita-cita mereka, pendidikan mereka harus terus di lanjutkan, kedepannya kejadian-kejadian seperti ini harus menjadi perhatian yang serius oleh pihak madrasah agar semua peserta didik merasa nyaman dan tentram selama menempuh pendidikan di MTsN 4 Pasaman Barat", ungkapnya.

Musibah yang menimpa keluarga besar MTsN 4 Pasaman Barat tidak hanya sampai disitu, tanggal 6 Januari 2018 putri tercinta dari salah seorang guru MTsN 4 Pasaman Barat yang baru berumur 2 tahun meninggal dunia di suko mananti Pasaman Barat, setelah dirawat sekitar 1 bulan di Rumah Sakit, Para guru dan Pegawai langsung kerumah duka untuk ikut menyelenggarakan proses pemakaman jenazah, dan turut berduka cita atas kejadian ini.

Menurut kepala MTsN 4 Pasaman Barat Syamsul Bayan, musibah yang menimpa warga MTsN 4 Pasaman Barat harus dihadapi dengan penuh kesabaran, musibah yang menimpa rekan kita merupakan musibah yang menimpa keluarga kita, mudah-muadahan musibah ini menjadikan kita bersama menjadi manusia yang lebih sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun ketentuan yang sudah digariskan Allah SWT. (IM_87/Rina)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW