Logo
Kasi dan Operator eMIS Pakis di Bekali Outbond di Maninjau Resort - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Kasi dan Operator eMIS Pakis di Bekali Outbond di Maninjau Resort

Efrian Senin 26, Februari 2018 | 14:11:11 wib

Maninjau, (Inmas) – Setelah sukses dengan penyelenggaraan kegiatan yang sama pada tahun lalu, Tahun 2108 ini Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat kembali mengadakan kegiatan Revitalisasi SDM Pengelola Data PAI dan Pondok Pesantren Tahun 2018.

Jika tahun lalu kegiatan yang diisi dengan outbond ini diadakan di objek wisata Minang Fantasi (MIFAN), kali ini kegiatan yang mengundang Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pondok Pesatren se Sumatera Barat ini digelar di Hotel Nuansa Maninjau Resort.

Selain para Kasi dibawah Bidang Pakis, panitia juga mengundang operator elektronik Management Information System (eMIS) dari seluruh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat. Menurut Kasi Sistem Informasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Dr. Muslimah, kegiatan ini sengaja dilakukan sebagai bentuk penyegaran dan pembinaan mental bagi para operator eMIS dan para Kasi yang sudah berkutat dengan angka dan data eMIS pada akhir tahun 2017 ini.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, para operator bisa fresh lagi setelah mengerjakan data tahun 2017 lalu yang sudah tertuang dalam bentuk buku Pakis Dalam Angka Tahun 2017 dan Buku Saku Data Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam tahun pelajaran 2016/2017”, ungkap Muslimah.

“Selain itu, dengan kegiatan ini diharapkan bisa memberi semnagat baru dan meningkatkan gairah kerja bagi para Kasi dan operator eMIS dari seluruh Sumatera Barat”, tambahnya.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar diwakili Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam H. Kardinal sewaktu membuka kegiatan ini Rabu (21/2) mengungkapkan arti pentingnya data bagi perencanaan. Tidak tanggung-tanggung, mantan Kakankemenag Kab. Solok ini menganalogikan data dengan uang.

“Data itu adalah uang. Setiap data yang sudah dihimpun dan diolah oleh operator, menjadi basis bagi perencanaan untuk melaksanakan program dan kegiatan dalam suatu instansi. Besar kecil akan dipertangungjawabkan usai tahun berjalan”, ungkap Kardinal.

Kardinal juga mengingatkan bahwa data yang valid akan berimbas pada penyerapan anggaran yang menjadi indokator suksesnya sebuah instansi dalam melaksanakan agenda dan program tahunan.

Hari kedua Kamis (22/2),  kegiatan ini diisi dengan outbond yang dipandu oleh panitia dan pakar di bidang outbond di Sumatera Barat. Dalam kegiatan outbond ini, semua peserta dilatih untuk memecahkan masalah, dilatih kerjasama dan kepemimpinan. Tidak jarang kegiatan ini dihiasi gelak tawa para peserta karena memang permainan yang di susun sangat menarik dan mengundang gelak tawa.

Kakanwil Kemenag Sumbar H. Hendri, yang hadir pada hari ketiga kegiatan ini Jum’at (23/3) juga menyampaikan arti penting data bagi sebuah instansi. Dalam materinya, H. Hendri berpesan kepada para operator eMIS untuk pro aktif. “ Para operator harus pro aktif dalam mengolah data. Karena data yang dihasilkan menjadi penentu keberhasilan dalam menjalankan program”, ungkap Hendri.

Hendri menambahkan bahwa data yang valid merupakan bentuk pertanggungjawaban kita kepada stakeholder instansi Kementerian Agama khususnya dan rakyat Indonesia secara umumnya. Kegiatan ini resmi ditutup usai penyampaian materi oleh Kakanwil Kemenag Sumbar. (Ef)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW