Logo
Manasik Mandiri Kemenag Payakumbuh Diisi dengan Praktek Umrah - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Manasik Mandiri Kemenag Payakumbuh Diisi dengan Praktek Umrah

payakumbuh Kamis 11, Januari 2018 | 14:02:39 wib

Payakumbuh, Inmas--Pelaksanaan manasik mandiri yang digelar setiap Kamis pagi di Aula serbaguna Kankemenag Kota Payakumbuh dipimpin langsung Ketua Manasik Mandiri, H. Zuldaswar. Untuk hari ini Kamis (11/01/2018) mansik mandiri diisi dengan praktek umrah yang dipusatkan di Lapangan Sari Bulan Kelurahan Sawah Padang Aur Kuning Kec. Payakumbuh Selatan yang dihadiri ratusan jemaah calon haji.

 Sebelum pelaksanaan praktek umrah, CJH (Calon Jemaah Haji) terima arahan dan wejangan yang disampaikan H. Zuldaswar. Praktek umrah ini dihadiri langsung pimpinan KBIH yang ada di Payakumbuh.

"Mengetahui rukun dan wajib umrah serta tata cara kunci pelaksanaan ibadah umrah yang telah diniatkan lillahi ta'ala. Rukun umrah yang mesti kita laksanakan adalah berawal dari niat (labbaik allahumma umratan), ihram umrah, tawaf sa'i dan tahallul. Wajib haji adalah berihram di miqat. Secara penyampaian materi lisan selama ini telah kita gelar di aula ini. Untuk meningkatkan pemahaman jemaah, perlu kita laksanakan praktek sambil mengucapkan doa-doa," terang H. Zuldaswar.

Pelaksanaan praktek umrah di lapangan Sari Bulan didukung cuaca yang sejuk dan berawan, sehingga jemaah calon haji dapat maksimal dalam pelaksanaan praktek manasik umrah. 

Sebagaimana diterangkan Ketua manasik mandiri, H. Zuldaswar pelaksanaan praktek umrah ini juga bertujuan untuk menyatukan persepsi, karena CJH selama ini mengikuti manasik diberbagai KBIH.

"Dengan adanya praktek manasik umrah ini, kita berharap jch satu persepsi, bacaan dan tata cara umrahnya sama. Kita akui, masih ada CJH yang belum paham tata cara umrah sesuai tuntunan Rasulullah. Kita harapkan CJH juga memiliki rasa empati sedari dini, karena adanya perbedaan usia. Kita harapkan tradisi saling menolong dan mengingatkan sudah terjalin sejak kini hingga pelaksanaan rukun islam nantinya di tanah suci," tukuk H. Zuldaswar. (ul/Rina)

 

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW