Logo
Tokoh Lintas Agama di Pasabar Gelar Dialog di Dua Kecamatan - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Tokoh Lintas Agama di Pasabar Gelar Dialog di Dua Kecamatan

pasaman barat Kamis 08, Maret 2018 | 23:31:28 wib

Simpang Ampek (Inmas)--Guna merealisasikan program kerja Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat melaksanakan kegiatan Dialog Lintas Agama yang dilaksanakan di dua Kecamatan secara serentak Kamis, (08/03). Di Kecamatan Kinali bertempat di Aula KUA, di Kec. Luhak Nan Duo bertempat di Aula Kantor Camat Kec. Luhak  Nan Duo.

Kepala Kankemenag Pasaman Barat Miswan dalam arahannya menyampaikan melihat kondisi bangsa sekarang ini, secara lahiriyah masih dalam keadaaan aman dan damai. Akan tetapi dengan mensinyalir bahwa kondisi sekarang bangsa Indonesia saat ini, ada gejala disintegrasi atau keadaan tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan atau persatuan serta menyebabkan perpecahan bangsa ini.

“Disentegrasi yang menghantui bangsa ini, bisa muncul dari berbagai sumber. Kebhinekaan yang diaanggap sebagai kekayaan bangsa baik dari segi etnik yang berjumlah puluhan budaya bangsa, adat istiadat, bahasa dan agama serta berbagai kepercayaan yang ada, ternyata mempunyai sisi yang rawan berupa potensi perpecahan yang implikasinya yang sangat luas dan mendalam”, paparnya.

“Dengan dialog lintas agama bersama pemuka agama dan tokoh masyarakat serta berbagai kalangan masyarakat diharapkan agar kita di masyarakat tidak dapat diadu domba oleh isu-isu yang tidak jelas sumber dan kebenaranya,” ujar H. Miswan.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Pasaman Barat Ronaldi mengatakan untuk segera mengedepankan dialog dalam menyikapi persoalan yang bisa memancing perpecahan dan menimbulkan gejolak serta konflik ditengah-tengah umat. Kami harapkan kepada para tokoh masyarakat dan pemuka agama agar ikut berperan dan meredam serta memberikan pencerahan yang baik ditengah-tengah masyarakat sehingga suasana damai tentram dapat kita rasakan selamanya, dengan adanya dialog lintas agama seperti ini.

“Saya berharap dapat memberikan masukan akan gagasan kerukunan antar umat beragama, karena dengan dialog maka kita akan saling kenal, saling memahami dan menambah pengetahuan. Ini sangat penting, karena kasus-kasus kerusuhan dan kekurang harmonisan penganut agama tidak terlepas dari pimpinan antar agama yang kurang saling mengenal”, harapnya.

"Insya Allah, melalui dialog ini, persatuan kerukunann umat beragama di Pasaman Barat semakin lebih baik dan terhindar dari segala bentuk masalah yang dapat menimbulkan perpecahan”, tambah Ronaldi. (Har/Rina)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW