Logo
Penyuluh Pariaman Akan Lakukan Pembinaan di Pesisir Pantai - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Penyuluh Pariaman Akan Lakukan Pembinaan di Pesisir Pantai

pariaman Jumat 12, Januari 2018 | 10:40:39 wib

Pariaman, Inmas--Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi tantangan tugas penyuluh  Agama Islam semakin berat, karena dalam kenyataan kehidupan ditataran masyarakat  mengalami perubahan pola hidup yang menonjol.

Kalau dilihat sekarang ini kenakalan remaja semakin meraja lela, pergaulan antara laki-laki dan perempuan seakan tidak mengenal  tatakrama dan norma-norma agama. Pengaruh narkoba dan penyakit masyarakat   semakin  meraja lela. Peran orang tua sangat menentukan dan urgen sekali menyikapi fenomena  dari prilaku putra dan putrinya.

Dalam situasi demikian, dalam menuju keberhasilan kegiatan penyuluh  tersebut, maka perlu sekali keberadaan penyuluh agama yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang memadai sehingga mampu memutuskan  dan menentukan sebuah proses kegiatan bimbingan dan penyuluhan dapat berjalan sistimatis, berhasil guna,berdaya guna dalam upaya pencapaian  tujuan yang diinginkan.

Menyikapi ini semua Pokjaluh Kankemenag Kota Pariaman  menyatukan  visi dan misi  serta memasang strategi langkah apa yang harus ditempuh dalam menghadapi permasalahan yang berkembang.

Rita Royani yang merupakan ketua Pokjaluh Dimisioner (masa SK sudah habis tahun 2017) dipercaya memimpin rapat membahas tentang program kerja  jangka pendek (jelang pembentukan dan penetapan Pengurus baru) menetapkan bahwa akan melaksanakan pembinaan di daerah pesisir pantai di empat Kecamatan, karena pantai merupakan basis pariwisata yang bisa saja dipengaruhi oleh hal-hal  negatif yang merusak generasi muda, seperti narkoba dan lain sebagainya.

“Kami yang tergabung dalam Pokjaluh akan turun ke daerah pesisir pantai satu kali seminggu dengan melakukan  Bimbingan dan Penyuluhan secara face tu face ke rumah penduduk melihat dari dekat bagaimana kehidupan agama dan keagamaan dalam rumah tangganya, seperti bacaan  Al-Qur’an, ibadah shalat dan ibadah-ibadah keseharian lainnya”, ujar Rita

Rita menambahkan untuk jadwal pertama Pokjaluh akan  mendatangi  daerah pesisir pantai Kecamatan Pariaman Utara dan selanjutnya akan dipergilirkan di tiga Kecamatan lainnya. Selanjutnya untuk program Majlis Taklim keliling terus dilanjutkan  dan juga dengan mempergilirkan di empat Kecamatan.

Kasi Bimas Islam, Firtrison Effendi  apresiasi dan berikan dukungan atas prakarsa dan kinerja Pokjaluh  dengan harapan agar  program yang telah dicetus, dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Firtrison menegaskan bahwa maghrib mengaji tetap dijadikan ikon.

Ia menekankan agar Pokjaluh mampu mengajak dan membawa masyarakat agar menghadiri dan meramaikan masjid dengan  mengaji dan shalat berjama’ah di masjid dan mushalla  sekitar rumahnya. Dan bagi yang masuk tim agar  melaksanakan tugas sebagaimana mestinya seperti pentahsin  Al-Qur’an.

Hal yang sama juga ditekankan Kepala Kantor Kementerian Agama H. M. Nur agar maghrib mengaji dijadikan binaan Penyuluh, karena disinilah sebenarnya kinerja dan kiprah Penyuluh dapat diarasakan masyarakat di  lapangan. M. Nur menambahkan Penyuluh harus pro aktif dan bekerja dengan profesional dalam rangka mengajak masyarakat amal ma’ruf nahi mungkar.

Pada kesempatan ini  juga diagendakan pembubaran pengurus yang lama (periode 2015 s/d 2017) dan sekaligus pembentukan pengurus yang baru. Dari hasil kesepakatan bersama akhirnya kembali Rita Royani ditunjuk dan diangkat menjadi Ketua untuk periode 2018 s/d 2021 (masa kepengurusan Pokjaluh harus tiga tahun sesuai dengan Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga). (Rita/Rina)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW